Sabtu, 15 September 2012

Re: Catatan Netters Re: [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 

Pak Fami ada benarnya, tapi juga kalau menafsirkan ayat AQ keluar dari teks eksplisitnya itu juga problem.  Wong yg ada adl siang malam, ya jelas soal siang malamlah yg diutamakan.

Yg sy benar2 tdk sepakat, teks AQ yg eksplisit digantikan oleh pemahaman yg implisit.
Itulah yg sy sebut menggantikan ayat2 AQ dg sains atau pemahaman sendiri.

Kalau Yasin 37 memang menyatakan demikian "Dan suatu tanda bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan". Ya kita tetap fokus pd malam, lalu proses perubahan dari siang ke malam yg dilakukan Allah dan hukum2Nya, dan sifat malam. ini adl tafsir utamanya.

kalau pd kalimat "Kami tanggalkan siang dari malam itu", dipahami sbg penyebabnya adl rotasi bumi. boleh juga, namun pemahaman ini ada pd tingkat ke-2, tetap yg utama adl "Kami tanggalkan siang dari malam itu", krn di sini mengandung subjek "Kami", yg mengungkapkan tidak hanya Allah sendiri yg melakukannya, melainkan dg menciptakan hukum2 alam terlebih dahulu.  itu baru satu yg ditinggalkan kalau pemahamannya langsung diganti pemahaman sains. ada lg kalau mau didalami.

Kalau ayat tsb lantas tafsirnya digantikan oleh "itu mengungkapkan gerak rotasi bumi", menurut sy itu keliru. Tidak sadar telah mengganti pemahaman AQ dg pemahaman dari sains.

Demikian menurut sy Pak Fami.




From: Fami Fachrudin <masfami@yahoo.com>
To: Milis Muhammadiyah <Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, 15 September 2012, 15:03
Subject: Re: Catatan Netters Re: [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 
Dear Pak Pranoto,

Dalam kaitan Alquran sbg produk budaya, "pengetahuan" yang digunakan tentu yang sesuai dengan perkembangan budaya yang ada pada saat itu.

Saat itu belum ada pengetahuan manusia tentang bumi yang berotasi, maka digunakanlah kalimat-kalimat pergantian malam-siang.

Penggunaan "urjun al-qadim" termasuk bagian dari "pengetahuan" manusia saat itu berkaitan dengan budaya penanggalan yang ada, di mana "urjun al-qadim" menjadi penanda akan habisnya 1 siklus bulan.

"Hilal" pun termasuk bagian dari "pengetahuan" manusia saat itu berkaitan dengan budaya penanggalan yang ada. Para era Babylonia kriteria hisab mencapai +13 untuk memastikan bahwa hilal sudah bisa dilihat.

Kembali ke pertanyaan Pak Pran "apa susahnya Allah menyebut rotasi secara eksplisit", tentu saja jawabnya tidak susah. Tetapi, jika hal itu terjadi akan membuat alquran sebagai kitab pembingung bukan kitab penerang.

Kenapa tidak sekalian saja Allah menjelaskan dalam alquran adanya galaksi-galaksi, baik jumlah maupun luasnya, yang ada di jagat raya ini instead of menjelaskan 1 hari di langit setara 50.000 tahun di bumi?

Kenapa pula alquran hanya membagi jagat raya hanya dengan samaawat (langit) dan ardh (bumi)?

Itu semua tidak dilakukan karena alquran sebagai produk budaya akan berbicara sejalan dengan pengetahuan masyarakatnya yang ada pada saat itu.

:D

Sent from my Heart®

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar