Selasa, 04 September 2012

[PersIndonesia] Re: [inti-net] Partai Politik versus Rakyat

 

OPINI PRAKTIS sebagai SUATU PRINSIP2 DEMOKRASI
 
PARTAI POLITIK - DEMOKRASI - DAN MILITER 
 
1/ BUKAN  anggouta2 Partai yang harus Tunduk pada Partainya - tetapi sebaliknya PARTAI lah yag HARUS MENDENGAR PARA ANGGOUTANYA
 
2/ DEMIKIAN PULA  "BUKAN RAKYAT DAN ATAU MASSA  yang HARUS MENDENGARKAN DAN TUNDUK PADA PEMERINTAHNYA - TETAPI SEBALIKNYA
    bhw PEMERINTAHLAH YANG HARUS MENDENGAR KELUHAN DAN TUNTUTAN RAKYAT - dan MENGATUR NEGARA SEBAIK MUNGKIN  sebagai TENAGA
    ADMINISTRTIVE YANG  DIBAYAR NEGARA .
 
3/BUKAN  "MILITERISASI DAN MEMBUNUHI RAKYAT DAN MASYARAKAT BANGSA " YANG HARUS DILALKUKAN PARA JENDRAL DAN UNIT MILITERNYA  -
   MELAINKAN SEBALIKNYA - HARUS MELINDUNGI DAN MEJAGA  KEAMANAN DAN ANCAMAN DARI LUAR TERHADAP BANGSA DAN NEGARANYA .
 
4/ DAN BUKAN PULA " MILITERISASI " EKONOMI -HUKUM - USAHA SERTA KEHIDUPAN SIPIL DIMASA DAMAI - yang HARUS DILAKUKAN DAN DIKUASAI
     MILITER DAN PARA JENDRALNYA  - melainkan sebaliknya  MENJAGA KEAMANAN BANGSA DAN NEGARA  - Agar BISA MENJAMIN STABILITAS 
    dari PROCES PERKEMBANGAN  EKONOMI - KEHIDUPAN HUKUM DAN KEHIDUPAN SOCIAL BANGSA DAN NEGARA.
 
5/ TENTANG AGAMA : BUKAN AGAMA DAN PARA KYIAYI DAN IMAMNYA YAG HARUS DISEMBAH DAN DIDENGAR - MELAINKAN ALLAH DAN ATAU
    TUHANNYA ..!
 
6/ TENTANG OPINI DAN SIKAP POLITIK :  BUKAN HATI dan EMOSI  YANG MEMIMPIN DAN MENGARAHKAN OPINI - MELAINKAN LOGIKA DAN CARA
    BERPIKIRLAH DAN ATAU PEMIKIRAN YANG REAL - YANG HARUS MEMIMPIN DAN MENGARAHKAN OPINI /PANDANGAN dan SIKAP 
 
 
KESIMPULAN : Bukan maksud saya mengajari Anda semua  ( UNTUK HAL INI  -SAYA TIDAK PUNYA HAK  PATENT )  -
                                              MELAINKAN UNTUK MENYUGUHKAN SUATU FAKTA DAN BAHAN PEMIKIRAN TENTANG SEMUA HAL DAN MASALAH DIMANA
                                              DAN DILINGKUNGAN MANA KITA SEMUA BERADA DAN HIDUP DIDALAMNYA .... DAN INIPUN SUATU FAKTA YANG KITA HADAPI
                                              MASING2 ...( Nothing more - Nothing less ) ...DEMI KEMAJUAN BANGSA DAN NEGARA  ( BAIK MATERIEL maupun MENTAL -
                                              BAIK KWANTITAIVE (berkeckupan ) maupun KWALITATIVE  ( Dengan Budaya yang  tinggi) .                                                           
 
                   marc.-
-------Original Message-------
 
From: GELORA45
Date: 3.9.2012 20:47:19
Subject: [inti-net] Partai Politik versus Rakyat
 
 

Partai Politik versus Rakyat
TRIBUNnews.com – 30 menit yang lalu
Lihat Foto
TRIBUNNEWS.COM - Sudah buka Yahoo, begitu pesan SMS dari seorang teman. Maksudnya apakah saya sudah membuka tulisan saya "Keroyok, Gempur Jokowi-Ahok" di Tribunnews.com, Sabtu, (18/8/2012), yang dimuat di Yahoo.com.

Ketika saya buka, tidak mengira tulisan saya dikomentari dan ditanggapi begitu rupa dan beragam, sehingga makin bernuansa. Makasih! Salah satu komentar yang saya anggap cukup menarik dan mengena, meski komentarnya cukup singkat, "Partai Politik versus Rakyat".

Asyik juga komentarnya, singkat, padat, dalam, langsung menukik ke sasaran. Pertanyaan kita sekarang, benarkah perhelatan Pilkada DKI 2012 di ronde kedua ini merupakan atau merepresentasikan pertarungan dua kubu kekuatan, partai politik versus rakyat?

Merapatnya tiga partai politik besar Partai Golkar, PKS dan PPP, ke kubu Foke-Nara, untuk menggempur keroyok kalahkan Jokowi-Ahok, mengindikasikan bahwa koalisi ini lebih mengacu pada kepentingan pragmatis, atau kepentingan politik sesaat – asal bukan Jokowi-Ahok (ABJA). Entah itu dilatari kepentingan ideologis, hasrat kuasa atau sedekah harta.

Di tengah meredupnya sinar citra partai politik dan merosotnya legitimasi ataupun kredibilitas partai politik di mata rakyat, penggalangan koalisi Partai Golkar, PKS dan PPP berkoalisi dengan Partai Demokrat, semakin mempertegas bahwa keberpihakan partai politik lebih mengabdi kepada kepentingan kekuasaaan, dibanding keberpihakannya mengabdi kepada aspirasi kepentingan kehendak rakyat.

Penggalangan koalisi ini semakin membuka mata rakyat sekaligus menunjukkan kepada kita bahwa keberadaan koalisi keempat partai politik ini lebih untuk memenuhi hasrat kepentingan-kepentingan politis pragmatis, dibanding berjuang demi kepentingan rakyat.

Perhelatan Pilkada DKI 2012 yang intinya untuk memilih pemimpin rakyat, kini mengarah kepada kepentingan lebih besar lagi yakni pertaruhan legitimasi dan kredibilitas partai politik itu sendiri, dari sekadar memilih gubernur dan wakilnya. Karena hasil akhir dari ronde kedua ini, siapa pun pemenangnya – Jokowi-Ahok atau Foke-Nara – di sini legitimasi dan kredibilitas partai politik dipertaruhkan.

Pada pertarungan ronde kedua, kubu Foke-Nara yang diperkuat oleh koalisi empat partai besar ini merepresentasikan simbol kekuatan kekuasaan partai politik, sedangkan Jokowi-Ahok yang didukung Gerindra dan PDIP, disimbolkan sebagai kekuatan rakyat. Ini mungkin yang dimaksud di komentar, "Partai Politik versus Rakyat". Di mana kekuatan partai politik akan berhadapan melawan kekuatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya sesuai pilihan hati nurani. Di mana kedaulatan partai politik akan berhadapan melawan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya sesuai pilihan hati nurani.

Kita tunggu tanggal mainnya, siapa di antara dua kekuatan ini yang bakal memenangkan pertarungan. Mampukah kekuatan partai politik menundukkan kekuatan rakyat, atau kebalikannya, justru kekuatan rakyat akan menggilas hegemoni kekuatan dan kekuasaan partai politik.

Sebagai penutup tulisan ini, saya akan mengutip sepenggal lirik lagu ciptaan Leo Kristi, bejudul "Jabat Tangan Erat-Erat Saudaraku"; Kalau cermin tak lagi punya arti, pecahkan berkeping-keping, kita berkaca di riak gelombang...!!!

Alex Palit, penulis lirik lagu, pendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi)

[Non-text portions of this message have been removed]

 

__._,_.___
Recent Activity:
Japanese Language School Pandan College http://pandan.ac.id/ 021-2727-2511, 021-2923-8782
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar