Kedelai Mahal, Produksi Tempe pun Dicampur Jagung
Minggu, 29 Juli 2012 21:00 WIB
MI/Dede Susianti/vg
Kurnia pedagang tahu dan tempe di pasar Kanoman Kota Cirebon, Minggu (29/7) mengatakan perajin terpaksa mencampur dengan jagung untuk menghindari kerugian.
Menurut dia produksi tempe yang dicapur jagung jarang diminati pembeli, karena kulitas yang rendah dan rasanya kurang gurih.
Menurut dia, jika harga kedelai bertahan tinggi perajin tempe diperkirakan tidak akan mampu bertahan, karena modal produksi mereka cukup tinggi sedangkan harga penjualan tempe tetap atau tidak dinaikan.
Sementara itu Karnie perajin tempe mengaku, harga kedelai yang mahal dapat menimbulkan kerugian dab diperkirakan ratusan perajin tempe dan tahu di Kabupaten Cirebon terancam gulung tikar.
Menko Kesra Agung Laksono saat mengunjungi pedagang tahu dan tempe di pasar Jambleng Cirebon, Sabtu menuturkan, harga kedelai melonjak akan menjadi penghambat produksi tahu dan tempe. Namun dia yakin pemerintah cepat tanggap sehingga permasalahan harga tersebut bisa diselesaikan.
Ia menambahkan setelah bertemu dengan menteri pertanian dan membicarakan masalah kedelai, pemerintah sementara menurunkan bea masuk impor dari 5 persen menjadi 0 persen. (Ant/OL-2)
__._,_.___
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Milis Pers Indonesia
Powered by : http://www.GagasMedia.com
GagasMedia.Com Komunitas Penulis Indonesia
Publish Tulisan Anda Disini !
Khusus Iklan Jual-Beli HP/PDA
Ratusan Game/Software HP Gratis
http://www.mallponsel.com
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Milis Pers Indonesia
Powered by : http://www.GagasMedia.com
GagasMedia.Com Komunitas Penulis Indonesia
Publish Tulisan Anda Disini !
Khusus Iklan Jual-Beli HP/PDA
Ratusan Game/Software HP Gratis
http://www.mallponsel.com
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar