Sabtu, 01 September 2012

«PPDi» Relawan Diusir Dari Pengungsian Syiah, Madura + Dua Tokoh Besar Syiah Aceh

 

Ref: Peraturan rezim neo-Mojopahit harus diperinci dan pertegas seperti dikatanan bahwa "Umat Islam harus jadikan Syiah musuh" ( http://www.hidayatullah.com/read/24540/31/08/2012/umat-islam-harus-jadikan-syiah-musuh-bersama.html). Alternatif terbaik ialah NKRI ditamatkan riwayatnya, karena selama ini tidak membawa faedah kepada rakyat di kepulaun Nusantara, harta kekayaan alamnya dirampok untuk kepentingan klik neo-Mojopahit dan konco-konco kaum elitnya. Ada pendapat yang lebih baik dan berguna?
 
 
foto

Seorang warga Syiah korban konflik SARA menangis di pengungsian Gedung Olah Raga,Sampang, Madura, Senin, (8/27). TEMPO/Fully Syafi

Relawan Diusir Dari Pengungsian Syiah, Madura

TEMPO.CO, Sampang -Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (kontras) menyayangkan pengusiran relawan dari gedung olah raga Sampang oleh Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu, 1 September 2012. "Mestinya pemkab Sampang bekerja sama dengan relawan mengurusi kebutuhan pengungsi syiah, bukan mengusir," kata Koordinator Kontras Surabaya, Andi Irfan kepada Tempo.

Menurut Andi, sejak hari pertama warga syiah di pengungsian, tidak banyak bantuan yang diberikan pemerintah Sampang kepada pengungsi syiah. Sementara kebutuhan, seperti susu bayi, pakaian, air meniral dan lainnya kebanyakan disumbang masyarakat. "Pemerintah mestinya tidak bersikap tertutup," katanya.

Selain melarang relawan, Andi melanjutkan, pengungsi syiah dilarang menerima tamu di dalam GOR. "Bantuan untuk pengungsi juga harus mendapat izin sekarang, sebelumnya tidak," ujarnya.

Aksi pengusiran tersebut terjadi Sabtu siang pukul 12.00, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sampang Malik Amrullah meminta relawan dan wartawan yang tengah berada dalam GOR keluar dengan alasan mengangu pengungsi. Sejumlah wartawan dan relawan menolak. Kericuhan pun terjadi. "Pokoknya relawan dan wartawan tidak boleh di dalam titik," kata Malik.

Pantauan di lapangan, relawan dan wartawan tidak menghiraukan larangan itu. "Wartawan dan relawan masih di dalam, saya wawancara tidak ada yang larang," kata Kamal, salah satu jurnalis televisi nasional.

MUSTHOFA BISRI

+++++

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/01/173426855/Dua-Tokoh-Besar-Syiah-Aceh

Dua Tokoh Besar Syiah Aceh

TEMPO.CO, Jakarta -Dua aliran Syiah dan Sunni atau Ahlulsunnah berebut pengaruh sejak pertama kali masuk Indonesia melalui Aceh. Sejumlah tokoh besar lahir dari dua aliran yang kemudian berebut pengaruh itu. Profesor Hasjmy, dalam buku Syiah dan Ahlulsunnah, menyebutkan tokoh besar itu antara lain Hamzah Fansury dan Syamsuddin Sumatrany yang beraliran syiah. Tokoh ''lawan'' aliran mereka adalah Syek Nuruddin Ar Raniry serta Syekh Abdur Rauf Syiah Kuala yang ahlulsunnah.

Siapa dua tokoh Syiah ini?

Hamzah Fansury
Professor Syed Muhammad Naguib Al-Attas dalam buku The Mysticsm of Hamzah Fansury menyebutkan tokoh syiah ini lahir di Barus, Aceh, walau tak ada bukti kuat mengenai lokasi kelahirannya. Ia hidup pada masa pemerintahan Sulthan Alaiddin Riayat Syah IV Saiyidil Mukammil (997-1011 Hijriah/1589-1604).

Dari sebuah syairnya, Hamzah dipercaya berasal dari Fansur, sebuah kampung dekat kota Singkel. Pada masanya daerah ini merupakan 'pusat kegiatan ilmu' di Aceh bagian selatan. Dia dikatakan sebagai pengikut thariqat Saiyid Abdul Kadir Jailani.

Hamzah belajar di Aceh dan mengembara ke Jawa, Malaya, India, Persia, Arabia dan sejumlah wilayah lainnya. Dia ahli bahasa Melayu, Jawa, Urdu, Persia, Arab dan bahasa Aceh tentunya. Ahli filsafat, tasauwuf, manthiq, sejarah, fiqh, serta ahli lainnya. Karyanya antara lain: Asraarul Arifin Fi Bayani Ilmia Suluk Wat Tauhid, Syarabul Asyiqin, Al Muntahi, dan Ruba'i Hamzah Fansury, Syair Burung Unggas.

Syamsuddin Sumatrany
Dia merupakan murid Hamzah Fansury yang berasal dari Samudra-Pase. Lahir di lingkungan ulama dia memiliki nama lengkap Syamsuddin bin Abdullah Sumatrany. Ia pernah belajar kepada Pangeran Bonang di Jawa. Ia menguasai sejumlah bahasa seperti Hamzah dan pernah menjabat sebagai orang kedua dalam kerajaan atau Qadli Malikul Adil di Aceh Darussalam. Kalau Hamzah ahli sastra sebagai penyair sufi, Syamsuddin mengatasi gurunya di bidang politik dan kenegarawanan.

Kehabatan Syamsuddin bahkan diakui musuh pahamnya, Syekh Nuruddin Raniry. Karyanya yang berbahasa Melayu (jawi) atau bahasa Arab cukup banyak, setidaknya ada 16 karya besar antara lain Miratul Mukminin, Jauharul Haqaiq, Risalatul Baiyin Mudahadlatil Muwahhidin 'Alal Mulhidi fi Zikrillah dan Kitabul Harakah.

PURWANTO

Berita Terkait:
Liputan Khusus Syiah di Indonesia
''Piagam'' Kesepakatan Syiah - Sunni
Siapa Syiah, Siapa Sunni
Mengenal 4 Kelompok dalam Syiah

Persamaan dan Perbedaan Sunni-Syiah

Foto Anak dan Lansia Korban Penyerangan di Sampan
Pandangan Profesor Asal Iran soal Sunni-Syiah
Asal Muasal Perpisahan Syiah dari Sunni

__._,_.___
Recent Activity:
------------------------------------------------------------------
                       TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

Mailing bebas => Meukra-subscribe@yahoogroups.com
-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@yahoogroup.com

**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
               : Meukra-subscribe@yahoogroups.com
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://PPDi.cjb.net/
                          http://groups.yahoo.com/group/PPDi/messages

ALL ADVERTISERS THAT HAVE NOTHING TO DO WITH condemning indon WILL BE BANNED WITHOUT WARNING!!!
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar