Dengan penjelasan anda ini, anda tampak lebih pintar dari ulama besar mana pun di dunia ini yang menolak syiah seperti Buya Hamka atau HM Rasyidi dari Indonesia atau Ihsan Ilahi Zahir dari Pakistan, mas Wahyudi :-).
Menurut anda satu2nya perbedaan antara syiah dan sunni adalah syiah menganggap imam2 mereka maksum. Sementara untuk hal2 yang lain sama persis. Sungguh luar biasa kalau hanya dengan satu perbedaan itu mereka kemudian menjadi sekte tersendiri yang usianya hampir sama dengan usia Islam itu sendiri. Yang sepanjang usianya seringkali menimbulkan gesekan bahkan pertumpahan darah di kalangan umat Islam. Sungguh ini adalah fenomena ajaib namun mengerikan yang terjadi selama berabad-abad di tubuh umat Islam: perang dan beda sekte hanya gara2 satu perbedaan saja, yaitu dalam hal memandang imam. Itu pun kalau apa yang anda katakan itu benar.
--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, wahyudi abdurrahim <karangful@...> wrote:
>
> tentang studi hadis, kesimp[ulannya:
> 1. perkembangan hadis di kalangan syiah lebih belakangan dibandingkan
> sunni. karena sewaktu masih ada imam, mereka banyak bergantungkepada para
> imam
> 2. sistem studi hadisnya sama, yaitu kritik matan dan sanad
>
> mengenai ijtihad yang terkadang bertolak belakang, diantara kalangan sunni
> punbanyak yang bertolak belakang. bahkan di mazhab fyafii sendiri, antara
> imam syafii dengan para pengikut mazhab kadang bertentangan. antara gazali
> dengan rafii, dengan imam nawawi kadang juga berbeda.
>
> demikian juga yang terjadi di syiah.
> jika kita cari persamaannya juga banyak. mereka sama-sama syahadat, sama2
> salat ke ka'bah, sama2 puasa ramadhan, zakat dan juga haji.
> masalah keimanan juga sama. bedanya hanya di imam maksum.
>
> untuk imam khamaini, ia bukan segala-galanya di syiah. masih banyak ulama
> besar selain khamaini seperti sayyid murtadha, tabatabai,
> imam tufi, imam syaukani dll.
>
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).
----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH
No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
(zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
(zakat) 00.91539400 - (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
( Zakat) 009.0033333 - (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
(zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
(Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
(zakat) 3001111110 - (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
(zakat) 2.700.002888 - (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
(zakat) 0230-01.001403.30-9 - (infaq) 0230-01.001404.30-5
Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444
DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505
b. Bantuan kemanusiaan ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505
Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN
email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar