Jumat, 31 Agustus 2012

Re: [babadbali] Janur berformalin

 

OM Swastyastu
Pak Ngah kita di Bali sudah tahu banten itu bukan rayunan Ida Batara. Itu simbol kasih sayang kita kepada Ida. Masa Ida Batara ngrayunan BengBeng :)
Kan dianjurkan semua banten bisa dilungsur, nanti kalau bengu karena dibuka kita salahkan Ida?
OM Santih, Santih, Santih. OM
Donny


From: "Karma, I Nengah [PT.Supraco Indonesia]" <inengahk@chevron.com>
Sender: babadbali@yahoogroups.com
Date: Fri, 31 Aug 2012 15:55:51 +0800
To: <peradah-indonesia@yahoogroups.com>; <suarautara@yahoogroups.com>; <K_M_H_D_I@yahoogroups.com>; <babadbali@yahoogroups.com>
ReplyTo: babadbali@yahoogroups.com
Subject: [babadbali] Janur berformalin

 

Om swastyastu

Jaman globalisasi orang mau serta instan dan serba cepat alasannya tidak ada waktu untuk memasak. Begitu juga orang bali saat ini maturan yang serba higienis sehingga banten yang disugguhkan serba terbungkus seperti permen, coklat, coca cola kaleng dll.

Anehnya lagi orang bali saat ini menyukai janur yang berformalin, alasannya janurnya bersih dan tahan lama walupun agak mahal.

Kalau di pikir secara logika, janur yang berformalin bisa meracuni lungsuran ( buah 2 dan tumpeng dll) yang sudah tentu akan meracuni tubuh kita juga.

Iklaskah kita maturan kalau makanannya serba dibungkus?

Apa ada mantranya agar tuhan bisa membuka kulit Permen, Coklat, Coca cola ini

ampure

Om shanty 3 om

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk menghentikan keanggotaan, mohon kirimkan email kosong kepada:
babadbali-unsubscribe@yahoogroups.com

.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar