Sabtu, 15 September 2012

Re: Catatan MS Netters : [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 

Terima kasih Pak Mujib mau ikut bergabung.

Boleh saja memahami seperti itu, namun tetap makna ayat mesti koheren/selaras, bukan sama, artinya tdk boleh ada inkonsistensi di dlm suatu pernyataan.

Kalau "hu" kembali ke al qamar, lantas apakah dapat al qamar itu disebut manazil?

Pd 2:189 Ahillah digantikan dg "hiya", sbg dhomir tunggal perempuan, yg mengandung arti ahillah sbg satu kesatuan yg menjadi tanda2 penanggalan bagi manusia dan haji. tidak ada inkonsistensi di sana.

Nah, dlm hal al qamar sbg manazil penjelasannya bgmn?
Mohon kalau ada rujukan kamusnya, kalau al qamar dpt disebut sbg manazil.




From: Muhammad Mujiburohman <mmujiburohman@yahoo.com>
To: "Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com" <Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, 15 September 2012, 15:03
Subject: Re: Catatan MS Netters : [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 
Assalaamu'alaikum

Maaf komentar saya ini pernah saya sampaikan di milis ini sebelumnya:
Bagi saya, dhamir "hu" pada ayat dimaksud cukup jelas menggantikan "alqamar".
Alasan:
- alqamar adalah isim mudzakar (jenis laki-laki) tunggal
- dalam 1 kalimat sangat mungkin terdapat 2 objek, objek langsung (I) dan objek tidak langsung (II). Antara objek I dan II biasanya justru berbeda, bukan mesti sama atau "koheren" sebagaimana dituntut Pak Pran
Contoh: I gave him a book yesterday. "him" dan "a book" adalah 2 objek yang berbeda

- manaazil adalah jama' taktsir ghairul 'aqli (irregular plural benda tak berakal) dari manzilah. Keduanya jika digantikan dengan isim dhamir (personal pronoun) menggunakan "hiya" atau "haa" atau sepadan dengan dia perempuan tunggal

Mohon definisi hilal yang dipahami masyarakat Arab waktu itu (mestinya juga sama dengan sekarang) juga dipaparkan. AlQuran biasanya mengambil istilah sesuatu berdasarkan hal-hal yang memang dipahami masyarakat saat wahyu diturunkan.

Wassalaam,
Mujib (T. Kimia-UMS)

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar