Keluarga Korban Penembakan
Usut Tuntas Penembakan di Timika
Jean Rizal Layuck | Marcus Suprihadi
MANADO, KOMPAS.com Kepolisian diminta mengusut dan mengungkap pelaku penembakan di Timika, Papua. Penembakan misterius agar tidak dibiarkan begitu saja dan menebar teror terhadap masyarakat dan karyawan PT Freeport Indonesia.
Hanny Pantouw, kakak ipar Thomas Bagensa (52), korban tewas penembakan di Timika, mengatakan, pengungkapan kasus diikuti tindakan hukum menjadi dambaan pihak keluarga.
"Cukup Hui (Thoma) yang jadi korban. Kami berharap ini kejadian terakhir," katanya saat ditemui di Manado, Kamis (12/1/2012).
Menurut Hanny, ada beberapa keluarganya bekerja di PT Freeport dalam keadaan cemas. Dikatakan, 2.000 warga Sulawesi Utara bekerja di Freeport.
Insiden itu diduga kecelakaan tunggal. Namun, dalam penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi mereka ditembak. Indikasi itu dikuatkan dengan penemuan lima selongsong peluru dan proyektil dalam tubuh kedua korban. Jenazah Thomas Bagensa rencananya dimakamkan di Pekuburan Maumbi, Minahasa Utara, Jumat besok, setelah dibawa ke Manado pada Rabu malam dari Jakarta.
Lebih dari 100 kerabat dan warga Manado menjemput kedatangan jenazah Bagensa di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Rabu malam. Istri korban, Deitje Pantouw, dan putrinya, Mega Bagensa, terkulai lemas saat jenazah digiring keluar pesawat.
Selanjutnya, jenazah diangkut dengan mobil dan disemayamkan di rumah keluarganya di Jalan Sam Ratulangi, Manado. Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Papua ke Jakarta untuk diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Mega yang tinggal di Timika ikut ke Jakarta menyaksikan proses otopsi ayahnya. Hanny mengatakan, tubuh korban mengalami luka bakar serius dan 80 persen tak dapat dikenali sehingga peti jenazah tak diizinkan dibuka.
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar