Selasa, 27 Agustus 2013

PT Bintang Ilmu Dukung Khofifah, Suara Incumbent Diprediksi Hancur

Diperintah La Nyalla Mattaliti?
PT Bintang Ilmu Dukung Khofifah, Suara Incumbent Diprediksi Hancur
Menjelang pemungutan suara pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur (Jatim), popularitas pasangan Khofifah-Herman makin tak terbendung. Hal ini membuat La Nyalla Mattalitti yang juga ketua Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jatim, ketua Majelis Pertimbangan Pemuda Pancasila Jatim dan juga pengurus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) ciut nyalinya.

La Nyalla yang di awal proses pilgub Jatim 2013 ini tadinya tekenal sebagai pendukung pasangan Incumbent (Soekarwo-Syaifullah Yusuf), secara terang2an ataupun secara diam2 mulai memalingkan dukungan pada pasangan Khofifah-Herman. Maka diperintahkanlah Bassa Alim Tualeka yang merupakan Wakil Ketua Kadin Jatim yang juga merupakan direktur PT Bintang Ilmu & Group untuk mendukung Khofifah.

Selain itu, spanduk & banner kampanye dukungan pada pasangan Soekarwo-Syaifullah yang dibuat La Nyalla Mattaliti dkk, banyak yang tidak jadi dipasang, dan yang sudah terlanjur dipasang banyak yang sudah diturunkan oleh para anak buah/pegawai PT Bintang Ilmu dan anak buah La Nyalla, sebelum masa kampanye berakhir. Sebagaimana diketahui spanduk/banner kampanye pasangan Soekarwo-Syaifullah yang dibuat oleh La Nyalla berbeda dengan spanduk/banner kampanye pasangan Soekarwo-Syaifullah yang lain, dimana dalam spanduk/banner yang dibuat oleh La Nyalla dkk, dibawahnya selalu tercantum tulisan La Nyalla Academia, Kadin Institute dengan gambar La Nyalla baik berukuran kecil atau besar. Sebagai gantinya, yang banyak dipasang adalah spanduk/banner kampanye dari direktur PT Bintang Ilmu Group, Bassa Alim Tualeka yang mendukung pasangan Khofifah-Herman. Dan jika diamati secara teliti,  yang memasang banner/spanduk kampanye Alim Tualeka mendukung Khofifah itu  adalah orang2 yang sama dengan yang sebelumnya memasang spanduk/banner La Nyalla mattaliti yang mendukung pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf.

Ini mungkin merupakan langkah La Nyalla dkk seperti pilgub 2008, dimana La Nyalla dkk yang tadinya merupakan pendukung Khofifah, pada detik2 akhir beralih mendukung Soekarwo, karena saat itu dukungan masyarakat condong pada Soekarwo. Dan beralihnya dukungan La Nyalla dkk saat itu setelah mendapat dana dll, membuat kubu Khofifah kelimpungan, sehingga kampanye tidak maksimal, juga para saksi di TPS tidak tersedia, sehingga akhirnya Soekarwo menang dalam pilgub Jatim 2008, dengan berbagai pernik isu kecurangan dibeberapa kabupaten/kota dll.

Dalam pilgub 2013 ini, langkah La Nyalla dll yang sudah mendapatkan dana kampanye, dana untuk honor saksi dll dari pasangan Soekarwo-Syaifullah, dan mengalihkan dukungan pada pasangan Khofifah-Herman baik secara terang2an ataupun secara diam2 seperti yang dilakukannya pada tahun 2008, membuat pasangan Soekarwo-Syaifullah kelimpungan. Ini bisa dilihat dengan tidak siapnya pasangan Soekarwo-Syaifullah untuk menyediakan para saksi di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar diberbagai wilayah di Jatim. Mungin tadinya untuk koordinasi & penyediaan para saksi pihak La Nyalla menawarkan dirinya untuk mengkoordinir & menyediakan para saksi, setelah disetujui dan mendapatkan dananya, ternyata sekarang pada detik akhir La Nyalla dkk mengalihkan dukungan pada pasangan Khofifah, membuat pasangan Soekarwo-Syaifullah kelabakan, karena untuk ketersediaan para saksi di TPS itu mereka sama sekali tidak siap, padahal pemilihan gubernur akan berlangsung dalam hitungan beberapa jam lagi.

Oleh karena itu sangatlah wajar, jika pasangan Khofifah sangat bersyukur atas dukungan dari direktur PT Bintang Ilmu yang juga Wakil Ketua Kadin Jatim tersebut, sebagaimana dikemukakan pada kampanyenya di lapangan GOR Sidoarjo sebagaimana berita dari SidoarjoNews http://www.sidoarjonews.com/khofifah-terharu-usaha-memenangkan-berkah/#.UhxnlH899SV dimana Khofifah menyatakan sangat terharu atas perjuangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Kadin Jatim, untuk memenangkan Berkah (singkatan/julukan dari pasangan Khofifah-Herman).

Sebenarnya sikap dari La Nyalla dkk ini bisa diprediksi sebelumnya. Dimana La Nyalla adalah orangnya Aburizal Bakrie. Ini tampak dalam berbagai konflik PSSI lalu dimana La Nyalla bersama Nirwan Bakrie mencoba menyingkirkan pengurus PSSI maupun klub sepakbola yang tidak mau patuh pada Nirwan dan La Nyalla. Korbannya diantaranya adalah klub legendaris Jatim yakni Persebaya-Surabaya, Arema-Malang dll yang saat ini oleh La Nyala sebagai pengurus PSSI tidak boleh ikut kompetisi. Dan alasan La Nyalla adalah karena dia yang berkuasa di PSSI maka wajar jika dia mengutamakan orang2nya dan hanya klub yang patuh padanya yang boleh berkompetisi di liga PSSI sebagaimana berita http://www.sahabatbola.com/news/pssi-tutup-pintu-5-klub-ipl

Dan dalam pilgub Jatim 2013 ini jauh2 hari sudah tampak perubahan dukungan dari Aburizal Bakrie, yang tadinya mendukung Soekarwo-Syaifullah beralih mendukung pasangan Khofifah-Herman, sehingga Martono ketua Golkar jatim yang mendukung Khofifah dipecat dan diganti dengan orang yang mendukung pasangan Herman-Khofifah sebagaimana ramai diberitakan berbagai media massa. Dan dalam usulan pemecatan ketua Golkar Jatim tersebut, disebut2 keterlibatan La Nyalla dkk sangatlah kuat.

Selain mulai menggembosi suara pasangan Soekarwo-Syaifullah, La Nyalla dkk juga mencoba menggembosi suara pasangan cagub Jatim yang lain, yakni pasangan Bambang-Said yang didukung oleh PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Upaya penggembosan itu dilakukan dengan melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bambang DH dalam kasus jasa pungut saat Bambang menjabat walikota Surabaya pada Polda Jatim dan laporan pada Kejaksaan Tinggi Jatim tentang dugaan korupsi dari Bambang DH & Saleh Mukadar pendukung pasangan Bambang-Said sekaligus ketua  klub Persebaya-Surabaya, yang merupakan salah satu klub sepakbola di Jatim yang ingin dimatikan kiprahnya oleh La Nyalla, karena dianggap tidak mau patuh pada La Nyalla sebagai pimpinan PSSI. Dan kasus yang dilaporkan pada Kejaksaan Tinggi jatim tersebut, ada tuduhan bahwa sebagian hasil korupsi mengalir untuk pembiayaan klub persebaya. Dengan laporan pada polisi dan kejaksaan tersebut, diperkirakan masyarakat tidak akan simpati pada pasangan Bambang-Said, dan juga Bambang-Said akan terpecah konsentrasinya karena direpotkan oleh aparat hukum, yang telah mengumumkan pada media massa bahwa aparat hukum akan memanggil Bambang DH dkk untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi, begitu pelaksanaan coblosan pilgub selesai.

Tali Rafia - Tali Sepatu
Sesama Mafia Pasti Bersatu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar