Selasa, 11 September 2012

[inti-net] Beras Berkutu dan Bau, Penyaluran Tersendat - Polisi Amankan Ribuan Kilo Raskin "Gelap"

 

Raskin
Beras Berkutu dan Bau, Penyaluran Tersendat
Rabu, 12 September 2012 | 07:14 WIB
KOMPAS.com/Yatimul Ainun Ilustrasi : Kondisi kualitas jelas beras Raskin yang ditemukan para penerima di Kota Malang, Jawa Timur. Beras raskin tersebut tak layak konsumsi karena jelek dan bau apek, Kamis (28/6/2012)

TANGERANG, KOMPAS.com - Selama dua bulan terakhir penyaluran beras untuk rakyat miskin yang ditujukan kepada 53.046 keluarga di 9 dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang tersendat.

Selain itu, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan juga terkendala dalam penyaluran beras murah subsidi pemerintah tersebut.

Suplai beras untuk rakyat miskin (raskin) yang diterima warga setiap bulan sebanyak 15 kilogram itu terhenti karena pasokan raskin kosong di Gudang Bulog Divisi Regional Tangerang. Sementara itu, stok beras yang ada masih dalam proses fumigasi atau divakum.

"Penyaluran raskin sedang dihentikan sementara waktu karena stok beras di gudang Tangerang berkutu dan bau. Makanya, kami belum menyalurkan beras itu kepada warga," ujar Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Divre Tangerang Edi Jubaedi di Kota Tangerang, Selasa (11/9/2012).

Proses fumigasi itu, menurut Edi, dilakukan untuk membuang kutu dan bau pada beras.

"Diharapkan, proses ini akan selesai akhir pekan ini sehingga Senin pekan depan, suplai raskin sudah disalurkan kepada masyarakat penerima," ujar Edi lebih lanjut.

Selain Kota Tangerang, lanjut Edi, warga di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan juga belum menerima raskin. Suplai raskin untuk wilayah Kabupaten Tangerang sebanyak 24.000 ton dan Tangerang Selatan sebanyak 28.000 ton.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Erlan Sunarlan menjelaskan, suplai raskin untuk warga Kota Tangerang sebanyak 795.690 kilogram (kg) per bulan. Setiap keluarga mendapat 15 kg per bulan.

Pengadaan raskin ini disubsidi pemerintah dengan tujuan keluarga miskin bisa memperoleh beras bantuan itu seharga Rp 1.600 per kg dari harga normal Rp 6.000 per kg.

Meningkat

Erlan menegaskan bahwa pihaknya sudah mendesak Bulog agar segera menyalurkan raskin yang belum diterima warga.

"Terakhir raskin diterima oleh tiga kecamatan meliputi Cipondoh, Karang Tengah, dan Pinang pada akhir Agustus lalu. Sementara keluarga miskin di 9 kecamatan yang lain belum menerima raskin pada periode Agustus. Secara keseluruhan, warga belum menerima haknya tersebut untuk September," kata Erlan.

Menurut Erlan, raskin sangat dibutuhkan keluarga miskin. Selama ini, mereka sangat bergantung pada beras murah tersebut.

Di Kota Tangerang, lanjut Erlan, jumlah penerima raskin pada tahun ini cukup tinggi dan mengalami kenaikan hingga 100 persen dari tahun lalu. yang jumlahnya mencapai 28.546 kepala keluarga. Data itu berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik Kota Tangerang. (PIN)

Polisi Amankan Ribuan Kilo Raskin "Gelap"
Penulis : Kontributor Kolaka, Suparman Sultan | Rabu, 5 September 2012 | 20:44 WIB
KOMPAS.com/SUPARMAN SULTAN Beras miskin yang disita oleh polisi dan akan dibongkar di Polres Kolaka.

KOLAKA, KOMPAS.com - Dengan menggunakan mobil Pengendalian Massa (Dalmas), aparat Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara menyita ribuan kilogram beras miskin (raskin) yang disimpan di sebuah rumah warga di kompleks Perumahan HKSN Kelurahan Mangolo, Kecamatan Latambaga. Beras tersebut diduga adalah hasil dari penggelapan dari Bulog Kolaka.

Kepala Satuan Serse Polres Kolaka AKP Agung Basuki mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari warga sekitar yang mencurigai adanya proses bongkar muat beras dalam jumlah yang besar. Lalu polisi pun bergerak dengan memeriksa lokasi bongkar muat.

"Selanjutnya tim Buser (Buru Sergap, red) mengecek lokasi tersebut, dan ternyata memang ada ribuan kilogram beras yang telah dikemas dalam karung dengan kapasitas 50 kilogram sebanyak 90 karung. Setelah diperiksa, ternyata beras itu berasal dari karung beras miskin yang akan disuplai ke Kabupaten Kolaka Utara, tepatnya di Kecamatan Pakue," ungkapnya, Rabu (9/8/2012).

Dia juga menambahkan, saat ini pihak dari Polres Kolaka sendiri telah mengamankan dua orang yang diduga otak dari penggelapan beras miskin (raskin) tersebut.

"Jadi beras yang telah di pindah paket kan itu sudah dalam posisi siap jual. Yang kita curigai saat ini sebagai tersangka adalah Hare (34) dan Wahyudi Suardi (29). Mereka sementara diperiksa oleh penyidik dan tidak menutup kemungkinan tersangkanya akan terus bertambah. Kita juga akan meminta keterangan dari beberapa saksi yang ada di Bulog Kolaka," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan modus yang digunakan pelaku adalah meminta buruh di Bulog untuk memindahkan beras dari truk yang siap berangkat, ke mobil yang berada di sampingnya. Proses pemindahan begitu mudah karena salah satu pelaku, yakni Hare adalah pengawas di Bulog.

"Kita akan cek muatan mobil (truk) Fuso itu dulu, kalau berkurang, berarti pasokan raskin untuk Kolut dikurangi. Tapi kalau tidak berkurang, berarti pada saat pengisian di truk Fuso jumlahnya sengaja dilebihkan," tegasnya.

Akibat penggelapan raskin ini, Bulog menderita kerugian sekitar puluhan juta rupiah. Selain itu, aksi kejahatan ini merugikan warga penerima raskin.

Di lain pihak, Bulog Kolaka sendiri belum bisa dimintai keterangan terkait masalah ini.

Editor :
Farid Assifa

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE !
http://profitclicking.com/?r=kQSQqbUGUh
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar