Rabu, 15 Agustus 2012

Re: [M_S] Validasi atas pernyataan pseudoscience WH dari Prof. Thomas Djamaluddin

 

Pak Tono ysh, memang ketika hadits RH sendiri banyak didampingi oleh hadits hisab, tidak dpt lg menyimpulkan RH sbg satu2 metode yg shahih, apalagi menjadi bagian dari ibadah. juga, kalau merujuk pd ayat2 AQ dan sains, menurut sy, sdh tidak mungkin metode ke arah RH-IR digunakan. ada problem ketika mengambil kesimpulan terkait metode ini.

Sy bermotivasi ini untuk pembelajaran kita semua. agar kita semua dpt belajar diskusi, dapat mengungkap kebenaran dg baik.

Seperti Pak TJ, mungkin saat ini dapat jadi merasa benar sendiri. tapi, kalau suatu saat di publik pemahaman2 mengenai hal ini dibuka, dan ternyata pemahaman yg selama ini dipegang salah, bgmn sikap yg harus diambil?

Ada yg sangat menarik kalau dikaji pd istinbath Pak TJ.
Sy ambil contoh dlm istinbath soal QS 2:185 di mana kata "syahida" masih dipahami sbg menyaksikan (datangnya) bulan (ramadhan), saat ini banyak orang sdh paham, kalau dipahami seperti ini jelas tidak mungkin. Toh Pak TJ masih sj bersikukuh.
Menurut sy, ya biarkan sj seseorang bersikukuh dg pendapatnya, itu pilihannya.

tapi, kita harus mengungkapkan apa yg menurut kita benar kpd seluruh masyarakat, dg cara2 yg benar, dg argumentasi dan bukti2 yg jelas. Semakin banyak orang terdidik, dpt berpikir dg baik, tentu akan dpt menimbang memutuskan mana yg benar.

Menurut sy, kalau kita dpt diskusi dg baik, suatu saat diskusi ini dpt dijadikan rujukan masyarakat, biarkan masyarakat menilai sendiri.
Kalau berkenan di milis ini dijadikan media untuk itu, semoga ini menjadi salah satu jalan buat mendidik kita dan masyarakat pd umumnya terkait problem kalender.


Salam
Pranoto




From: Tono Saksono <tsaksono@gmail.com>
To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Sent: Thursday, 16 August 2012, 6:56
Subject: Re: [M_S] Validasi atas pernyataan pseudoscience WH dari Prof. Thomas Djamaluddin

 
Bung Pran,

Saya cuma heran kenapa kita masih menjadikan TDj menjadi referensi. Menurut saya, sudahlah TDj ini jangan dijadikan referensi lagi karena dia telah melakukan beberapa blunder sebagai seorang ilmuwan. Meskipun tidak saya catat kronologinya (urutan statemen yg dibuat yang mana yang duluan), di antara blunder2 tsb adalah:


__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar