Rabu, 15 Agustus 2012

Re: Bls: Bls: [M_S] Apa Maksud Wajib utk punya Kalender guna acuan ibadah dan muamalah?

 

Memang kita punya perbedaan sangat mendasar, itu wajar.

Salah satunya adl penggunaan akal, di mana bagi sy ini justru yg mendasar.
tanpa akal, tdk mungkin ada pemahaman. tanpa pemahaman seluruh amal kita  jadi kurang bernilai.

Salah satu problemnya adl penggunaan metode qiyas, yg memang seharusnya menggunakan induksi deduksi, tapi sy melihat kencenderungan ditarik ke arah analogi. seluruh problem kita mau ditarik ke jaman Nabi dan salafus sholeh, ada analoginya tdk?

Kalau tidak ada di jaman Nabi ya jgn diada-adakan, apalg tidak pernah dilakukan salafus sholeh. pemahaman mesti sama dg pemahaman ulama2 sebelumnya, tanpa mau melakukan validasi kembali.
ini mrp bukti metode analogi yg digunakan.

Sangat berbeda kalau kita menggunakan deduksi induksi. kita perlu mencapai nilai2 dasar yg generik untuk memutuskan suatu perkara, yg masih dlm lingkup hukum yg generik tadi. kapanpun jaman berubah, problem2 baru muncul, tidak perlu khawatir tidak ada contohnya, krn dpt diturunkan dari prinsip2 yg fundamental. 

Ayat2 AQ juga mengarahkan kita untuk mencermati alam, kmd menurunkan metodologi dlm mengambil pemahaman2 dari prinsip2 alam. dg metodologi tsb kita dpt buktikan kebenaran dari prinsip2 alam, yg juga diungkap dlm AQ. Artinya, AQ sendiri mendorong ke arah tsb dan kebenaran yg diperoleh dari sains jg mesti diakui sbg kebenaran dari Tuhan, dg proses yg dilakukan oleh manusia dg indera-akal-qalbunya.

Ketika para ulama tidak memperhatikan kebenaran dari sisi sains, di sinilah akan jadi problem mendasar. agama akan terlepas dari kehidupan manusia, tdk mampu lg menjadi dasar untuk menyelesaikan problem manusia. Menurut sy pemahaman2 Pak Nugon akan mengarah ke arah sini, kalau menafikan kebenaran dari sains, lalu disingkirkan dari syar'i.

Sbg catatan, sy tdk menyatakan seluruh sains menyatakan kebenaran. kita mesti melakukan proses validasi yg cukup atas informasi yg ada, shg yakin atas kebenarannya. begitu juga terkait filsafat, metafisika, dan ilmu lainnya.

Soal posisi AQ dan alam semesta, baiknya kita tdk perlu diskusikan, krn Pak Nugon masuk dlm ranah "iman". kalau sy minta bukti, tdk akan mampu Pak Nugon buktikan.
kalau kita sama2 masuk alam metafisika, dan tahu ruh dari AQ dan alam semesta ini, baru kita dpt diskusikan bersama. sy coba menghindari diskusi yg tdk mungkin dpt dibuktikan pd saat ini.

Soal ayat2 AQ, sy kira Pak Nugon cari mefassir lah untuk diskusi.
dulu Pak Nugon sdh mengungkapkan QS 2:185 sbg dasar RH, sdh sy jelaskan kesalahannya. Dg pemahaman tsb justru mendorong agar yg tdk melihat hilal awal bulan, tidak perlu puasa ramadhan.
Dan hebatnya, itu tdk membuat pemahaman Pak Nugon berubah.
Jadi, sy kira Pak Nugon lebih baik belajar dulu bgmn mendengar dan menyimpulkan kebenaran sebuah informasi. tidak usah terlalu banyak belajar yg bukan2, yg tidak penting lg. itu sj sdh cukup, insyaAllah bermanfaat banyak.

Semoga itu dipahami ya.

Salam
Pranoto





From: nugon19 <nugon19@yahoo.com>
To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Sent: Thursday, 16 August 2012, 10:05
Subject: Re: Bls: Bls: [M_S] Apa Maksud Wajib utk punya Kalender guna acuan ibadah dan muamalah?

 
waduh , dah kasih E-Card lebaran....masak harus balik bahas beginian he he he

saran saya, Pak Pranoto coba ikut pengajian ushul fiqih.
dan Qiyas tdk sesempit yg Bapak bayangkan.
coba juga via japri konsultasi, misal dgn Mas Ustadz Wahyudi, soal qiyas ini.
beliau dulu pernah menjelaskan di milis ini, soal qiyas, induksi deduksi...coba saya tdk sempat search lagi di milis ini.

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar