Selasa, 21 Agustus 2012

Re: [M_S] Madzab Islam

 

wah, sembarangan ini...
jangan asal stempel cap ustadz ke anak ingusan kayak saya.

-ridwan-

2012/8/21 Rayyan Sugangga <sugangga_net@yahoo.com>
 

Menarik !!!

Saya sepakat dengan Pak Nugraha dan Pak Pranoto.
Bagi saya Pak Nugraha dan Pak Pranoto adalah ustad (serius lho !!!)

Dan jika saya membaca link yang dikirim Pak Nugraha dan pendapat Pak Pranoto,

Bisa disimpulkan,

Silahkan mau komitmen pada 1 madzab atau tidak bermadzab.

Yang penting jangan sekedar ikut-ikutan, jangan gampang percaya, tetap harus terus mencari, belajar, memvalidasi, dari segala sumber dll.

Bagi yang bermadzab, jangan abaikan madzab lain, karena "biasanya" secara sadar atau tidak sadar, saat seseorang dari suatu madzab mempraktikan ajaran madzabnya seringkali ajarannya juga ada/sama dengan madzab lainnya.

Memang biasanya setelah melakukan proses pencarian, seseorang akan lebih condong kepada salah satu madzab.

Tapi jangan jadikan pemilihan madzab sebagai identitas untuk kebanggaan berlebihan yang menimbulkan fanatik berlebihan. (sehingga berpotensi menimbulkan friksi). 

Saya pribadi, kalau bisa memilih, saya inginnya, umat muslim itu satu madzab , satu pemikiran, tapi kondisinya memang seperti ini. Karena umat/manusia memang diciptakan berbeda untuk saling mengenal dan berlomba berbuat kebaikan.


demikian kesimpulan saya, semoga kesimpulannya benar (meskipun tidak mungkin benar 100% atau malah salah semua he he, karena kebenaran sejati hanyalah milik Allah SWT)

terimakasih Pak Pranoto & Pak Nugraha untuk sharingnya,
selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin
salam hangat
rayyan




From: pranoto hidaya rusmin <pranotohr@yahoo.com.sg>
To: "Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com" <Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, August 21, 2012 9:16 AM

Subject: Re: [M_S] Madzab Islam

 
apa benar sikap kita seperti ini

"sy itu memilih madzabnya Syafei, apapun yg dikatakan madzab lain, kami tdk akan mendengarnya.
Sy akan melakukan apa pun yg dikatakan Imam Syafei, krn beliau memang pakar di bidang agama."

Yg ingin sy tanyakan...perbuatan kita yg benar itu didasarkan atas kebenaran ataukah pendapat seseorang tanpa melakukan validasi thd pendapat tsb?

Menurut sy, dlm segala sesuatu kita perlu membiasakan diri untuk kembali pd AQ dan sunnah Nabi saw, dg melibatkan semua informasi & ilmu2 yg ada untuk memperjelas petunjuk2 yg ada dlm keduanya.

Pendapat2 semua madzab juga dipelajari untuk memperjelas petunjuk dlm AQ dan Sunnah Nabi saw.
Sains jg perlu dipelajari untuk memperjelas petunjuk Allah dlm AQ terkait ayat2 sains.
Ketika ingin memahami ayat2 sains hanya berbekal ilmu2 bahasa sj, jadinya akan berspekulasi. kecuali, anda dpt petunjuk langsung dari Allah swt.

Sy pingin tahu apakah pondasi baku agama saat ini, tms ushul fiqh yg tdk melibatkan sains di dlmnya dpt memberikan solusi bagi umat islam, saat ini maupun pd masa yg akan datang.

Ya kita lihat dan buktikan sj, pendapat siapa yg benar dlm hal ini.

Salam
Pranoto



From: A.R.T. Nugraha <art.nugraha@gmail.com>
To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 21 August 2012, 8:12
Subject: Re: [M_S] Madzab Islam

 
daripada ngarang-ngarang mending tanya ustadz aja:
http://blog.re.or.id/perlukah-kita-bermadzhab.htm

-ridwan-

2012/8/17 pranoto hidaya rusmin <pranotohr@yahoo.com.sg>

Ushul Fiqh itu mestinya begini:

1. sumber informasi:
    AQ
    Sunnah Nabi
    Sains & ilmu2 lainnya yg disebutkan dan terintegrasi dlm AQ
    pendapat para sahabat/ulama/ilmuwan.

2. Metode yg digunakan adl metode ilmiah generik (metode untuk memecahkan masalah), yg mampu beroperasi pd seluruh tataran eksistensi.

3. Cara penalaran dg induksi-deduksi. Analogi digunakan sbg metode pembanding sj.


Pastikan seluruh informasi di atas akurat dan benar.
Kmd dg metodologi yg generik itu disusun argumentasi2 dan bukti2nya.
dg penalaran induksi-deduksi, insyaAllah akan menghasilkan solusinya, baik itu status hukum maupun metode2 untuk memberikan solusi umat.

Salam
Pranoto







--
art.nugraha
http://flex.phys.tohoku.ac.jp/~nugraha

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar