Sabtu, 08 September 2012

[forumpembaca-kompas] Trs: [hakekathidupku_nolnol] Bls: [hakekathidupku] persepuluhan membuat Pendeta kaya raya?

 



 

Saya kenal baik dengan pendeta Alex Bethany. Ketika masih di Mojokerto, belum membuka Bethany di Surabaya, beliaulah yang menikahkan saya. Lalu ketika di Surabaya, saya pernah juga ikut School of Ministry-nya serta aktif dalam pelayanan doa ke rumah-rumah sakit. 

Saya tinggalkan Bethany adalah setelah saya tahu betul bahwa si Alex ini memang memperdagangkan agama. Dia cari duit melalui gereja. Hidupnya super-super mewah. Karena itu saya tinggalkan. 

Bagi aliran Pentakosta, semua uang persembahan adalah haknya pendeta. Berbeda dengan aliran Protestan, persembahan masuk organisasi, pendeta digaji. Jadi, soal Alex bukan soal korupsi, tapi soal kepinterannya dia menjungkir-balikkan Alkitab, sehingga setiap kebaktian selalu membuat jemaatnya menangis, lalu melepaskan kalung, gelang, cincin dan menguras habis seluruh dompetnya untuk dimasukkan ke kantong kolekte. 

Target kerja si Alex adalah memindahkan gunung Kawi ke gerejanya. Gunung Kawi adalah sebuah bukit penyembahan berhala orang-orang China kaya di kota Malang. Artinya, sasaran kerja dia adalah orang-orang China kaya raya. Para penginjil yang berhasil menggaet seorang China kaya, dikasih amplop khusus olehnya. Itu saya tahu persis, sebab saya adalah salah satu penginjilnya.

Untuk menjadi pendeta Pentakosta, cukup ikut seminari selama 6 bulan. Setelah lulus dia menjadi penginjil, harus siap menahan lapar, karena tidak ada yang menggajinya. Jika dia menjadi penginjil dari gereja yang sudah mapan, gajinya kecil sekali. Penginjil ini harus babat alas mengumpulkan jemaat sampai menjadi sebuah gereja, dan dia hidup dari persembahan jemaatnya. Karena itu jangan kaget jika citra pendeta Pentakosta itu selalu negatif: tukang minta-minta, tukang utang dan tukang utang nggak bayar. Sebab mereka memang benar-benar melarat kalau belum punya jemaat. Kemiskinan ini membuat orang mencari sasaran orang-orang kaya. Dan begonya orang-orang kaya itu adalah menganggap pendeta adalah nabi TUHAN. 

Di Indonesia pendeta-pendeta Pentakosta dikuasai oleh orang-orang China. Apa sebab? Sebab bos-bos China itulah yang memegang peranan dalam mengorbitkan seorang pendeta. 

Demikianlah sekilas info. Tapi saya protes keras dengan bung Mehmet yang tendensius dan penuh fitnah serta kebencian sekali terhadap Kristen. Saya pikir bukan begitu caranya kita berdiskusi. 

Tambahan: Jangan lupa bahwa gebrakan Alex itu telah menimbulkan sakit hati banyak pendeta karena jemaatnya pindah ke tempatnya. Karena itu diluaran juga banyak fitnah-fitnah atau cerita-cerita yang ditambah-tambahi oleh mereka yang sakit hati tersebut.


Cat avatar Avatars



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

Computer mania Avatars




>>Surat-menyurat :   hakekathidupku@yahoo.co.id,  newhakekatku@yahoo.co.id, 

                                   Hakekatku_00@yahoo.co.id,   hakekatku_05@yahoo.co.id, 

                                    hakekathidup_h5@yahoo.co.id,

                                    hakekathidupku_nolnol@yahoo.co.id, 

 

>> MilisGroup:   hakekatku_00@yahoogroups.com,  

                             http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/

 

                             newhakekatku@yahoogroups.com,

                             http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/

 

>>B l o g  :    http://bloghakekatku.blogspot.com



--- Pada Sab, 8/9/12, emmanuel Mehmet <emmanuelmehmet@gmail.com> menulis:

Dari: emmanuel Mehmet <emmanuelmehmet@gmail.com>
Judul: [hakekathidupku] persepuluhan membuat Pendeta kaya raya?
Kepada: debate-religious-spirituality@yahoogroups.com
Cc: parapemikir@yahoogroups.com, Indonesia-Rising@yahoogroups.com, islam-kristen@yahoogroups.com, MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com, hakekathidupku@yahoogroups.com
Tanggal: Sabtu, 8 September, 2012, 6:33 AM

 

Dikutip dari Forum Kristiani (ladangtuhan, ekaristi, pondokrenungan):

Alex Tanuseputra, Graha Bethany
Kehidupan Mewahnya

Cukup banyak para penganggur di Indonesia yang menyamar menjadi "pendeta" dan berhasil

menjadi kaya raya.

Anda tahu Alex Tanuseputra?, dia seorang "Pendeta" dan ketua geng "Sinode Gereja Bethany

Indonesia" yang bermarkas di Surabaya. Orang ini mengaku bergelar Profesor dan juga dua

gelar doktor pemberian dari institusi antah barantah luar negri. Alex ini berlatar belakang

pedagang gagal tapi kemudian berpindah profesi jadi "Pendeta". Dengan kelihaiannya mengutip

dan meng-interpretasikan firman Tuhanme dia kini berhasil menjadi multi miliuner dengan

aset dimana2, baik di tanah air maupun di luar negri.

Informasi yang kami peroleh mengatakan bahwa dia memiliki sejumlah rumah di Surabaya dan

Jakarta, rumah mewah di Bentley, Perth Australia (yang merupakan rumah tinggalnya jika dia

berkunjung ke Perth setiap tiga bulan sekali). Mengkoleksi mobil mewah merupakan salah satu

hobbynya.
Status Alex di Australia adalah "Permanent Resident" atau penduduk tetap, dia memiliki visa

pensiun (Retirement visa). Untuk memperoleh visa ini sangatlah sulit karena harus memiliki

uang jaminan deposit dan asset sekitar A$1 Milliom (sekitar Rp 6,5 miliar dengan kurs

sekarang).
Bagaimana seorang yang hanya berprofesi "Pendeta" dari negara golongan "third world" bisa

memperoleh uang sedemikian banyak?
Dan apa maksudnya memperoleh visa pensiun di Australia? Apakah untuk persiapan melarikan

diri?

Alex sangatlah licin dan lihai dalam menggunakan nama Tuhan untuk memperkaya diri dan

keluarganya. Selama puluhan tahun telah membohongi masyarakat dan pemerintah dalam

memperoleh keuangannya dan bohong dalam membayar pajak penghasilan. Dia memperoleh gaji

hanya dari persembahan belas kasihan dari jemaat gereja Bethany Surabaya tapi kehidupannya

sangat mewah dan tidak sepadan dengan profesinya sebagai "Pendeta".

Mayoritas bangsa Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan sedangkan dia mengaku

sebagai "Pendeta" tapi gaya hidupnya tidak beda dengan para miliuner kelas kakap.
Hal yang banyak dipertanyakan adalah: Darimana dia memperoleh uang sebanyak itu?
Apa lagi kalo bukan menggelapkan uang gereja, dengan sangat licin dia bisa "mencuci" uang

gereja tersebut sehingga nampak sebagai pengeluaran kegiatan gereja.

Alex ini sangat licin dalam menggunakan cara2 setan, dia tidak segan2 mengaku dirinya

sebagai "Nabi".
Alex menyukai kehidupan gaya high profile, selalu ingin di sorot. Orang inilah yang

berambisi "melanjutkan" proyek Jakarta Tower yang telah ditinggal para investor sejak

krisis moneter 1998 lalu.
Alex mengaku "menerima wangsit dari Tuhan" untuk membangun menara "tertinggi didunia" yang

sesungguhnya sangat tidak Alkitabiah.

Kehidupan Alex yang bandit berkedok ini perlu di expose di media agar masyarakat menjadi

sadar akan existensi bandit2 yang berkedok "pendeta".
Alex hanyalah salah satu dari sekian banyak bandit berkedok "pendeta" yang bergentayangan

mencari mangsa sejak puluhan tahun lalu.
Banyak dari bandit ini memakai topeng "Kristen karismatik"


Data-data Alex:

Nama Lengkap: Alex "Abraham" Tanuseputra
Pekerjaan : "Pendeta" dan "Nabi" dan sejak tahun 2004 mendirikan perusahaan baru PT Prasada

Japa Pamudja sebagai sarana dirinya sebagai penanggung jawab proyek "Jakarta Tower".
Gelar : Profesor, Doctor of Divinity, Doctor of Philosofy. Ketiga gelar tersebut diperoleh

dari tiga institusi gurem dari USA yang statusnya sangat meragukan.
Gelar professor biasanya diberikan kepada seorang dosen yang telah mengabdikan hidupnya

selama puluhan tahun di Univesitas, tetapi nampaknya Alex ini "luar biasa" karena dia

seorang "pendeta" tapi bisa jadi Professor.


Tanggal lahir : 1 Juni 1941
Nama istri : Yenny Oentari
Alamat: Jl. Manyar Rejo I/33, Surabaya.
Jl. Manyar rejo I/29, Surabaya
Jl. Manyar Rejo II/36-38
Anak : Hana (42, punya dua anak yg sekolah di Perth), Aswin (41), Andre (39), ketiganya

menikmati kehidupan yang sangat mewah.
Rumah di Perth : 38 Pitt Street, St James-Bentley, WA

Tentang dua anak Hana di Perth

Dua anak Hana (Billy dan Sandra sekolah di Perth Australia), mereka adalah cucu Alex.
Hana adalah anak pertama Alex, dia adalah ibu rumah tangga (yang juga seorang "penginjil")

yang suaminya seorang Pendeta dari gerombolan geng Bethany yang juga punya hobby koleksi

property dan mobil mewah.

Sandra (cucu Alex) telah berdomisili di Perth sejak year 9 (sama dengan SMP kelas tiga),

dia sekolah di St Hilda Anglican school, di Mosmon park, salah satu sekolah paling

bergengsi di perth yang berada di lokasi termahal di perth. Biaya sekolahnya? A$25.000

pertahun (lebih mahal dari biaya universitas).
Sandra menghabiskan 5 tahun untuk menamatkan high school nya, biaya hidup rata2 perminggu

adalah A$500, jadi pertahun adalah A$ 26.000, dia tinggal di boarding dengan biaya tambahan

$ 13.000 pertahun.
Jadi biaya yang telah dikeluarkan per tahun: $25.000 (biaya sekolah) + $26.000 (biaya hidup

+ $13.000 (biaya boarding) = $64.000 (sekitar empat ratus juta rupiah pertahun).
Biaya yang telah dia keluarkan untuk lima tahun adalah 5x $64.000 = $ 320.000, berapa jika

dirupiahkan?. Sekitar dua miliar rupiah lebih! Biaya ini hanya untuk biaya high school

Sandra.

Berapa dana yang dikeluarkan rata2 penduduk Indonesia pertahun untuk membiayai anaknya

sekolah SMU? Silahkan bandingkan dengan keluarga Alex yang "pendeta".

Sandra saat ini adalah mahasiswi tingkat dua arsitektur di UWA (University of Western

Australia), biaya satu tahun kuliah adalah A$ 23.000 (termasuk asuransi + biaya extra

campus). Kuliah jurusan Arsitektur memakan waktu 5 tahun.
A$23.000 = Rp 160 juta (seratus enam puluh juta rupiah), biaya hidup A$26.000 pertahun,

jadi biaya untuk kuliah Sandra pertahun adalah A$49.000 per tahun: dengan kurs sekarang

adalah sekitar Rp 300 juta lebih hanya untuk biaya satu tahun!
Berapa biaya rata2 penduduk Indonesia mengeluarkan dana untuk anak2nya kuliah pertahun?

Silahkan bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan keluarga "pak pendeta" ini.

Tentang Billy (cucu Alex, anak Hana yang pertama): Billy berusia 21 tahun, masih sekolah

Alkitab di Perth, belum bekerja. Walaupun belum bekerja tapi sudah menikah, tidak usah

pusing memikirkan rumah atau biaya hidup karena Alex terus mensupply dana dari Indonesia,

rumah sudah punya, perabotan rumah tangga sudah komplit, biaya hidup di supply.

Biaya sekolah Bible pertahun: $20.000 (termasuk asuransi + biaya extra campus). Biaya hidup

untuk dua orang (Billy sudah beristri) sekitar $52.000 pertahun, jadi pengeluaran keluarga

Alex untuk Billy adalah sekitar Tiga Ratus Lima puluh juta rupiah Pertahun!, sekitar Rp 30

juta sebulan, Rp 1juta sehari.

Sungguh ironis, di Indonesia banyak sekali orang yang tidak tahu makan apa hari ini tapi

dilain pihak, Billy sang anak "pendeta" dengan mudah menghanguskan dana Rp 1 juta perhari.

Berapa biaya pengeluaran rata2 pasangan muda di Indonesia pertahun? Silahkan bandingkan

dengan pengeluaran keluarga "pendeta" Alex ini.

Total pengeluaran keluarga "pendeta" Alex hanya untuk Billy dan Sandra saja dalam setahun

adalah:
$52.000 (biaya Billy & istri) + $49.000 (biaya Sandra) = $101.000 per tahun (sekitar Enam

Ratus Lima Puluh Juta Rupiah lebih pertahun!), sekitar Rp 54 juta sebulan, sekitar Rp 2

juta perhari.


Angka diatas hanyalah angka basic saja, belum termasuk biaya tambahan untuk shopping dan

party yang keduanya dikenal sangat doyan.
Sandra terutama sangat menyukai barang2 fancy yang mahal.
Jika Alex bisa menghanguskan dana sekitar Rp 2 juta sehari hanya untuk membiayai dua

cucunya, berapa penghasilannya setahun?

Kami perkirakan dia berpenghasilan puluhan miliar pertahun tapi sama sekali tidak bayar

pajak (dengan alasan profesinya yang "pendeta") atau bayarkah?

Disinyalir di Indonesia ini banyak bandit2 berkedok "pendeta" yang berhasil mengelabui

masyarakat. Sudah saatnya masyarakat Indonesia dibersihkan dari parasit2 berkedok "orang

suci" atau "pendeta yang diurapi" atau "nabi besar" dan segala macam predikat yang "hebat2"

seperti gelar Professor, Ph.D, Doctor of Divinity.
Oh ya, ada tambahan info tentang Sandra, cucu si alex yang kuliah arsitek di Perth,

mobilnya mercy CLK merah tahun 2002, keren yah... bapaknya Yusak Hadisiswantoro berprofesi

"pendeta" praktek di indo negara yang masih tergolong "third world" yang mayoritas

penduduknya masih berpenghasilan US$5 sehari tapi anaknya sekolah di Australia,

tongkrongannya mercy lagi wah wah... hebat yah!. keren...



--
Jangan melihat islam dari perilaku pemeluknya krn perilaku mereka seringkali tidak sesuai dgn ajarannya,lihatlah Islam dari ajarannya.Baca Al quran

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar