Minggu, 29 Juli 2012

«PPDi» Tempeku Hilang, Giziku Melayang

 

Ref. Akhir-akhir ini SBY dan komplotannya sering berkaok-kaok tentang kemajuan ekonomi, tetapi apakah kaokan mereka ini benar jika mulai dari tukang sayur sampai dengan presiden NKRI menjadi repot gara-gara tempe? Dirgahayu tempe!
 
 

Tempeku Hilang, Giziku Melayang

Tribunnews.com - Rabu, 25 Juli 2012 11:39 WIB
 

TRIBUNNEWS.COM - Tempe dan tahu menghilang di pasaran menyusul tingginya harga kedelai. Para perajin tidak melakukan produksi sejak Senin (23/7/2012) dan komoditas ini pun tak bisa ditemukan di pasaran sejak Rabu (25/7/2012).

Hilangnya tahu dan tempe membuat ibu-ibu rumahtangga kebingungan menyajikan menu makanan sehat untuk keluarga. Makanan ini kerap menjadi pilihan karena selain harganya yang relatif terjangkau, kandungan gizinya pun dipercaya mampu menyehatkan tubuh.

Apa gizi di dalam tahu dan tempe? Pramono, ahli gizi dari Banjarmasin menjelaskan di dalam tempe dan tahu ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isofalvon. Seperti halnya vitamin C, E dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikan bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein.

Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.

Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan (aging).Antioksidan ini disentesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyne bacterium.

Tempe dan tahu juga kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.

Kandungan protein tahu dan tempe bahkan lebih tinggi dari beberapa sumber nabati lainnya. Tidak hanya itu, kedua makanan ini juga mengandung beberapa mineral seperti kalsium yang berguna untuk pembentukan dan pemeliharaan gigi dan tulang, zat besi, fosfat, kalium, natrium, kholin, vitamin B, dan vitamin E.

Akankah tubuh kita kehilangan gizi tersebut saat tahu dan tempe menghilang?

Klik juga:

__._,_.___
Recent Activity:
------------------------------------------------------------------
                       TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

Mailing bebas => Meukra-subscribe@yahoogroups.com
-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@yahoogroup.com

**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
               : Meukra-subscribe@yahoogroups.com
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://PPDi.cjb.net/
                          http://groups.yahoo.com/group/PPDi/messages

ALL ADVERTISERS THAT HAVE NOTHING TO DO WITH condemning indon WILL BE BANNED WITHOUT WARNING!!!
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar