Selasa, 21 Agustus 2012

[iklan_indonesia] woww.. PT Offistarindo Adhiprima vs KPK = KPK Ragu?: Padahal BPK Telah Ungkap Dugaan Korupsi Departemen Agama, Laboratorium Madrasah Rp.18M

 

mungkinkah KPK sedang melakukan pembusukan terhadap fungsi lembaga
negara yang lain, seperti BPK misalnya. sehingga BPK tidak akan
dihormati masyarakat. Agar cuma KPK yang citranya bagus, dihormati &
dipercaya masyarakat? pencitraaan menuju 2014?
Maaf ini cuma analisa masyarakat pinggiran di warung kopi
__________________________________________________________
"PT. Manaeungteung Anugerah Mandiri Ajimut" <ajimut@gmail.com> wrote:
perusahaan seperti PT Offistarindo Adhiprima ini secara tidak langsung
merusak dunia pendidikan, dan membuat dana pendidikan dihambur2kan
secara percuma. karena memberi barang yang tidak bisa dimanfaatkan.
Ini selain mencemarkan
kredibilitas dunia usaha, juga membuat pembangunan dalam dunia
pendidikan bisa terpuruk

http://basic-n.blogspot.com/2012/07/ideliar-kenapa-kpk-ragu-bpk-ungkap.html

Kenapa KPK Ragu?: BPK Ungkap Kejanggalan Proyek Laboratorium Madrasah Rp.18M

Kenapa KPK ragu dalam menangani 2 kasus yang secara bersamaan sedang
ditelisiknya?

Untuk dugaan kasus
korupsi proyek pengadaan Al Quran Rp.20M KPK langsung bergerak dan menetapkan tersangka, menggeledah dll.

Sedangkan
untuk dugaan kasus korupsi proyek laboratorium bahasa Rp.18M yang sudah
jelas ada temuan dan rekomendasi dari BPK (Badan pemeriksa Keuangan)
sebagaimana berita koran tempo dibawah ini, KPK terkesan masih ragu2
melangkah, dengan alasan masih sibuk ngurus korupsi Al Quran.

Ada apa?

Pertanyaan2
semacam ini sebaiknya mendapat penjelasan yang tegas dan jujur dari
KPK. Sehingga bisa menimbulkan dugaan di
masyarakat bahwa KPK melakukan penanganan korupsi secara tebang pilih.
Artinya KPK hanya merupakan lembaga untuk cari nama seolah2 lembaga ini
melakukan pemberantasan
korupsi, akan tetapi sebenarnya tidak.

Jika pertanyaan tidak
segera ditindak-lanjuti dengan action, yakni memeriksa intensif dugaan
korupsi laboratorium bahasa tersebut, Lembaga KPK bisa dipandang
masyarakat hanya merupakan alat menggiring opini bahwa di Indonesia ada
sebuah lembaga yang bersih untuk memberantas korupsi, padahal sebenarnya
tidak. Bahkan bisa saja dianggap bahwa KPK merupakan lembaga yang
dijadikan alat untuk menjadikan seseorang sebagai pelaku dugaan tindak
pidana korupsi, jika orang itu bukan merupakan bagian dari sebuah
konspirasi (gangster) dimana bisa membuat kesan bahwa KPK hanyalah alat
dari konspirasi (gangster) besar dan atau hanya menindak mereka2 yang tidak bisa memberi
setoran besar.

Sudah saatnya KPK tidak hanya melakukan tindakan yang hanya bertujuan menciptakan pencitraan pada dirinya

Pertanyaan lain yang menggelitik, siapakah pemilik PT. OA (Offistarindo Adhiprima) agen tunggal alat laboratorium
bahasa merk longsea yang diduga merupakan barang impor dari China yang di beberapa daerah di Indonesia di beri kesan sebagai produk lokal (lihat www.mediatek-lab.com) yang dalam berita koran tempo dibawah ini disebutkan tidak bisa memberi manfaat tapi dijual pada proyek pemerintah dengan harga mahal dari kepatutan? KOK BISA MEMBUAT KPK JADI RAGU-RAGU

Hal ini perlu ditelusuri, karena jika dilihat dalam www.mediatek-lab.com
produk tersebut juga dijual pada proyek pemerintah melalui program dana
alokasi khusus pendidikan yang merupakan program dari kementrian
pendidikan nasional. Artinya alat laboratorium bahasa merk longsea ini
selain ada dugaan korupsi di kementrian agama dan sudah tersebar di
madrasah, bisa juga terjadi dugaan korupsi dikementrian pendidikan, dan
sudah tersebar disekolah2 di Indonesia.

Untuk itu
perlu diselidiki, apakah memang produk laboratorium bahasa itu diberi
merk longsea, karena disana memang ada pabrik produk laboratorium bahasa
dengan merk longsea, atau hanya merupakan produk impor serabutan, tidak
jelas kualitasnya (abal2) lalu kemudian diberi merk asal2an, dengan
nama longsea

__________________________________________________________

Fri, 7/6/12 "Sunny" <ambon@tele2.se> wrote:

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/07/05/ArticleHtmls/KASUS-KORUPSI-KEMENTERIAN-AGAMA-BPK-Ungkap-Kejanggalan-Proyek-05072012003014.shtml?Mode=0

KASUS KORUPSI KEMENTERIAN AGAMA

BPK Ungkap Kejanggalan Proyek Laboratorium Madrasah

"Seharusnya sudah ditindaklanjuti."

Pengadaan alat laboratorium bahasa untuk madrasah tsanawiyah pada 2010
senilai Rp 18 miliar di Kementerian Agama diduga bermasalah. Badan
Pemeriksa Keuangan meyakini proyek itu, "Berpotensi merugikan keuangan
negara jika harga barang yang diterima di bawah nilai kontrak," demikian
tertulis dalam hasil audit proyek yang diperoleh Tempo kemarin.

Proyek pengadaan alat laboratorium dan AlQuran tahun 2010-2011 ini
tengah ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi. Anggota Komisi Agama di
Badan Anggaran DPR dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, dan putra
sulungnya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Sinergi Alam Indonesia, ditetapkan sebagai
tersangka kasus suap untuk kedua proyek tersebut. Mereka diduga menerima
duit Rp 4 miliar.

Hasil audit proyek yang ditandatangani akuntan register negara Acep
Mulyadi pada 23 Mei 2011 menyebutkan pengadaan laboratorium besar
kemungkinan tak sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003
tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Salah
satu penyebabnya, situs help desk nasional dari CV AK (Adi Kersa?), pemenang tender
proyek, di http://www.offistarindo.com, tak menyediakan fitur forum diskusi antarwarga
madrasah. Selain itu, katalog produk, deskripsi, tujuan, dan manfaat
bagi pengguna tak lengkap.

Situs itu dimiliki oleh PT OA (Offistarindo Adhiprima?), agen tunggal peralatan laboratorium bahasa merek Longsea. Badan Pemeriksa juga menilai hasil pekerjaan dengan kontrak senilai Rp
18,196 miliar itu tak bisa memberi manfaat sesuai yang diharapkan.
Mereka menilai panitia pengadaan tak memahami peraturan lelang. Tim
penerima dan pemeriksa barang juga lalai menjalankan tugas.

Badan Pemeriksa merekomendasikan Kementerian Agama memberi sanksi
kepada kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, panitia
pengadaan, dan tim pemeriksa barang.

Anggota Komisi Agama DPR, Muhammad Baghowi, mendesak Kementerian Agama
menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan. "Apalagi audit itu
tahun 2011, se harusnya sudah ditindak lanjuti," kata politikus Partai Demokrat ini.

Wakil Menteri Agama Nasa ruddin Umar belum mengetahui hasil audit tersebut. "Saya tidak bisa menanggapi," katanya.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., menolak
menanggapi hasil audit. Ia mengatakan lembaganya masih menelusuri bahan pengadaan laboratorium madrasah tsanawiyah.

Menurut Johan, komisinya masih fokus pada pengadaan Quran. "KPK terus
mengejar data korupsi soal pengadaan laboratorium itu," ujarnya.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan semua informasi dan data BPK
itu akan diverifikasi lembaganya. "Untuk menemukan relevansi bukti
materiil," ujar dia.

Note: konfirmasi pada pemilik PT OA (Offistarindo Adhiprima), Jl. Roa Malaka Utara no.38-38A, Tlp: 021-6915075, Jakarta Barat 11230) yang bernama Harri Lo melalui sekretaris pribadinya yang bernama Sari pada nomor HP 08129033919 belum mendapat jawaban. Demikian juga Adik Dwi Putranto, SH, direktur CV AK (Adikersa), Komp. Ruko Kutisari Surabaya, sebagai pelaksana proyek laboratorium bahasa, ketika dihubungi pada HP 081330168809 & Flexi 031-5018380 juga belum memberi tanggapan.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar