Sabtu, 25 Agustus 2012

Re: [M_S] Madzab Islam

 

Memang lebih baik tidak perlu menanyakan berapa banyaknya literatur yang sudah dibaca karena itu akan berkesan agak gimanaa gitu. Mending langsung aja main pingpongan diskusinya tanpa perlu menyebutkan saya sudah baca ini-ini lalu apa saja yangs udah kamu baca.

--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, pranoto hidaya rusmin <pranotohr@...> wrote:
>
> maaf kang wahyudi, apa maksud pertanyaan berapa banyak buku yg sdh dibaca ya?
>
>
> memang semakin banyak buku yg dibaca, kita semakin banyak pengetahuannya, tms keragaman pengarangnya. namun, bukan berarti hasil pemahamannya mesti sama tho? kecuali, kita terdidik memang jadi pengikut, ya mesti sama. sy terdidik untuk melakukan validasi dulu atas pemahaman/informasi yg ada, baru mengikuti yg benar.
>
>
> itu lho kang wahyudi menulis ini
> Ushul Fikih dan Pemecahan Persoalan Kontemporer
>
> Coba ambil satu sj kasus, lalu dicari solusinya dg ushul fiqh, dg metodologi yg kang wahyudi pahami mampu memberikan solusi.
> sy coba dg  metodologi yg sy pahami dapat memberikan solusi juga.
>
> lalu kita bandingkan, mana yg benar...mungkin sj kedua metodologi menghasilkan hasil yg sama, dpt beda, mungkin dpt bertolak belakang.
>
> Silakan kang wahyudi ambil satu kasus untuk studi kasus.
>
>
>
>
>
> ________________________________
> From: wahyudi abdurrahim <karangful@...>
> To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Sent: Thursday, 23 August 2012, 19:06
> Subject: Re: [M_S] Madzab Islam
>
>
>  
> maaf pak pranoto, berapa buku ushul fikih yang sudah anda baca? dan buku karya siapa saja?
> demikian saja pertanyaan saya.
> tentang sejarah ushul fikih, bisa dilihat tulisan saya berikut:
> http://karangful.multiply.com/journal/item/20/Rekonstruksi-Ilmu-Ushul-Fikih-Meretas-Jalan-Menuju-Kebangkitan-Peradaban
> terimakasih
>

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar