Selasa, 14 Agustus 2012

[M_S] Re: Fwd: Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fitrah dengan Uang?

 

dari http://rumaysho.com/hukum-islam/zakat/3816-hukum-mengeluarkan-zakat-dengan-uang.html

kendati menguatkan zakat fitrah dgn barang (saya juga termasuk memegang pendapat ini), namun dalil berzakat dgn uang juga kuat. 
bisa dibaca hadits dan atsar di bawah:


Anas radhiyallahu `anhu berkata bahwa Abu Bakar radhiyallahu `anhu pernah menulis surat kepadanya (tentang aturan zakat) sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam, yaitu,

Ù…ÙŽÙ†Ù' بَلَغَتÙ' عِنÙ'دَهُ مِنÙ' الÙ'إِبِلِ صَدَقَةُ الÙ'جَذَعَةِ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ'سَتÙ' عِنÙ'دَهُ جَذَعَةٌ وَعِنÙ'دَهُ حِقَÙ`Ø©ÙŒ فَإِنَÙ`هَا تُقÙ'بَلُ مِنÙ'هُ الÙ'حِقَÙ`ةُ وَيَجÙ'عَلُ مَعَهَا شَاتَيÙ'نِ إِنÙ' اسÙ'تَيÙ'سَرَتَا لَهُ Ø£ÙŽÙˆÙ' عِشÙ'رِينَ دِرÙ'هَمًا ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù' بَلَغَتÙ' عِنÙ'دَهُ صَدَقَةُ الÙ'حِقَÙ`ةِ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ'سَتÙ' عِنÙ'دَهُ الÙ'حِقَÙ`ةُ وَعِنÙ'دَهُ الÙ'جَذَعَةُ فَإِنَÙ`هَا تُقÙ'بَلُ مِنÙ'هُ الÙ'جَذَعَةُ وَيُعÙ'طِيهِ الÙ'مُصَدِÙ`قُ عِشÙ'رِينَ دِرÙ'هَمًا Ø£ÙŽÙˆÙ' شَاتَيÙ'نِ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù' بَلَغَتÙ' عِنÙ'دَهُ صَدَقَةُ الÙ'حِقَÙ`ةِ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ'سَتÙ' عِنÙ'دَهُ إِلَÙ`ا بِنÙ'تُ لَبُونٍ فَإِنَÙ`هَا تُقÙ'بَلُ مِنÙ'هُ بِنÙ'تُ لَبُونٍ وَيُعÙ'طِي شَاتَيÙ'نِ Ø£ÙŽÙˆÙ' عِشÙ'رِينَ دِرÙ'هَمًا ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù' بَلَغَتÙ' صَدَقَتُهُ بِنÙ'تَ لَبُونٍ وَعِنÙ'دَهُ حِقَÙ`Ø©ÙŒ فَإِنَÙ`هَا تُقÙ'بَلُ مِنÙ'هُ الÙ'حِقَÙ`ةُ وَيُعÙ'طِيهِ الÙ'مُصَدِÙ`قُ عِشÙ'رِينَ دِرÙ'هَمًا Ø£ÙŽÙˆÙ' شَاتَيÙ'نِ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù' بَلَغَتÙ' صَدَقَتُهُ بِنÙ'تَ لَبُونٍ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ'سَتÙ' عِنÙ'دَهُ وَعِنÙ'دَهُ بِنÙ'تُ مَخَاضٍ فَإِنَÙ`هَا تُقÙ'بَلُ مِنÙ'هُ بِنÙ'تُ مَخَاضٍ وَيُعÙ'طِي مَعَهَا عِشÙ'رِينَ دِرÙ'هَمًا Ø£ÙŽÙˆÙ' شَاتَيÙ'نِ

"Barangsiapa yang memiliki unta dan terkena kewajiban zakat jadza'ah (unta betina berumur 4 tahun) sedangkan dia tidak memiliki jadza'ah dan yang dia miliki hanya hiqqoh (unta betina berumur 3 tahun); maka dibolehkan dia mengeluarkan hiqqah sebagai zakat, namun dia harus menyerahkan pula bersamanya dua ekor kambing atau dua puluh dirham. Dan barangsiapa yang telah terkena kewajiban zakat hiqqoh sedangkan dia tidak memiliki hiqqoh namun dia memiliki jadza'ah; maka diterima zakat darinya berupa jadza'ah dan dia diberi dua puluh dirham atau dua ekor kambing. Dan barangsiapa telah terkena kewajiban zakat hiqqoh namun dia tidak memilikinya kecuali bintu labun (unta berumur 2 tahun); maka diterima zakat darinya berupa bintu labun, namun dia wajib menyerahkan bersamanya dua ekor kambing atau dua puluh dirham. Dan barangsiapa telah sampai kepadanya kewajiban zakat bintu labun dan dia hanya memiliki hiqqoh; maka diterima zakat darinya berupa hiqqah dan dia menerima dua puluh dirham atau dua ekor kambing. Dan barangsiapa yang telah terkena kewajiban zakat bintu labun sedangkan dia tidak memilikinya kecuali bintu makhod (unta betina berumur 1 tahun); maka diterima zakat darinya berupa bintu makhod, namun dia wajib menyerahkan bersamanya dua puluh dirham atau dua ekor kambing."[3]

Mu'adz radhiyallahu `anhu pernah berkata kepada penduduk Yaman,

ائÙ'تُونِى بِعَرÙ'ضٍ ثِيَابٍ خَمِيصٍ Ø£ÙŽÙˆÙ' لَبِيسٍ فِى الصَÙ`دَقَةِ ØŒ مَكَانَ الشَÙ`عِيرِ وَالذُÙ`رَةِ Ø£ÙŽÙ‡Ù'وَنُ عَلَيÙ'كُمÙ' ØŒ وَخَيÙ'رٌ لأَصÙ'حَابِ النَÙ`بِىِÙ` - صلى الله عليه وسلم - بِالÙ'مَدِينَةِ

"Berikanlah kepadaku barang berupa pakaian pakaian atau baju lainnya sebagai ganti gandum dan jagung dalam zakat. Hal itu lebih mudah bagi kalian dan lebih baik/ bermanfaat bagi para shahabat Nabi shallallaahu `alaihi wa sallam di Madinah."[4] 



[3]  HR. Bukhari no. 1453.

[4] HR. Bukhari secara mu'allaq (tanpa sanad), dan disambungkan oleh Yahyaa bin Aadaam dalam Al-Kharaaj no. 525 dengan sanad shahih sampai Thowus bin Kaisan.

--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, "nugon19" <nugon19@...> wrote:
>
> kalau Salafi, dan beberapa madzhab pd umumnya memang begitu.tapi madzhab
> hanafi dan Muhammadiyah membolehkan memakai uang, karena qiyas dan
> maslahat.
> ada atsar (saya tdk sempat search), dan saya bacanya di situs hadits
> lidwa, bahwa ada sahabat memungut/menerima zakat dlm bentuk uang, bukan
> barang yg dizakatkan. belum sempat search dan copas haditsnya. apalagi
> situs lidwa sepertinya terganggu, mungkin terkait masalah IDC yg sempat
> konslet dan kebakaran.
> dari sini , akhirnya disimpulkan boleh terima zakat dlm uang.namun kalau
> yg berhati-hati, apalagi yg lebih mengikuti dzhohir teks dan praktek
> umum salafus-sholih, umumnya berpendapat zakat dlm bentuk barang, bukan
> uang.
> ini khilafiyah...bukan issue besar.Wassalam - Nugon
>
> --- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, Budhi Prasetyo
> budhi.prasetyo@ wrote:
> >
> > *Syariah* <http://eramuslim.com/kategori-62-syariah.html>
> > *Fatwa Ramadhan: Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fitrah dengan Uang?*
> > *Editor* | Senin, 13 Agustus 2012 - 13:16:54 WIB | dibaca: 3692
> pembaca
> >
> > <http://eramuslim.com/foto_berita/58beras.jpg>*Eramuslim.com | Media
> Islam
> > Rujukan,* Berikut kami sarikan fatwa Syaikh `Abdul Aziz bin
> Abdullah bin
> > Baz selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah dan
> > Pembimbingan Kerajaan Saudi Arabia (*Ro'is Al `Aam Li-idarot
> Al Buhuts Al
> > `Ilmiyah wal Ifta' wad Da'wah wal Irsyad*).
> >
> > Alhamdulillahi robbil `alamin wa shallallahu wa sallam `ala
> `abdihi wa
> > rosulihi Muhammad wa `ala alihi wa ashhabihi ajma'in. Wa
> ba'du:
> >
> > Beberapa saudara kami pernah menanyakan kepada kami mengenai hukum
> membayar
> > zakat fitri dengan uang.
> >
> > Jawabannya: Tidak ragu lagi bagi setiap muslim yang diberi pengetahuan
> > bahwa rukun Islam yang paling penting dari agama yang hanif (lurus)
> ini
> > adalah syahadat `Laa ilaha illallah wa anna Muhammadar
> Rasulullah`.
> > Konsekuensi dari syahadat laa ilaha illallah ini adalah seseorang
> harus
> > menyembah Allah semata. Konsekuensi dari syahadat Muhammad adalah
> Rasul-Nya
> > yaitu seseorang hendaklah menyembah Allah hanya dengan menggunakan
> syari'at
> > yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. (Telah
> kita
> > ketahui bersama) bahwa zakat fitri adalah ibadah berdasarkan ijma'
> > (kesepakatan) kaum muslimin. Dan hukum asal ibadah adalah tauqifi
> (harus
> > berlandaskan dalil). Oleh karena itu, setiap orang hanya
> diperbolehkan
> > melaksanakan suatu ibadah dengan menggunakan syari'at Nabi
> shallallahu
> > `alaihi wa sallam. Allah telah mengatakan mengenai Nabi-Nya ini,
> >
> > æóãóÇ íóäúØöÞõ Úóäö Çáúåóæóì Åöäú åõæó ÅöáøóÇ
> æóÍúíñ íõæÍóì
> > *
> > "Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut
> kemauan hawa
> > nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
> > (kepadanya)."* (QS. An Najm [53]: 3-4)
> >
> > Nabi shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda,
> >
> > ãóäú ÃóÍúÏóËó Ýöì ÃóãúÑöäóÇ åóÐóÇ ãóÇ áóíúÓó
> ãöäúåõ Ýóåõæó ÑóÏøñ
> > *
> > "Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang
> tidak ada
> > asalnya, maka perkara tersebut tertolak." *(HR. Bukhari no. 2697
> dan Muslim
> > no. 1718)
> >
> > Dalam riwayat Muslim, beliau shallallahu `alaihi wa sallam
> bersabda,
> >
> > ãóäú Úóãöáó ÚóãóáÇð áóíúÓó Úóáóíúåö ÃóãúÑõäóÇ
> Ýóåõæó ÑóÏøñ
> > *
> > "Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka
> amalan
> > tersebut tertolak." *(HR. Muslim no. 1718)
> >
> > Nabi shallallahu `alaihi wa sallam juga telah menjelaskan mengenai
> > penunaian zakat fitri -sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih-
> yaitu
> > ditunaikan dengan 1 sho' bahan makanan, kurma, gandum, kismis,
> atau keju.
> > Bukhari dan Muslim -rahimahumallah- meriwayatkan dari `Abdullah
> bin `Umar
> > –radhiyallahu `anhuma-, beliau berkata,
> >
> > ÝóÑóÖó ÑóÓõæáõ Çááøóåö – Õáì Çááå Úáíå æÓáã
> – ÒóßóÇÉó ÇáúÝöØúÑö ÕóÇÚðÇ ãöäú
> > ÊóãúÑò ¡ Ãóæú ÕóÇÚðÇ ãöäú ÔóÚöíÑò Úóáóì
> ÇáúÚóÈúÏö æóÇáúÍõÑøö ¡ æóÇáÐøóßóÑö
> > æóÇáÃõäúËóì ¡ æóÇáÕøóÛöíÑö æóÇáúßóÈöíÑö ãöäó
> ÇáúãõÓúáöãöíäó ¡ æóÃóãóÑó
> > ÈöåóÇ Ãóäú ÊõÄóÏøóì ÞóÈúáó ÎõÑõæÌö ÇáäøóÇÓö Åöáóì
> ÇáÕøóáÇóÉö
> > *
> > "Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mewajibkan zakat
> fitri berupa
> > satu sho' kurma atau satu sho' gandum bagi setiap muslim yang
> merdeka
> > maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa.
> Beliau
> > shallallahu `alaihi wa sallam memerintahkan untuk menunaikan zakat
> ini
> > sebelum orang-orang berangkat menunaikan shalat `ied.*" (HR.
> Bukhari no.
> > 1503)
> >
> > Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu `anhu mengatakan,
> >
> > ßõäøóÇ äõÚúØöíåóÇ Ýöí Òóãóäö ÇáäøóÈöíøö Õóáøóì
> Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó
> > ÕóÇÚðÇ ãöäú ØóÚóÇãò ¡ Ãóæú ÕóÇÚðÇ ãöäú ÊóãúÑò
> ¡ Ãóæú ÕóÇÚðÇ ãöäú ÔóÚöíÑò ¡
> > Ãóæú ÕóÇÚðÇ ãöäú ÒóÈöíÈò
> > *
> > "Dahulu di zaman Nabi shallallahu `alaihi wa sallam kami
> menunaikan zakat
> > fitri berupa 1 sho' bahan makanan, 1 sho' kurma, 1 sho'
> gandum atau 1 sho'
> > kismis." *(HR. Bukhari no. 1437 dan Muslim no. 985)
> >
> > Dalam riwayat lain dari Bukhari no. 1506 dan Muslim no. 985
> disebutkan,
> >
> > Ãóæú ÕóÇÚðÇ ãöäú ÃóÞöØò
> >
> > "Atau 1 sho' keju."
> >
> > Inilah hadits yang disepakati keshahihannya dan beginilah sunnah
> (ajaran)
> > Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dalam menunaikan zakat
> fitri.
> > Telah kita ketahui pula bahwa ketika pensyariatan dan dikeluarkannya
> zakat
> > fitri ini sudah ada mata uang dinar dan dirham di tengah kaum muslimin
> > -khususnya penduduk Madinah (tempat domisili Nabi shallallahu
> `alaihi wa
> > sallam -pen)-. Namun, beliau shallallahu `alaihi wa sallam* tidak
> > menyebutkan kedua mata uang ini dalam zakat fitri*. Seandainya mata
> uang
> > dianggap sah dalam membayar zakat fitri, tentu beliau shallallahu
> `alaihi
> > wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi
> > beliau shallallahu `alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan
> padahal sedang
> > dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu `alaihi wa sallam
> membayar zakat
> > fitri dengan uang, tentu para sahabat -radhiyallahu `anhum- akan
> menukil
> > berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi
> > shallallahu `alaihi wa sallam yang membayar zakat fitri dengan
> uang.
> > Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah
> (ajaran)
> > Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan orang yang paling
> bersemangat dalam
> > menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar
> zakat
> > fitri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan
> dan
> > perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari'at lainnya dinukil
> (sampai
> > pada kita).
> >
> > Allah ta'ala berfirman,
> >
> > áóÞóÏú ßóÇäó áóßõãú Ýöí ÑóÓõæáö Çááøóåö ÃõÓúæóÉñ
> ÍóÓóäóÉñ
> > *
> > "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
> yang baik
> > bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
> (kedatangan)
> > hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." *(QS. Al Ahzab: 21)
> >
> > Allah ta'ala juga berfirman,
> >
> > æóÇáÓøóÇÈöÞõæäó ÇáúÃóæøóáõæäó ãöäó ÇáúãõåóÇÌöÑöíäó
> æóÇáúÃóäúÕóÇÑö
> > æóÇáøóÐöíäó ÇÊøóÈóÚõæåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò ÑóÖöíó Çááøóåõ
> Úóäúåõãú æóÑóÖõæÇ
> > Úóäúåõ æóÃóÚóÏøó áóåõãú ÌóäøóÇÊò ÊóÌúÑöí ÊóÍúÊóåóÇ
> ÇáúÃóäúåóÇÑõ ÎóÇáöÏöíäó
> > ÝöíåóÇ ÃóÈóÏðÇ Ðóáößó ÇáúÝóæúÒõ ÇáúÚóÙöíãõ
> > *
> > "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)
> dari
> > golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka
> dengan
> > baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan
> Allah
> > menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di
> dalamnya
> > selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang
> besar." (*QS.
> > At Taubah [9]: 100)
> >
> > Dari penjelasan kami di atas, maka jelaslah bagi orang yang mengenal
> > kebenaran bahwa menunaikan zakat fitri dengan uang tidak diperbolehkan
> dan
> > tidak sah karena hal ini telah menyelisihi berbagai dalil yang telah
> kami
> > sebutkan. Aku memohon kepada Allah agar memberi taufik kepada kita dan
> > seluruh kaum muslimin untuk memahami agamanya, agar tetap teguh dalam
> agama
> > ini, dan waspada terhadap berbagai perkara yang menyelisihi syariat
> Islam.
> > Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Shalawat dan salam
> semoga
> > tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
> (Majmu'
> > Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211)
> >
> > Peringatan: Melalui penjelasan di atas kami rasa sudah cukup jelas
> bahwa
> > pembayaran zakat fitri dengan uang tidaklah tepat. Inilah pendapat
> > mayoritas ulama termasuk mazhab Syafi'iyah yang dianut oleh kaum
> muslimin
> > Indonesia. An Nawawi mengatakan, *"Mayoritas pakar fikih tidak
> membolehkan
> > membayar zakat fitri dengan qimah (dicocokkan dengan harganya), yang
> > membolehkan hal ini hanyalah Abu Hanifah." *(Syarh Muslim, 3/417).
> Namun,
> > sayangnya kaum muslimin Indonesia yang mengaku bermazhab Syafi'i
> > menyelisihi imam mereka dalam masalah ini. Malah dalam zakat fitri,
> mereka
> > manut mazhab Abu Hanifah. Ternyata dalam masalah ini, kaum muslimin
> > Indonesia tidaklah konsisten dalam bermazhab.
> >
> > Kami hanya bisa menghimbau kepada saudara-saudara kami selaku Badan
> > Pengurus Zakat agar betul-betul memperhatikan hal ini. Tidakkah kita
> > merindukan syi'ar Islam mengenai zakat ini nampak? Dahulu, di
> malam hari
> > Idul Fitri, banyak kaum muslimin berbondong-bondong datang ke
> masjid-masjid
> > dengan menggotong beras. Namun, syiar ini sudah hilang karena
> tergantikan
> > dengan uang. Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin dan
> memudahkan
> > mereka mengikuti syariat-Nya. (Perkataan Nabi Syu'aib): "Aku
> tidak
> > bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih
> berkesanggupan.'
> >
> > ***
> >
> > Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal
> > Muroja'ah: Ustadz Aris Munandar
> > Artikel www.muslim.or.id
> >
> >
> http://www.eramuslim.com/berita-fatwa-ramadhan-bolehkah-mengeluarkan-zak\
> at-fitrah-dengan-uang---.html
> >
>

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar