Senin, 17 September 2012

[PERS-Indonesia] RI Tak Selalu Jadi Pilihan Utama Investasi Karena Kendala Infrastruktur

 

 
 
Pembangunan infrastruktur di Jakarta Pembangunan infrastruktur di Jakarta

[JAKARTA] Kalangan Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan Indonesia Indonesia tidak selalu menjadi pilihan para investor asing untuk berinvestasi karena kendala infrastruktur.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) menjelaskan saat ini banyak para para investor yang mencari peluang dinegara-negara berkembang untuk berinvestasi guna memproduksi barang dengan cepat, mudah dan murah.

Namun dia menilai kondisi infrastruktur yang belum baik dan merata didaerah-daerah kerap membuat para investor berpikir ulang menanamkan modalnya.

"Ini yang menyebabkan Indonesia kalah dalam persaingan untuk menjadi basis investasi global terbesar," ujar SBS di Rapat Koordinasi Nasional Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik yang bertema "Peningkatan Daya Saing melalui Optimalisasi Potensi Perdagangan Indonesia dan Dunia" di hotel Aryaduta, Jakarta, (17/9).

Menurutnya investasi yang masuk ke Indonesia masih berkisar pada eksploitasi sumber daya alam (SDA) untuk diekspor dalam bentuk komoditi dasar. Penduduk yang besar jumlahnya dinilai belum menghasilkan tenaga kerja dengan produktivitas tinggi.

"Perpindahan barang dengan mudah, murah dan dalam jumlah besar belum dapat dicapai karena kendala infrastruktur yang belum memadai," imbuhnya.

Namun, katanya, Kadin mengapresiasi adanya rumusan solusi yang disusun dalam bentuk perencanaan jangka panjang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) periode 2011 – 2025.

MP3EI diharapkan dapat membawa peningkatan daya saing dalam investasi maupun perdagangan di dalam negeri dan pada tataran regional dan global.

"MP3EI membagi wilayah pembangunan sesuai dengan comperative advantages masing-masing serta melakukan transformasi sumber daya manusia menjadi tenaga pembangunan yang berproduktivitas tinggi," jelas dia.

Dia menambahkan melalui Kadin dunia usaha perlu bersikap lebih proaktif, baik dalam interaksi dengan pihak pemerintah maupun antarusaha-usaha sektoral dan dunia usaha di daerah. Sikap pro-aktif ini menurutnya diperlukan dalam rangka mendorong proses usaha dan investasi yang lebih integratif. [WHY/L-8]

__._,_.___
Recent Activity:
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Milis Pers Indonesia
Powered by : http://www.GagasMedia.com
GagasMedia.Com Komunitas Penulis Indonesia
Publish Tulisan Anda Disini !

Khusus Iklan Jual-Beli HP/PDA
Ratusan Game/Software HP Gratis
http://www.mallponsel.com

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar