Rabu, 19 September 2012

Re: Bls: [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 

Alhamdulillah........

Pertama2, mari kita bersyukur dulu krn kita semua masih diberi kesempatan untuk mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan kpd kita.
Kita juga bersyukur, Pak Thomas, Pak Tono, Pak Yusron, dapat berdiskusi bersama.
Walau belum ada titik temu, kita syukuri dulu sudah ada komunikasi yg baik, yg santun.

Kedua, sy terima kritik Pak Yusron. Sebagai moderator tugas kami memang memoderasi agar diskusi ini nyambung. Namun, bukan berarti tidak boleh berpendapat. Pak Yusron juga pasti menyadari, saya itu sudah sangat ngerem bicara/menulis pendapat sendiri. Kalau tidak sbg moderator, tentu Pak Yusron sdh pernah merasakan juga bgmn diskusi dg saya.
Tapi, sy tetap pegang amanat sbg moderator, sy tidak akan banyak berpendapat.

Soal epistemologi, mengapa itu perlu dimunculkan?

terkait dg pendapat Pak Thomas, yg bbrp kali ditanyakan Pak Yusron, ini mau diskusi apa?
Sudah sangat jelas, cetho welo2, bahwa trit ini muncul krn menurut Pak Thomas, sumber masalahnya adl pembenaran yasin 40 sbg dasar dari WH.

Pasti kita semua jadi bertanya....benarkah pendapat Pak Thomas bahwa Muhammadiyah salah mengambil dalil?

Ini klaim serius lho Pak Yusron. Pak Thomas dalam berpendapat juga tidak sembarangan. nama beliau, reputasi beliau juga dipertaruhkan. Tentu sbg seorang Profesor riset LAPAN, yg sdh bertahun2 menggeluti juga problem ini, tidak akan berpendapat sembarangan.

Pendapat Pak Thomas tsb dikaitkan dg Yasin 40 (dan ayat lain yg terkait), yg otomatis benar atau salah pendapat Pak Thomas tergantung dari kebenaran pemahaman Pak Thomas atas tafsir Yasin 40. 

Nah, di sini ada problem yg sangat rumit....bagaimana kita dapat mengetahui pemahaman Pak Thomas itu benar?

Jelas pemahaman Pak Thomas berbeda dg Pak Yusron. kalau berbeda begitu, apakah keduanya benar?
Pendapat Pak Yusron itu dapat dikatakan pemahamannya sama dg Muhammadiyah. Walau Pak Yusron lebih sepakat IR, tapi tafsir Yasin 40 membenarkan pemahaman Muhammadiyah.

Kalau pemahaman Pak Yusron dan Pak Thomas keduanya benar. Berarti, pendapat Pak Thomas otomatis jadi salah bahwa Muhammadiyah salah dalil.
Mengapa...., krn Muhammadiyah ternyata punya pemahaman lain, yg benar juga (sesuai pemahaman Pak Yusron).
Pemahaman Pak Thomas benar, pemahaman Muhammadiyah juga benar. artinya, harusnya Pak Thomas menyatakan bahwa memang Muhammadiyah punya pemahaman lain atas yasin 40, yg benar juga. Sehingga, dibenarkan muncul konsep WH dari yasin 40.

Itulah kesimpulannya, kalau pendapat Pak Yusron dan Pak Thomas keduanya sama2 benar.

Mungkinkah itu?

Sebagai moderator, kami berusaha tidak untuk menghakimi mana yg salah dan mana yg benar. tapi, cukup memunculkan argumentasi dan bukti2nya. Silahkan para panelis dan pembaca yg menilai sendiri, mana yg benar. Kalau pun kami kebablasan menilai salah, ya mohon diingatkan saja. Jelas itu kekhilafan, bukan niat kami untuk menghakimi.

Problem utama dari diskusi ini adalah bgmn kita mengetahui pemahaman Panelis atas yasin 40 sebagai kebenaran yg dapat diterima semua pihak?

Dua metodologi tsb dimunculkan dalam rangka ini.
Silakan kalau merasa ada yg salah dari metodologi tsb segera sj dikoreksi.
Kalau tdk ada keberatan, kami akan menggunakannya untuk memunculkan argumentasi dan bukti dari pemahaman masing2.

Mohon Pak Tono bersabar, tidak lantas putus asa, kmd berpikir diskusi ini akan berakhir tanpa kesepakatan.
InsyaAllah tidak begitu.

Mohon Pak Yusron membantu kami dalam mendalami pemahaman tafsir ayat dari sisi bahasa, nahwu, dll agar yg lain ikut juga belajar dan melakukan validasi.

Terakhir, mohon sekiranya Pak Thomas dapat menjawab ..apa yg memang ditanyakan. Sulit rasanya kalau sy menanyakan A, Pak Thomas menjawabnya B. Semoga jadi lebih nyambung diskusinya.
Pak Thomas, Pak Tono, dan saya berasal dari dunia akademis yg sama. Wajar kalau tidak paham bahasa arab, nahwu saraf, balaghah, dsb nya. Namun, tetap dalam memahami ayat AQ kita mesti  mengacu pada teks ayat scr eksplisit.  Kalau pemahaman yg muncul tidak berdasar atas kata yg diungkap scr eksplisit, akan sulit menyebutnya sebagai sebuah tafsir ayat. Lebih tepat disebut sebuah ide, yg muncul dari membaca suatu ayat. namun, bukan tafsir ayat tsb.

Mari kita lanjutkan diskusi ini dg penuh kesabaran, semoga ada kebenaran yg terbuka.


Moderator Diskusi,
Pranoto





__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar