Jumat, 24 Agustus 2012

[M_S] pencapaian "pintar" antara muallaf dan non-muallaf

 

Mas Taufiq, saya muallaf di umur 7 tahun.

butuh waktu utk menstabilkan keyakinan...dan pemantapan keyakinan tsb berjalan sampai dgn usia 15 tahunan,

dan saya tdk merasa pintar.

bahkan makin banyak tahu, makin merasa bodoh.



tolak ukur pencapaian pintar bukan dari apakah ia muallaf atau bukan.

tapi dari hasrat belajar, intensitas belajar, dan proses belajar yg berkesinambungan...terus-menerus.

tentu juga cara belajar sangat mempengaruhi.



di titik hasrat belajar inilah...muallaf lebih unggul.

karena umumnya butuh kepastian kebenaran, ketetapan hati yang kukuh, semangat yg besar...utk konversi kembali kpd Islam.

sehingga ini lebih mendorong utk belajar dgn lebih gigih.



tapi ini bukan jaminan muallaf pasti pintar.

justru banyak yg tdk berkembang...karena kurang bimbingan.

atau mundur dlm pencapaian pemahaman agama...

bahkan na'udzubillah...ada yg tersesat, ...

lebih parah lagi, kembali kafir....kembali ke agama non-Islam, alias murtad.




Syafi'i Antonio hanya butuh waktu beberapa tahun utk sampai ke level Ustadz.

karena yg bersangkutan memang belajar intensif, mondok.




waktu saya ketemu Habib Umar - Guru Besar di Tarim....di Forum yg digagas oleh Forum Arimatea,

saya ketemu muslim Tionghoa, muallaf, kalau tdk salah ingat, dari Pontianak....baru berapa tahun, namun bisa bercakap dgn Habib Umar dgn Bhs Arab.




saya punya kenalan, namanya Ya'qub...muslim Tionghoa yg kuliah di Ma'had LIPIA.

baru berapa tahun, tapi sudah mahir baca turots/kitab kuning.

dan syarat belajar di LIPIA sangat tinggi.




mereka semua belajar hanya dlm hitungan beberapa tahun, tapi kemajuannya signifikan.




sedang saya, sudah 20 tahun lebih belajar, tapi masih begini-begini.

bahkan saya pernah membuat kesalahan fatal...walau sempat sekolah di Mts Muhammadiyah (Tsanawiyah - Madrasah setingkat SMP).





misal salah dlm membersihkan najis kena jilatan anjing , tdk sebgm menurut tuntunan jumhur (mayoritas) madzhab.

atau melakukan kekonyolan... menjama' (gabung) sholat Ashar dgn Maghrib.

atau kaget diminta menemani teman yg belum sholat...diminta sholat Jama'ah bareng...yg dlm fiqih kalo tdk salah, dinamakan Sholat I'adah.

atau sempat di era Mts dan SMA, agama harus masuk akal, dlm artian harus selalu bisa dibuktikan dgn Sains. kalo tdk sesuai dgn Sains...seolah merasa tuntunan agama tsb yg salah.




saya babarkan di sini...

sebagai teguran keras bagi diri saya utk meningkatkan diri dlm memahami Islam.

dan sebagai pelajaran serta renungan bagi rekan-rekan yg lain.




dan kelemahan...atau kesalahan yg saya lakukan....

sebagian besar adalah karena merasa cukup dgn pengetahuan yg ada...

diperparah dgn merasa cukup belajar otodidak, baca buku....

tanpa mengaji kpd ulama yg benar, yg kompeten.

tanpa cross-check hasil kajian dgn berdialog kpd ulama tsb.




jadi kalau mau pintar dalam agama....

tdk ada jalan instan....

harus belajar kpd ulama yg benar, yg kompeten.

belajar dgn cara yg benar.




diawali dgn niat yg benar, diiringi dgn hasrat dan semangat belajar yg tinggi.

lalu harus selalu belajar intensif...belajar secara berkesinambungan...terus-menerus.



sampai kapan?

ya sampai mati!!!



kalau saya ada sedikit ilmu...yg bisa disharing....

dan kelihatan sedikit aktif...


itu karena sering baca-baca...

serta punya banyak kenalan yg bisa ditanya...bisa cross-check.



macam Koko ane, rekan-rekan di LIPIA, kenalan yg mondok di Pesantren Salafiyah, kenalan murid Mu'allim KH Syafi'i Hadzami, rekan-rekan di Majelis Rasulullah yg notabene murid dari Habib Munzir (dan pastinya murid dari Habib Umar secara silsilah), redaktur di Tarbawi, kenalan murid Habib Rizieq....juga ada kenalan dari komunitas Salafi yg kadang memberi masukan atau pun kritikan.


juga bekal dulu sewaktu sekolah di Mts Muhammadiyah (terutama disuruh baca buku Majelis Tarjih yg jadul), plus ikut Halaqoh Tarbiyah sewaktu SMA , sambil ngaji dgn Haba-ib di Proyek Bekasi. 


ditambah koleksi Buku Papa Mama ane yg banyak, terlebih ttg siroh, dan juga koleksi beberapa karya Buya Hamka, plus koleksi Buku KH Sirajuddin Abbas, dan koleksi Yusuf Al-Qorodhowi...juga koleksi dari Koko ane utk buku Taudihul Adillah (kompilasi tanya jawab thd Mu'allim KH Syafi'i Hadzami).



serta ada Ustadz dari Nahdhiyyin (kebetulan juga pernah belajar di Jama'ah Tabligh) dan ustard dari PERSIS (lulusan Al-Azhar Kairo, mahir fiqih perbandingan madzhab, sehingga nuansa PERSIS nya malah tdk begitu tampak)....yg rajin kasih pengajian di Masjid Komplek Rumah.



kenalan tsb kebetulan memang kompeten dlm agama, atau punya link ke orang yg kompeten dlm agama.

banyak kenalan...

hanya saja kelemahan ane adalah belajar tdk intensif, tdk berkesinambungan.

karena kesibukan (yg semestinya bisa diatur, sehingga tetap bisa nyicil belajar agama).



hanya saja...memang warna pemahaman agama lebih mengacu kpd Madzhab Syafi'iyah utk fiqih, dan Asy'ariyah utk akidah.

ya karena banyak belajar dgn ulama yg memakai metode tsb.

bahkan itu pun yg ane dapatkan sewaktu di Mts Muhammadiyah Bekasi, khususnya utk akidah (itu dulu, waktu ane sekolah...tdk tahu sekarang bagaimana kurikulumnya).

walau khusus utk pengalaman berorganisasi, ceramah....ditempa di Muhammadiyah dan di Halaqoh Tarbiyah.




dan terkait taushiyah...

itu kewajiban kita semua.

begitu ada ilmu, ada kejadian/kasus...

ya harus taushiyah...bil haq (dgn yg benar), bis-shobr (dgn sabar) , bil marhamah (dgn lembut, kasih sayang).

ini yg belum bisa ane lakukan...ane masih belajar utk yg ini.




demikian tanggapan ane.

mari kita belajar bareng-bareng, belajar agama yg benar, dgn madzhab/manhaj/metodologi yg benar.

mari saling memberi taushiyah (nasehat)....bil haq, bis-shobr, bil marhamah.




mohon maaf bila kurang berkenan.

hanya sharing pengalaman pribadi, terkait tanggapan Mas Taufiq, yg kadang sejuk....kadang agak panas tsb.



Walloohu a'lam bis-showab.

Wassalam - Nugon


 
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  

http://nugon19.multiply.com/journal


-=-=-=-=-


http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/45723 

Re: Bls: Bls: [M_S] Apa Maksud Wajib utk punya Kalender guna acuan ibadah dan muamalah?
Posted By:
  • taufiq.elrahman@...
    • Send Email
Thu Aug 16, 2012 4:42 pm  

salut deh ama mas nug. baru mangsuk islam tapi dah pinter dan bisa banyak bertaushiah. ak nyang sejak kecik aja muslim ndak pinter2 je.

btw kalo mau mengaji nyang bagus baiknya dimana ya mas. apa ke mas koko apa ke mas ustad wahyudi? nohon pencerahannya ya..

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar