Rabu, 15 Agustus 2012

[babadbali] Sepanjang Tahun Makan nasi cacah

 

 

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=68473

16 Agustus 2012 | BP
Sepanjang Tahun Makan Nasi Cacah


Banyak yang tak percaya, ditengah kemajuan Bali dengan pertumbuhan ekonomi melebihi nasional, ada warganya yang sepanjang tahun makan nasi cacah (ketela pohon yang dipotong kecil-kecil dan dikeringkan-red). Hal ini bukan berarti diversifikasi makanan sesuai anjuran pemerintah, tetapi kemiskinanlah yang menyebabkan mereka tak mampu membeli beras.

Kondisi memprihatinakn itu dialami dua pasutri di Banjar Batudawa Kaja, Tulamben, Kubu Karangasem. Pasutri yang petani itu adalah I Nyoman Bingin - Ni Nyoman Nermi serta Nengah Sari - Ni Luh Suka.

Kedua warga itu hanya memiliki gubuk reyot dan sudah tak lagi teduh bila hujan. Kepada Bali Post, I Nyoman Bingin maupun I Nengah Sari menyatakan selama ini hidupnya sangat melarat. Bayangkan, sepanjang tahun ia hanya menanak gaplek -- ketela pohon yang sudah kering. Keduanya mengaku jarang membeli beras untuk nasi, karena tak memiliiki uang.

Sekali dalam satu tahun warga setempat biasa memanen ketela pohon. Ketela pohon dicacah (dipotong kecil-kecil) dan dijemur di atas batu di sungai. Saat cacah sudah kering dipungut dan dimasukkan ke dalam kantong bekas pembungkus beras. Kalau panen ketela pohon bagus bisa mendapatkan berkisar lima kampil gaplek. Gaplek itu dicukupkan untuk memenuhi kebutuhannya selama setahun sampai panen ketela pohon tahun berikutnya.

Sementara uang yang didapat dari maburuh ia simpan untuk persediaan membeli air di musim kemarau. ''Satu belek air berisi sekitar 6 liter harganya Rp 1.000. Pada musim kemarau, kata Sari, sehari bisa menghabiskan 8 belek air, selain untuk minum dan memasak juga untuk minum empat ekor sapinya,'' ujarnya.

Kehidupan keluarga miskin ini, hanya potret sebagian kecil dari gemerlap pariwisata Bali yang wisatawan bertumbuh setiap tahun. Sebab, di banyak tempat masih ''tersembunyi'' KK miskin yang tidak pernah merasakan kemajuan Bali.

Seperti halnya di Nusa Penida, Klungkung. Banyak keluarga miskin yang hidup seadanya. Rumah mereka yang mirip gubuk sempat menjadi perhatian tim bedah rumah dompet wirasa Bali TV bekerjasama dengan Wakil Gubernur Bali AA Puspayoga.

Ada 12 buah rumah yang dibedah di sejumlah kabupaten di Bali. Seperti di Jembrana dibedah dua rumah KK miskin. Di Tabanan, Gianyar dan Klungkung masing-masing satu rumah. Sementara di kabupaten ujung timur pulau Bali;Karangasem ada empat rumah dan di Buleleng juga empat rumah yang diperbaiki bekerjasama dengan jajaran Kodim setempat.

Ada pola baru yang diterapkan dalam bedah rumah ini. Dalam pengerjaannya pemilik rumah dilibatkan secara langsung (sebagai buruh) dibantu tetangga dan anggota TNI. Tak hanya bedah rumah, dalam program itu, rumah juga dilengkapi sejumlah peralatan seperti tempat tidur dan kasur.

Model pengerjaan yang mengutamakan kebersamaan itu tentu menutup peluang korupsi, sunat-sunatan terhadap anggaran bedah rumah. Selain itu rumah yang dibuat juga berkualitas sesuai dengan anggarannya. (bud)

.

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk menghentikan keanggotaan, mohon kirimkan email kosong kepada:
babadbali-unsubscribe@yahoogroups.com

.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar