Insiden di Insiden Aceh memiliki pola yang sama.
Kekerasan dan teror bersenjata yang terjadi di Aceh belakangan ini diduga terkait dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di provinsi tersebut."Ini ada kaitannya dengan politik pilkada Aceh," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Aceh Hospi Novizal kepada Tempo di Banda Aceh kemarin.Lembaga itu mengeluarkan pernyataan bersama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat lainnya seperti Kontras Aceh, GeRAK Aceh, dan koalisi NGO HAM.
Menurut dia, kisruh pilkada merupakan salah satu faktor utama penyumbang aksi kekerasan bersenjata di Aceh. "Kami melihat sebuah bangunan konflik yang besar yang belum terselesaikan," ujar Hospi, yang bertindak selaku juru bicara empat lembaga tersebut.
Untuk menuntaskan kekerasan bersenjata di Aceh, tindakan yang perlu diambil adalah penuntasan kisruh pilkada oleh pemerintah pusat dalam bentuk dialog yang bermuara pada kompromi semua pihak, dengan langkah yang bijak dan tepat. Dengan demikian, kata Hospi, semua pemangku kepentingan memiliki tujuan yang sama untuk menyukseskan pilkada, termasuk melawan segala bentuk kekerasan.
Insiden kekerasan yang terjadi di Aceh dalam empat hari terakhir memiliki pola yang sama, terutama jika dilihat dari korban tindak kekerasan yang berasal dari etnis tertentu. Lembaga pegiat hak asasi manusia di Aceh berasumsi, pelaku ingin menebar ketakutan secara khusus kepada etnis tertentu sekaligus memicu bangkitnya kebencian antaretnis. Jika skenario ini berhasil diwujudkan oleh pelaku, maka tidak hanya pilkada yang terganggu, tapi juga perdamaian di Aceh.
Pihaknya meminta aparat kepolisian agar serius me ngungkap tuntas kasus tersebut. Dia menilai, terlalu dini jika menilai aksi teror ter sebut adalah aksi kriminal murni dan tidak berkaitan dengan pilkada.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf me ngatakan, penembakan ini me rupakan aksi kriminal yang , tidak ada kaitannya dengan politik.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Ajun Komisaris Besar Gustav Leo mengatakan saat ini Polda Aceh masih melakukan pengembangan kasus penembakan yang terjadi di Aceh. "Beberapa kegiatan dilakukan, yaitu melakukan analisa terhadap hasil pemeriksaan saksi yang telah diperiksa, mempelajari hasil temuan di TKP, dan mengevaluasi pola atau cara dalam menggunakan senjata api," ujarnya kepada Tempo.
Pihaknya, menurut dia, akan berkomitmen dalam mengungkap kasus tersebut dan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku sampai tertangkap.
Polda Aceh saat ini rutin melakukan razia kendaraan bermotor dan meningkatkan patroli di beberapa tempat tinggal masyarakat, serta memberikan pengamanan tertutup dan terbuka di tempat-tempat yang ramai dan padat. ADI WARSIDITIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.
Mailing bebas => Meukra-subscribe@yahoogroups.com
-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@yahoogroup.com
**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
: Meukra-subscribe@yahoogroups.com
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://PPDi.cjb.net/
http://groups.yahoo.com/group/PPDi/messages
ALL ADVERTISERS THAT HAVE NOTHING TO DO WITH condemning indon WILL BE BANNED WITHOUT WARNING!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar