KEPALSUAN BIBLE JAWABAN SAYA: 1. Kenapa dosa Adam diwariskan ke seluruh umat manusia? Apakah adil itu? Ini pertanyaan yang bagus sekali. a. Sebab seluruh umat manusia keturunannya Adam. Sama seperti kenapa anaknya Kucing itu juga Kucing, anaknya Ayam juga Ayam. Karena nama Adam itu artinya adalah Manusia. Sehingga semua yang "manusia" sama dengan[=] Adam. Dan Adam = dosa. b. Adilkah? Jelas adil. Sebab sebagaimana dosa dibebankan kepada semua orang, demikian juga keselamatan ditawarkan kepada semua orang. c. Seperti apakah keadilan itu? >> Sama rata atau sama rasa? Keadilan sama rata adalah sama seperti konsep gaji pegawai negeri. Pegawai negeri yang anaknya 5 dengan yang anaknya 1 gajinya sama. Disini ratanya yang sama, tapi rasanya yang beda. Yang anak 5 pasti pahit rasanya. Keadilan yang sama rasa adalah seperti kerja bakti di kampung. Semua orang besar atau kecil, kaya atau miskin, dan tua atau muda mendapatkan bagian pekerjaan yang sama-sama ringan atau sama-sama beratnya. Disini berat sama dipikul ringan sama dijinjing. >> Menurut ALLAH atau menurut manusia? Sekalipun manusia mempunyai konsep keadilan sendiri, namun yang diberlakukan adalah yang konsepnya ALLAH. Jadi, tidak ada gunanya kita memiliki konsep keadilan sebaik apapun kalau kita tidak mempunyai kuasa. Sama seperti Macan yang ompong. Kalau sebuah Bank dimasuki dan dikuasai oleh perampok, maka kebenaran yang berlaku di dalam Bank itu adalah kebenarannya perampok. Jika perampok itu berkata: "Angkat tanganmu, jangan bergerak dan serahkan seluruh hartamu", maka itulah kebenaran yang berlaku di situ yang harus kamu turuti. Jika tidak kamu turuti maka kamu akan dianggap bersalah dan akan dihukum oleh perampok itu. Kekuasaan itu lebih penting dari pada kepandaian. Dan nabi anda, Muhammad sudah membuktikan itu. Dengan kekuasaan yang dia miliki, dia menjadi orang besar sekalipun belum tentu pandai. Itulah sebabnya Injil itu menawarkan keselamatan, bukan menawarkan perbuatan baik. Artinya, yang penting bisa selamat sekalipun bukan orang yang baik, dari pada menjadi orang baik yang tidak selamat? Contohnya orang-orang yang dikuasai oleh perampok di dalam Bank itu. Perampok mana mau tahu apakah anda pendeta atau kiai, orang baik atau orang jahat. Yang penting anda menurut pada kehendaknya, maka selamatlah anda sekalipun anda koruptor di Bank itu. 2. Harus berterimakasih pada penyalib YESUS? Jika YESUS harus disalibkan, maka orang Kristen harus berterimakasih pada para penyalib YESUS. Benarkah begitu? Harimau makanannya adalah daging. Kalau anda beri dia daging, maka siapakah yang harus berterimakasih? Yang memberi daging atau yang menerima daging? Demikian halnya dengan makanan orang berdosa itu adalah melakukan kejahatan. Jika mereka diberi kesempatan untuk melakukan kejahatan, mereka pasti senang sekali melakukannya. Coba tinggalkanlah rumah anda dalam keadaan pintu terbuka dan tanpa penghuni, pasti maling akan datang sendiri tanpa anda undang. TUHAN YESUS mengajari umatNYA untuk siap mati syahid. Dan untuk mati syahid anda tidak perlu harus menyewa pembunuh bayaran. Datang saja ke gereja Advent dan teriakkanlah: "Babi halal", maka dalam waktu sejam anda bisa menikmati mati syahid secara gratisan. Mereka nggak usah dibayarpun mau menjadi pembunuh nabi-nabi. Malah senang. Jadi, siapakah yang harus berterimakasih? Minyak itu musuhnya api. Jadi, jika minyak dikasih api, kebakaran itu adalah kepastian, bukan kebetulan. Orang jahat itu musuhnya adalah orang baik, dan orang baik itu musuhnya adalah orang jahat. Karena itu jika kedua orang itu bertemu, pasti ribut. Tidak mungkin tidak. 3. Apa benar dosa seluruh manusia sudah ditebus YESUS? Tidak semua orang diselamatkan, tapi semua orang bisa diselamatkan. Artinya, TUHAN tidak memandang bulu. Semua orang bisa diselamatkan, hanya saja tidak semuanya selamat. Masalahnya, tidak semua orang mau diselamatkan. Karena itu TUHAN YESUS hanya menyelamatkan mereka yang mau diselamatkan saja. 4. Penyalib YESUS adalah penyembah ALLAH, bukan penyembah dewa Matahari. Mereka hanya mau mengakui ALLAH saja, tidak mau menerima ANAK ALALH. Yang menyembah dewa Matahari adalah gereja-gereja hari Minggu. 5. ALLAH tidak pernah menyuruh siapapun untuk menyalibkan YESUS, tapi menyuruh YESUS untuk menghadapi salib. Jadi, yang ALLAH suruh adalah YESUS. ALLAH tidak pernah menyuruh Yudas Iskariot. Tapi ALLAH bisa mengetahui bahwa Yudas Iskariot-lah yang akan menyalibkan YESUS. Jadi, anda perlu membedakan antara menyuruh dengan mengetahui. 6. Mengapa bukan manusia yang menebus kesalahannya sendiri? Sebab manusia sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Semua manusia terancam maut. Kecuali ada manusia yang nyawanya rangkap, maka dia bisa menyelamatkan dirinya. Jadi, kalau saya mempunyai 2 nyawa, maka yang 1 nyawa akan saya setorkan untuk dosa, sedangkan nyawa satunya saya pergunakan untuk hidup. Itulah sebabnya YESUS yang menjadi Penebus kita, sebab DIA tidak mempunyai dosa. Kalau orang kecelakaan dan tergeletak di tengah jalan, maka yang bisa menolongnya adalah orang yang sehat dan kuat. Hal itu sudah dilambangkan di waktu penyaliban; Kebiasaan pemerintah Romawi kalau hari Paskah Yahudi adalah memberikan kebebasan bagi seorang yang dipenjarakan. Nah, pada waktu itu pemerintah sudah menawarkan opsi kepada masyarakat Yahudi, siapakah yang mereka kehendaki untuk dibebaskan pada hari raya Paskah itu; Yesus Barabas, seorang penjahat, atau YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH? Dan rakyat Yahudi memilih Yesus Barabas yang dibebaskan, sedangkan YESUS KRISTUS yang disalibkan. Bukanlah kebetulan kalau namanya kembar: Yesus. Tapi ALLAH hendak memberikan pengajaran tentang penebusan atau penggantian. Gigi ganti gigi, mata ganti mata dan nyawa ganti nyawa. Yesus ganti YESUS. Yang tidak bersalah menjadi bersalah, supaya yang bersalah menjadi tidak bersalah. >> Matius 27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. 27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" 27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas." xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWAB BUNG MARSCHAL: Pertanyaan saya: xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx PENDAHULUAN Sebelum dosa masuk ke dalam dunia ini, Adam menikmati suatu persekutuan terbuka dengan Khaliknya. Akan tetapi sejak manusia memisahkan dirinya dari Allah oleh pelanggaran, umat manusia telah kehilangan kesempatan yang baik ini. Namun, oleh rencana penebusan suatu jalan telah terbuka dengan mana penduduk bumi masih mempunyai hubung-an dengan surga. Allah telah berkomunikasi dengan manusia melalui Roh Ku-dus-Nya, dan terang ilahi telah diberikan kepada dunia ini melalui wahyu kepada hamba-hamba pilihan-Nya. "Tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." (2 Pet. 1:21) >> ROH KUDUS bukan ALLAH. Selama dua ribu >> 2500 tahun itu menunjuk ke zaman Adam hingga Musa [1600 Sebelum Masehi] Alkitab menunjukkan Allah sebagai pengarangnya; namun Alkitab itu di tuliskan oleh tangan manusia. Dan dalam berbagai pola penulisan buku-buku itu menyatakan ciri-ciri penulis-penulisnya. Kebenaran-kebenaran yang dinyatakan semuanya "diilhamkan Allah" (2 Tim. 3:16); namun kebenaran-kebenaran itu dinyatakan dalam bahasa mnusia. Allah, Yang Tanpa Batas itu, oleh Roh Kudus-Nya, telah memancarkan sinar terang ke dalam pikiran dan hati hamba-hamba-Nya. Ia telah memberikan mimpi-mimpi dan khayal-khayal, lambang-lambang, dan bilangan-bilangan; dan mereka, yang kepadanya kebenaran itu dinyatakan, telah menyusun pikiran-pikiran itu dalam bahasa manusia. >> Karakter manusia yang tidak sempurna masih tetap terpancarkan dari tulisan- tulisan mereka yang mungkin kesulitan menterjemahkan pesan-pesan rohani ALLAH ke dalam bahasa manusia. >> Kebesaran ALLAH adalah membentuk manusia yang dewasa dan mandiri yang diajak bekerja sama didalam menyusun rencana keselamatan. Bukannya memperlakukan manusia sebagai robot yang hanya menerima dektean Firman. Dan ALLAH tidak pernah memilih orang-orang bodoh dan buta huruf sebagai penulis FirmanNYA. Sepuluh hukum itu telah diucapkan Allah sendiri, dan telah dituliskan oleh tangan-Nya sendiri. Sepuluh hukum itu adalah karangan ilahi, bukan susunan manusia. Tetapi Alkitab, yang berisi kebenaran yang diberikan Allah dan dinyatakan dalam bahasa manusia, menunjukkan persatuan ilahi dan manusia. Persatuan seperti itu terdapat dalam diri alamiah Kristus, yang adalah Anak Allah dan anak manusia. Jadi adalah sesuai dengan Alkitab dan sesuai juga dengan Kristus, bahwa, "Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita." (Joh. 1: 14) Oleh karena di tulis pada zaman yang berbeda-beda, oleh penulis yang ber-beda kedudukan dan pekerjaan serta karunia mental dan rohani yang berbeda pula, maka buku-buku dalam Alkitab itu menunjukkan perbedaan dalam pola penulisan dan demikian juga pokok-pokok bahasan yang diungkapkan. Berbagai bentuk ekspresi telah digunakan oleh para penulis. Sering kebenaran yang sama lebih menarik perhatian dinyatakan oleh seseorang penulis daripada seseorang penulis yang lain. Dan sementara beberapa penulis menyatkan suatu pokok bahasan dalam berbagai aspek dan hubungannya, mungkin akan tampak kepada pembaca yang lalai, dangkal dan berprasangka buruk sebagai suatu perbedaan dan kontradiksi.Tetapi bagi pelajar Alkitab yang sungguh-sungguh dan khidmat, dengan pandangan yang terang, akan melihat dengan jelas keharmonisan yang mendasar. Sebagaimana dinyatakan melalui berbagai pribadi yang berbeda, maka kebenaran itu ditunjukkan dalam aspeknya yang berbeda-beda. Seorang penulis lebih terkesan dengan satu fase pokok pelajaran; ia mengambil pokok-pokok yang sesuai dengan pengalamannya atau dengan daya tangkap atau daya nalarnya dan apresiasinya. Yang lain menangkap fase yang lainnya, dan masing-masing dengan tuntunan Roh Suci, menyatakan apa yang paling berkesan kepada pikirannya -- aspek kebenaran berbeda-beda tetapi semuanya harmonis secara sempurna. Dan kebenaran yang telah di-nyatakan itu bersatu membentuk suatu kesatuan yang utuh, untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam segala keadaan dan pengalaman hidup. >> Hanya ada 1 kebenaran saja yang dilihat dari berbagai aspek/sisi, sama seperti orang yang melihat Tugu Monas secara berkeliling. Allah sangat senang mengkomunikasikan kebenarannya kepada dunia ini dengan perantaraan manusia, dan Dia sendiri, melalui Roh Kudus-Nya, menyanggupkan manusia itu untuk melakukan tugas ini. Ia menuntun pikir-an dalam memilih kata-kata yang akan diucapkan dan yang akan dituliskan. Harta surgawi itu dipercayakan kepada wadah duniawi, namun, itu tetap harta dari Surga. Kesaksian disampaikan melalui ungkapan bahasa manusia yang tidak sempurna, namun, itu tetap kesaksian Allah. Dan anak Allah yang percaya dan menurut melihat di dalam kesaksian itu kemuliaan kuasa ilahi, penuh rakhmat dan kebenaran. >> Sekalipun Alkitab tulisan manusia, namun itu tetap Firman ALLAH. Atau dengan kata lain: Alkitab adalah Firman ALLAH yang dituliskan oleh manusia. Di dalam firman-Nya, Allah telah menyampaikan kepada manusia pengetahuan yang perlu untuk keselamatan. Alkitab harus di terima sebagai pernyataan kehendak Allah yang teguh dan penuh kuasa. Alkitab adalah standar tabiat, yang menyatakan doktrin (ajaran) dan ujian pengalaman. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Tim. 3:16,17). >> Teguh artinya tidak bisa digoyang/diubah-ubahkan. >> Penuh kuasa artinya memiliki otoritas sebagai standart kebenaran. Namun, meskipun Allah telah menyatakan kehendak-Nya kepada manusia melalui firman-Nya, kehadiran dan tuntunan Roh Kudus yang terus menerus tetap diperlukan. Sebaliknya, Roh itu telah dijanjikan oleh Juru Selamat kita, untuk membukakan Firman itu kepada hamba-hamba-Nya, untuk menyinarkan dan menerapkan pengajaran-Nya. Dan oleh karena Roh Allahlah yang mengilhamkan Alkitab itu, maka tidak mungkin pengajaran Roh bertentangan dengan Firman itu. >> ROH KUDUS bukan YESUS. Roh tidak diberikan atau dikaruniakan untuk menggantikan Alkitab, karena Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa firman Allahlah standar untuk menguji semua pengajaran dan pengalaman. Rasul Yohanes mengata-kan, "Saudara-sudaraku yang kekasih, janganlah percaya setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia." (1 Yoh.4:1) Dan nabi Yesaya mengatakan, "Carilah pengajaran dan kesaksian. Siapa yang berbicara tidak sesuai dengan perkataan itu, maka tidak terbit fajar baginya."(Yes.8:20) >> ROH KUDUS tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan posisi Alkitab. Ini perlu menjadi perhatian gereja Katolik dan aliran Pantekosta, supaya mereka tidak merasa diperintahkan ROH KUDUS untuk mengubah-ubah ajaran Alkitab. Justru Alkitab yang harus kita gunakan untuk menyelidiki roh itu berasal dari mana? Sebab kalau ROH KUDUS tidak mungkin bertentangan dengan Alkitab. Karena itu ada baiknya jika gereja-gereja Minggu memikirkan hari ibadah mereka yang tidak sesuai dengan Alkitab. Bahwa gereja Katolik tidak memiliki otoritas untuk mengubah Alkitab. Pekerjaan Roh Kudus telah di cela oleh kesalahan sekelompok orang yang mengatakan bahwa mereka mendapat terang, dan mengatakan bahwa tidak diperlukan lagi tuntunan dari firman Allah. Mereka dikuasai dan diperintah oleh kesan yang mereka anggap sebagai suara Allah di dalam jiwa mereka. Te-tapi roh yang mengendalikan mereka bukan Roh Allah. Mengikuti kesan seperti ini, yang mengabaikan Alkitab, hanya menuntun kepada kekacauan, kepada penipuan dan kebinasaan. Hal ini hanya memperluas bentuk-bentuk rencana si jahat. Oleh karena pelayanan Roh Kudus sangat penting bagi jemaat Kristus, adalah salah satu alat-alat Setan, melalui kesalahan-kesalahan orang-orang fanatik dan ekstrim pekerjaan Roh itu tercela, dan menyebabkan umat Allah mengabaikan sumber kekuatan yang telah disediakan Tuhan kita sendiri. >> Hati-hati dengan perasaan yang dianggap sebagai seolah-olah berasal dari ROH KUDUS lalu lebih suka mengabaikan Alkitab. Selaras dengan firman Allah, Roh-Nya akan meneruskan pekerjaan-Nya selama pengabaran Injil. Pada zaman-zaman pengilhaman Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Roh Kudus tetap mengkomunika-sikan terang kepada pikiran individu-individu, selain dari wahyu yang dimasukkan dalam Peraturan Kudus (Sacred Canon). Alkitab itu sendiri, melalui Roh Kudus, menghubungkan bagaimana manusia menerima amaran, teguran, nasihat dan petunjuk dalam hal-hal yang tidak berhubungan dengan pemberian Kitab-kitab itu. Disebutkan mengenai para nabi yang hidup di berbagai zaman, yang perkataan-perkataannya tidak di catat. Demikian juga setelah penutupan penulisan Kitab-kitab itu, Roh Kudus masih meneruskan pekerjaan-Nya untuk menerangi, mengamarkan dan menghiburkan anak-anak Allh. Yesus menjanjikan kepada murid-murid-Nya, "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan di utus oleh Bapa atas nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu kepada seluruh kebenaran; . . . dan Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang." (Yoh. 14:26; 16:13) Dengan jelas Alkitab mengajarkan bahwa janji-janji ini tidak terbatas hanya kepada zaman rasul-rasul, tetapi berlanjut kepada jemaat Kristus pada segala zaman. Juru Selamat meyakinkan pengikut-pengikut-Nya, " . . . Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:20) Dan Rasul Paulus menyatakan bahwa karunia dan penyataan Roh telah diberikan kepada jemaat "untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus." (Epes. 4:12,13) >> Jadi, Advent dan Islam jangan begitu saja mengakhiri pewahyuan dengan menyatakan Ny. White atau Muhammad sebagai nabi terakhir, jika orang masih belum sepenuhnya mengenali ANAK ALLAH. Ada yang bilang YESUS itu ALLAH, sementara yang Islam berpikir YESUS itu nabi biasa. Sebelum orang mengenal YESUS – ANAK ALLAH, maka ROH KUDUS masih akan terus-menerus meluruskannya. Rasul itu berdoa bagi orang-orang percaya di Epesus, "dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia membe-rikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengha-rapan apakah yang terkandung di dalam panggilan-Nya . . . dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya" (Epes. 1:17-19). Pelayanan Roh ilahi yang memberi terang kepada pengertian dan yang membukakan pikiran kepada firman Allah yang kudus, itulah yang dimohonkan Rasul Paulus bagi jemaat Epesus. Setelah penyataan ajaib Roh Kudus pada hari Pentakosta, Rasul Petrus mendorong orang-orang supaya bertobat dan memberi diri di baptis di dalam nama Kristus untuk keampunan dosa-dosa mereka, dan ia berkata, " . . . maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan di panggil oleh Tuhan Allah kita" (Kisah. 2:38,39). Dalam hubungan dengan pemandangan pada hari besar Allah itu, Tuhan melalui nabi Yoel telah menjanjikan suatu manifestasi khusus Roh Kudus-Nya(Yoel 2:28). Nubuatan ini sebagian digenapi pada kecurahan Roh pada Hari Pentakosta itu. Tetapi Nubuatan itu akan mencapai kepenuhan penyataan rakhmat ilahi, yang akan membantu penyelesaian pekabaran Injil pada akhir zaman. Pertikaian besar antara yang baik dan yang jahat akan bertambah intensitasnya pada akhir zaman. Pada segala zaman, kemarahan Setan telah dimanifestasikan terhadap jemaat Kristus. Dan Allah telah mengaruniakan rakhmat-Nya dan Roh-Nya kepada umat-Nya untuk menguatkan mereka berdiri tegak melawan kuasa si jahat itu. Bilamana rasul-rasul Kristus mem-bawa kabar Injil-Nya ke dunia ini dan mencatatnya bagi waktu yang akan datang, kepada mereka telah dikaruniakan terang Roh secara khusus. Akan tetapi sementara jemaat mendekati kelepasannya yang terakhir, Setan akan bekerja dengan kuasa yang lebih besar. Ia akan turun "dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." (Wah. 12:12). Ia akan bekerja "disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu." (2 Tes. 2:9). Selama enam ribu tahun otak pemberontakan ini -- yang pada suatu waktu adalah yang tertinggi di antara malaikat-malaikat Allah -- telah dengan sepenuhnya mengerahkan tenaganya untuk pekerjaan penipu-an dan pembinasaan. Semua kemampuan dan ketrampilan Setan serta kelicikan dan kekejaman yang dikembangkannya selama perjuangan pada segala zaman, akan dikerahkannya untuk melawan umat Allah pada pertikai-an terakhir. Dan dalam masa yang sangat berbahaya ini, pengikuti-pengikut Kristus harus membawa amaran kedatangan Tuhan ke dua kali ke dunia ini. Dan suatu umat yang "tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya" (2 Pet. 3:14) harus dipersiapkan untuk berdiri di hadapan-Nya pada waktu kedatangan-Nya itu. Pada waktu ini karunia khusus rakhmat ilahi dan kuasa sangat dibutuhkan oleh jemaat lebih daripada waktu zaman rasul-rasul. Melalui penerangan Roh Kudus, pemandangan pertentangan yang telah berlangsung lama ini, antara yang baik dan yang jahat, telah dibukakan kepada penulis buku ini. Dari waktu ke waktu saya telah diizinkan untuk me-mandang pada berbagai zaman pekerjaan pertikaian yang besar antara Kristus, Putra Kehidupan, Pencetus Keselamatan, dengan Setan, putra kejahatan, pencetus dosa, pelanggar pertama hukum Allah yang kudus. Per-musuhan Setan terhadap Kristus telah dimanifestasikan kepada pengikut-pengikut-Nya. Kebencian yang sama terhadap prinsip hukum Allah, cara penipuan yang sama, dengan mana kesalahan telah di buat tampaknya seolah-olah kebenaran, dengan mana hukum-hukum manusia telah menggantikan hukum Allah, dan manusia di tuntun untuk berbakti kepada makhluk-makhluk gantinya berbakti kepada Khalik, dapat ditelusuri dalam sejarah masa lalu. Usaha-usaha Setan untuk memberikan gambaran yang salah tentang tabiat Allah, menyebabkan manusia menyukai konsepsi yang salah mengenai Khalik, dengan demikian memandangnya sebagai yang menakutkan, dan membenci gantinya mengasihi. Usaha-usahanya untuk mengesampingkan hukum ilahi itu menuntun manusia untuk berpikir bahwa mereka telah terbebas dari tuntutan hukum itu. Dan penganiayaan yang dilakukan atas mereka yang berani menolak penipuannya telah selalu terjadi pada segala zaman. Hal itu dapat ditelusuri dalam sejarah para bapa, para nabi, para rasul, para martir (yang mati syahid) dan para pembaharu. Dalam pertikaian besar terakhir, Setan akan menggunakan cara yang sama, memanifestasikan roh yang sama, dan bekerja untuk tujuan yang sama seperti pada zaman-zaman sebelumnya. Apa yang telah terjadi, akan terjadi lagi, kecuali bahwa pertarungan yang akan datang itu akan ditandai dengan intensitas yang luar biasa hebatnya, sebagaimana yang belum pernah disak-sikan oleh dunia ini. Penipuan Satan akan lebih licik, dan serangannya lebih tajam. "Sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan." (Mark. 13:22). Sementara Roh Allah membukakan kebenaran agung firman-Nya ke dalam pikiran saya, dan memperlihatkan pemandangan masa lalu dan masa yang akan datang, saya telah di suruh menyatakan kepada orang lain semua yang telah dinyatakan kepadaku -- untuk menelusuri sejarah pertikaian pada masa lalu, dan menyatakannya secara khusus untuk menerangkan pergumulan yang akan datang yang akan terjadi segera. Untuk mencapai tujuan ini, saya telah berusaha keras untuk menseleksi dan mengelompokkan peristiwa-peristiwa dalam sejarah gereja sedemikian rupa untuk menelusuri ujian besar kebenaran yang diungkapkan, yang pada waktu yang berbeda-beda telah diberikan ke dunia ini; kebenaran yang telah membangkitkan amarah Setan, dan rasa permusuhan gereja pecinta damai, dan yang telah dipertahankan oleh kesaksian orang-orang "yangtidak mengasihi nyawanya sampai mati." Dalam catatan sejarah itu, kita dapat melihat bayangan pertentangan yang akan datang di hadapan kita. Kalau kita menanggapinya dengan terang firman Allah dan dengan penerangan Roh Kudus-Nya, kita dapat melihat dengan jelas muslihat si jahat, dan bahaya yang harus dihindari oleh mereka yang dijumpai "tidak bersalah" di hadapan Allah pada waktu kedatangan-Nya. Peristiwa-peristiwa besar yang telah menandai kemajuan pembaharuan pada masa lalu, adalah bahan-bahan sejarah, yang di kenal dan diakui secara universal oleh dunia Protestan. Peristiwa-peristiwa itu adalah fakta, yang tak seorangpun dapat menyangkalnya. Sejarah ini telah saya ungkapkan secara singkat, sesuai dengan ruang lingkup buku ini. Dan kesingkatan yang harus perlu diperhatikan, dan fakta-fakta yang telah dipadatkan dan diringkaskan sedapat mungkin tampak masih konsisten dengan pengetahuan penerapannya yang selayaknya. Dalam beberapa kasus, di mana ahli sejarah telah mengelompokkan peristiwa-peristiwa sedemikian rupa secara singkat, atau menyoroti pokok masalah secara lengkap, atau telah meringkaskan rincian sejarah itu dalam cara yang mudah dimengerti dan serasi, kata-katanya telah di kutip. Tetapi dalam hal lain tidak diberikan kredit khusus, karena pengutipan tidak dilakukan dengan maksud mengutip penulis tersebut sebagai otoritas, tetapi karena perkataannya memberikan penekanan penyajian pokok masalah. Dalam menceriterakan pengalaman dan pandangan mereka yang melanjutkan pembaharuan di zaman kita, penggunaan yang sama dilakukan atas karya-karya mereka yang telah diterbitkan. Tujuan penerbitan buku ini bukan hanya menyatakan kebenaran yang baru mengenai perjuangan di masa lampau, yang menyatakan fakta dan prinsip yang mempunyai dampak penekanan pada peristiwa-peristiwa yang akan datang. Tetapi bilamana di pandang sebagai satu bagian dari pertikaian antara kuasa terang dan kuasa kegelapan, maka semua catatan di masa lampau ini tampaknya mempunyai makna yang baru; dan melalui catatan-catatan itu terang terpancar ke masa depan, menerangi jalan mereka yang di panggil, seperti para pembaharu pada zaman dahulu. Meskipun harus mengorbankan harta duniawi, mereka terus bersaksi "bagi firman Allah dan kesaksian Yesus Kristus." Tujuan menerbitkan buku ini ialahuntuk membukakan adegan pertikaian besar antara kebenaran dan kesalahan, untuk menyatakan tipu muslihat Setan, dan cara-cara dengan mana ia mungkin bisa di tolak; untuk mengete-ngahkan penyelesaian yang memuaskan atas masalah besar kejahatan, mene-rangkan asal-mula dan akhir dosa dengan menyatakan sepenuhnya keadilan dan kebaikan hati dan kasih Allah dalam hubungannya dengan makhluk-Nya; dan menunjukkan hukum-Nya yang kudus dan tak berubah. Itulah tujuan buku ini. Agar supaya melalui pengaruh buku ini jiwa-jiwa boleh diselamat-kan dari kuasa kegelapan, dan menjadi "ikut mempunyai bagian dalam warisan orang-orang saleh," memuliakan Dia yang mengasihi kita, dan menyerahkan diri-Nya untuk kita, itulah doa sungguh-sungguh penulis buku ini. E. G. W. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 1. TAUHID Tauhid adalah ajaran untuk menyembah kepada ALLAH yang esa. Dan Islam mengklaim dirinya sebagai agama Tauhid. Bagaimana dengan Kristen? Ya, jangan tanya pada agama Kristen, donk. Sebab Kristen itu ada 666 denominasi, sementara Alkitabnya hanya satu. Karena itu sebaiknya kita bertanya pada Alkitab. Kalau kebanyakan agama Kristen itu memang menganut paham Trinitas, yaitu mempercayai pada adanya 3 TUHAN. Tapi Alkitab tidak demikian. Alkitab hanya mencatat adanya satu ALLAH saja. Tidak ada ALLAH yang lainnya. Dalam 10 Hukum ALLAH: >> Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Bangsa Yahudi diajarkan tidak boleh mengadakan ALLAH yang lain selain YAHWEH saja. YESUS-pun tidak boleh menjadi ALLAH ataupun dijadikan ALLAH. Orang-orang Kristen perlu memperhatikan baik-baik ayat ini. Pernyataan YESUS sendiri: >> Markus 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Seumur hidup YESUS tidak pernah menyatakan DiriNYA sebagai ALLAH. Ajaran rasul Paulus: >> 1Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." Rasul Paulus-pun tidak pernah mengajarkan bahwa YESUS itu ALLAH. Jadi, kebenaran atau Alkitab menyatakan dan mengajarkan bahwa hanya ada satu ALLAH saja. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa YESUS itu ALLAH. Kalau begitu siapakah YESUS? Kitab Perjanjian Lama: >> Yesaya 9:6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 9:7 (9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Kitab Perjanjian Lama yang diwakili oleh kitab Yesaya menyatakan bahwa YESUS adalah ANAK ALLAH. Bukan ALLAH. Jika disebut ALLAH, itu hanya sebagai sebutan. Sebutan bukanlah sebenarnya. Banyak orang memanggil saya: bapak. Padahal saya bukan bapaknya dan mereka bukan anak saya. Jadi, hanya sebutan saja. Karena itu nggak perlu pakai test DNA segala. Nggak perlu diusut. Nggak perlu dipersoalkan. Keterangan malaikat Gabriel: >> Lukas 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada- Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, Malaikat Gabriel menerangkan baik kepada Maria maupun kepada kita bahwa sebutan YESUS adalah ANAK ALLAH. Hanya sebutan. Jadi, bukan tentang ALLAH yang hamil dan melahirkan. Bukan anak secara biologis. Keterangan YESUS sendiri: >> Yohanes 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? YESUS hanya mengaku sebagai ANAK ALLAH, bukan ALLAH. Keterangan rasul Paulus: >> Ibrani 1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Rasul Paulus juga menyatakan YESUS sebagai ANAK ALLAH. Rasul Paulus memberikan pemisahan yang jelas antara ALLAH dengan ANAK ALLAH; >> 1Timotius 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 2. KEBESARAN YESUS a. Diciptakan yang pertama: >> Amsal 8 seluruh ayat. >> Wahyu 3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: b. Pencipta alam semesta: >> Ibrani 1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. >> Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. c. Penerima kepenuhan KEALLAHAN: >> Kolose 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, >> Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. d. Disembah malaikat: >> Nehemia 9:6 "Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu. >> Ibrani 1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." e. Disebelah kanan ALLAH; >> Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, 3. DOSA WARIS DAN PENEBUSAN DOSA: Benarkah nabi-nabi Perjanjian Lama tidak mengenal adanya dosa waris dan penebusan dosa? Logika sederhananya begini; Sebelum jatuh ke dalam dosa, Adam dan Hawa berada di dalam Taman Eden, tapi setelah berbuat dosa mereka diusir dari Taman Eden. Ketika di Taman Eden mereka belum mempunyai keturunan. Mereka baru mempunyai keturunan setelah keluar dari Taman Eden. a. Keberadaan 2 tempat; Taman Eden dan diluar Taman Eden sudah memberitahukan kepada kita bahwa ada tempat suci dan tempat dosa. Sama halnya rumah dengan penjara, memberitahukan tentang kebenaran dan kesalahan. Karena itu, dimanakah anda kini berada sudah memberitahukan keadaan anda suci atau berdosanya. Sekalipun sebagai bayi anda tidak mempunyai dosa, namun anda adalah keturunan orang berdosa. b. Ketika Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, Taman Eden menjadi kosong. Tidak ada seorangpun ada disana. Karena itu setiap manusia bisa dipastikan adalah anak keturunan Adam. Dan karena Adam disebut berdosa, maka seluruh anak-anaknya adalah anak-anak dosa. c. Saya tidak bicarakan agama Kristen, melainkan agama Islam. Mengapa agama Islam perlu diturunkan kepada manusia? Mengapa semua orang diharapkan masuk Islam kalau tidak oleh sebab adanya dosa yang menghinggapi seluruh umat manusia? Jadi, secara tidak sadar anda sendiri sudah mengakui adanya dosa waris. Bahwa semua orang yang diluar Islam sedang terancam hukuman ALLAH. Karena itu mereka dihimbau masuk Islam supaya diselamatkan. d. Melalui Taurat, bangsa Yahudi diajari tentang penebusan; >> Kalau berdosa kepada ALLAH, tebusannya adalah menyembelih domba. >> Gigi ganti gigi dan nyawa ganti nyawa adalah ajaran Taurat. Itu adalah pelajaran mengenai tanggungjawab. Kalau anda memecahkan piring, harus diganti piring. Kalau anda menabrak orang, anda harus mengobatkan orang itu. Kalau anda mencuri, penebusannya adalah penjara. >> Kalau anda bisa mengakui bahwa seluruh dunia telah jatuh ke dalam dosa dan terancam hukuman neraka, maka bagaimana ada kehidupan kalau ALLAH tidak melakukan inisiatif menebus dosa kita? Bagaimana kita bisa memuji ALLAH: "ALLAH adalah kasih" kalau kita semua binasa?! Kalau piring ganti piring, kita masih mempunyai hidup untuk membeli piring yang lainnya lagi. Kalau kita mencuri dan masuk penjara, kita masih mempunyai hidup setelah keluar dari penjara. Tapi bagaimana kita masih mempunyai sesuatu kalau nyawa ganti nyawa? Habislah kita. Sebab upah dosa adalah maut. Dunia akan kosong melompong tanpa manusia kalau semua manusia berdosa dan masuk neraka. Nah, pertolongan dari ALLAH itu adalah YESUS, ANAK ALLAH, turun menjadi manusia, supaya DIA yang dibinasakan sehingga kita bisa diselamatkan. DIA yang tidak berdosa telah menjadi dosa karena kita. Ini tidak mungkin dilakukan oleh kita yang berdosa. Sebab kita semua sudah tidak mempunyai nyawa. Kalau anda di Bus memberikan tempat duduk anda kepada orang-orang tua, itu anda sudah menjadi penebus. Anda rela berdiri supaya orang tua itu bisa duduk. Kalau anda melihat ibu anda menjinjing tas yang berat, lalu anda menggantikannya sehingga ibu anda diringankan, itu anda sudah menjadi Kristus. Jadi, setiap pekerjaan yang sifatnya mengambil alih pekerjaan orang lain itu adalah konsep penebusan. [diteruskan besok] xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
>>Surat-menyurat : hakekathidupku@yahoo.co.id, hakekathidupku_nolnol@yahoo.co.id,
>>Milis Group : hakekatku_00@yahoogroups.com, http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/
http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/
>> Bl o g : http://bloghakekatku.blogspot.com |
Attachment(s) from Telupitu Mahadewa
1 of 1 File(s)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar