Senin, 03 September 2012

[PERS-Indonesia] Indonesia Targetkan Seratus Ribu Doktor Pada 2015

 

Ref: Bagus sekali, cuma saja kalau pada tahun 2012 terdapat 25.000 orang bergelar doktor, inilah hasil yang dicapai dalam waktu lebih dari setengah abad merdeka-merdeka. Jadi kalau mau dicapai 100.000 doktor dalam waktu 3 tahun yaitu pada tahun 2015, maka produksinya harus diercepat. Mungkin dengan memakai sistem "converyer belt" bisa lancar produksi doktor dalam jumlah besar dan dapat dicapai dalam waktu singkat. Cara yang lebih mudah lagi dijual saja ijazahnya, gelar doktor tersedia bagi yang mau membayar, tanpa perlu berbulan-bulan/tahun duduk di perpustakaan mengumpulkan bahan, membaca, mencatat, interview, menulis, membuat seminar, publikasi karya dsbnya.
 
Kalau rencana tsb berhasil, maka barangkali dalam waktu tak lama lagi semua anggota DPR baik di induk kerjaan maupun di daerah periferi kekuasaan dituntut harus mempunyai gelar tsb. Jadi ingatlah sobat-sobatku gelar sangat penting, terlebih-lebih doktor dibutuhkan dalam herarki kekuasaan NKRI. Anda tidak mempunyai gelar, Anda berada di luar lapangan.
 
 
 
Indonesia Targetkan Seratus Ribu Doktor Pada 2015
Senin, 27 Agustus 2012 | 00:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menargetkan jumlah pemegang gelar doktor mencapai seratus ribu orang pada 2015.

Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim dalam pembukaan Seminar Internasional Aku Cinta Indonesia Kita (ACIKITA) Kedua di Gedung RRI, Jakarta Pusat, Minggu.

"Jika Indonesia memiliki doktor yang banyak, inovasi dan ilmu pengetahuan akan maju dengan pesat," kata Musliar, Minggu (26/8/2012).

Untuk mencapai target tersebut, Musliar mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengupayakan pemberian beasiswa doktoral kepada pelajar-pelajar Indonesia yang berprestasi.

"Kami genjot jumlah penerima beasiswa doktoral mulai awal 2012 lalu," katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan Musliar, jumlah penyandang gelar doktor di Indonesia hingga 2012 baru mencapai 25.000 orang.

Oleh karena itu menurut Musliar, pendidikan untuk mencapai jenjang S3 harus dibangun dari sekarang dengan memberlakukan wajib belajar 12 tahun.

"Saat ini kita masih menyebut wajib belajar 12 tahun dengan 'program pendidikan universal' dimana pemerintah memberikan subsidi hingga ke jenjang menengah atas," katanya.

Kemudian, Musliar menambahkan program tersebut dilanjutkan dengan pemberian beasiswa ke pendidikan tinggi S1, S2 dan S3.

"Sementara ini, pemerintah memang memprioritaskan beasiswa bagi dosen dan PNS. Namun ke depan, semua orang bisa mendaftar untuk mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi," kata Musliar.

__._,_.___
Recent Activity:
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Milis Pers Indonesia
Powered by : http://www.GagasMedia.com
GagasMedia.Com Komunitas Penulis Indonesia
Publish Tulisan Anda Disini !

Khusus Iklan Jual-Beli HP/PDA
Ratusan Game/Software HP Gratis
http://www.mallponsel.com

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar