Selasa, 11 September 2012

[PERS-Indonesia] Penangkapan 4 Orang di Ambon

 

 
SELASA, 11 September 2012 | 1534 Hits
 
 
Terkait Latihan Perang di Poso
Penangkapan 4 Orang di Ambon

JAKARTA, AE.- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/9), mengungkapkan penangkapan terhadap empat orang terduga teroris di kawasan Gunung Malintang, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (9/9), terkait dengan pelatihan di Poso.

Keempatnya yaitu Sukri, Jimmy alias Zum, Baharuddin, dan Imran, pemilik tempat dilakukan penangkapan. Saat ini keempatnya masih menjalani pemeriksaan oleh Densus 88 dan Polda Maluku. "Pemeriksaan terkait pelatihan di Sulawesi, ada beberapa titik yang dilakukan pemantauan, termasuk pelatihan di Poso, Sulteng," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/9).

Dalam penangkapan tersebut Densus 88 juga menyita dua buah senjata api jenis MK-3 satu buah, NNC satu buah, satu buah granat nanas berikut pelontarnya, tujuh buah magazin, dan amunisi yang berjumlah kurang lebih 10.000 butir siap pakai .

Selain itu juga ditemukan satu buah buku petunjuk cara membuat bom di rumah tersebut. Empat terduga teroris itu diketahui bukan warga asli Ambon. "Penangkapan itu adalah pengembangan dari mereka yang telah terindentifikasi melakukan pelatihan, kegiatan perencanaan aksi teror," pungkas Boy.

Seperti yang diketahui, belakangan ini polisi gencar menangkap jaringan teroris di berbagai wilayah. Penangkapan bermula dari kelompok teroris di Solo, Bayu cs. Setelah itu dugaan perakitan bom terjadi di Tambora, Jakarta Barat dengan buronan, Muhammad Thorik.

Belum usai menelusuri sejumlah kelompok ini polisi dikejutkan dengan ledakan bom di wilayah Beji, Depok yang juga melibatkan Thorik, Yusuf dan Mr. X. Saat ini kendali jaringan teroris ini masih ditelusuri Polri. Belum diketahui kaitan antarsatu kelompok dengan kelompok lainnya.

Sementara itu Polda Maluku masih tertutup untuk mengungkap peran enam warga yang ditahan di beberapa tempat berbeda di Kota Ambon ini, Minggu (10/9). Sampai kemarin, polisi belum juga memberikan keterangan resmi terkait penahanan enam warga yang diduga bukan penduduk asli Ambon itu.

Kepala bidang Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae yang dikonfirmasi wartawan hanya memberikan informasi terbatas, kemarin. Dia hanya memastikan, Densus 88 anti teror mengamankan, enam orang berinisial S, U, J, A, B dan P, di TKP yang berbeda.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menyita dua pucuk senjata dan enam buah magazen, amunisi puluhan ribu butir, satu buah granat, satu buah pelontar granat, dan satu buku pembuat bom. "Mereka sementara dipriksa di bekas kantor Densus 88 Polda Maluku. Itu urusan Densus. Mereka bukan warga Lokal, mereka itu mungkin orang luar Maluku yg datang tinggal di situ," ungkap Huwae.

Dia enggan membeberkan apakah enam orang ini terkait jaringan teroris ataukah tidak. "Soal jaringan atau lainnya itu tidak bisa saya jelaskan, maaf ya," singkat Huwae. Kapolda Maluku Brigjen Muktiono yang dikonfirmasi juga tidak menjawab pertanyaan wartawan Ambon Ekspres.(flo/jpnn/M6)

__._,_.___
Recent Activity:
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Milis Pers Indonesia
Powered by : http://www.GagasMedia.com
GagasMedia.Com Komunitas Penulis Indonesia
Publish Tulisan Anda Disini !

Khusus Iklan Jual-Beli HP/PDA
Ratusan Game/Software HP Gratis
http://www.mallponsel.com

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar