Jumat, 14 September 2012

Re: [M_S] Re: "Ta'rif syar'i / Definisi astronomis Hilal"

 

Salam

Maaf menyela. Setahu saya, teori tentang kriteria wujudul-hilal ini sendiri mengalami perkembangan. Dari Sa'doedin Djambek, Wardan Diponingrat hingga saat ini. Salah satunya direkam dalam tulisan berikut: http://elmue.blogspot.com/2011/11/kriteria-hisab-wujud-al-hilal-yang.html
Yang terakhir, tentunya yang ada di buku Pedoman Hisab Muhammadiyah, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Acuan bulan baru ya kriteria "three in one" itu.

Salam
Amir


From: Tono Saksono <tsaksono@gmail.com>
To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Sent: Friday, September 14, 2012 1:38 PM
Subject: Re: [M_S] Re: "Ta'rif syar'i / Definisi astronomis Hilal"

 
Saya kira penjelasan saya yang dilengkapi animasi2 yg ada sudah cukup jelas. Ada belasan animasi yang sudah saya buat.    
TS
 

2012/9/14 Rois <royfathoni@yahoo.com>
 
Terima kasih, Pak Tono.

Saya tidak sedang mengajukan angka 4.55 derajat sebagai jarak elongasi minimum untuk syarat terwujudnya hilal.

Yang saya katakan adalah bhw kalau kita memaknai hilal sebagai "crescent" dalam pengertian "bagian rembulan yang tersinari matahari yang tampak sebagai bulan sabit", maka harus ada jarak tertentu dari rembulan dan matahari yang harus dipenuhi agar hilal itu "terwujud".

Jarak inilah yang lebih penting, bukan saat konjungsi.
Sebab, ada kalanya "crescent" itu selalu "wujud" baik sebelum, sewaktu, maupun sesudah waktu terjadinya konjungsi; yaitu ketika konjungsi terjadi tidak pada saat terjadinya gerhana matahari.

Adapun ketika terjadi gerhana matahari, saat konjungsi dihitung pada saat titik pusat matahari dan titik pusat rembulan berimpitan. Artinya, ada durasi waktu tertentu dimana matahari dan rembulan beririsan. Dan selama durasi waktu tsb mustahil "crescent" bisa terwujud.

Jadi, yang lebih penting menjadi syarat "wujud"nya crescent adalah jarak elongasi matahari dan rembulan, dan bukan saat konjungsi.

Sehingga, kalau boleh saya ringkas,

1. Secara astronomis, HILAL adalah CRESCENT yang merupakan fenomena PENAMPAKAN; bukan fenomena POSISI.
2. Secara astronomis, bulan baru tidak ditandai dengan CRESCENT, tetapi dengan POSISI rembulan dan matahari yang disebut KONJUNGSI.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, secara syar'i, apakah yang dijadikan acuan masuknya bulan baru? Apakah HILAL, ataukah KONJUNGSI ?

Saadoedin Djambek dalam bukunya Hisab Awal Bulan menolak Konjungsi sebagai acuan masuknya bulan baru sebab konjungsi tidak bisa diobservasi.

Muhammadiyah sefaham saya juga masih menjadikan Hilal sebagai acuan masuknya bulan baru; dan bukan konjungsi. Hanya saja memang ada pertanyaan mengenai kriteria ke tiga "matahari terbenam lebih dahulu dari rembulan"; yang mana ini lebih merupakan spesifikasi POSISI; dan tidak terkait dengan CRESCENT.

Salam,
Rois

--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, Tono Saksono <tsaksono@...> wrote:
>
>
> Pada 14 April 2010 di Montfaucon Perancis, sebetulnya konjungsi toposentris
> telah tejadi pada 14:21, meskipun konjungsi geosentris memang terjadi pada
> 14:29. Bidang toposentris adalah sistem koordinat 3D, dimana bidang YZ
> terletak pada bidang meridian setempat, bidang XY nya menyinggung bola Bumi
> pada titik pengamatan, sumbu Y mengarah ke utara, dan sumbu X nya membentuk
> sistem koordinat tangan kanan.
>
> Karena Legault mengambil foto ini pada posisi toposentris, maka sebetulnya,
> umur Bulan saat itu sudah sekitar 8 menit, enggak persis zero.
>
> OK saya setuju dengan Antum bahwa itulah crescent atau hilal. Jadi bahkan
> hanya 8 menit setelah konjungsipun, hilal sudah wujud. Soal sudut elongasi
> yang 4.5 derajat harus dijadikan sebagai salah satu kriteria pendefinisian
> wujudnya hilal, ini yang saya tidak setuju, karena:
>
>
> 1. Ya Sin 38-40, hanya menyebutkan qomar, bukan hilal. Disimpulkan, jika

> telah melewati titik NOL (konjungsi), dan Matahari tenggelam melampaui
> Bulan, maka itu telah syah sebagai awal bulan qomariyah.
> 2. Dalam Ya Sin 38-40 itu juga dikatakan Matahari dan Bulan

> berkejar-kejaran. Jadi artinya keduanya harus diperlakukan sama dan adil.
> - Kalau tenggelamnya Matahari didefinisikan dengan tenggelamnya

> priringan atas, maka definisi Bulan tenggelam juga harus piringan atasnya.
> - Sifat2 Matahari yang akan melemahkan Bulan harus dihilangkan.

> Analoginya, jangan mempertandingkan Mike Tyson dengan Elias
> Pical. Apalagi
> Mike Tysonnya pake helm dan baju besi. Jadi sifat2 semburan
> sinar Matahari
> (sifat2 fisika seperti hamburan cahaya) yang melemahkan posisi Bulan
> sehingga Bulan tidak kelihatan harus dihilangkan. Jadi murni posisi
> geometris keduanya yang diperhitungkan.
> 3. Apa yang dilakukan oleh Elsasser dan Legault adalah betul. Mereka

> menggunakan filter IR (infra red), untuk mereduksi kontras yang sangat
> berlebihan akibat sinar Matahari dan background langit yang sangat terang.
> Selain itu juga, mereka sama2 mengaplikasikan low-past filter (software
> filter) untuk image enhancement.
> 4. Bahwa kemampuan mereka secara teknologis masih baru sampai 4.5

> derajat sudut elongasi, teknologi itu akan dan harus terus dikembangkan
> sehingga untuk memperkecil sudut elongasi tsb. Dengan kata lain, percuma
> memberi nilai minimal sudut elongasi karena akan ada lagi orang lain yang
> mencapai rekord dunia baru lagi, dengan sudut elongasi yang semakin kecil.
> Pada awal tahun 60an pun, orang mungkin enggak percaya bahwa ada pelari
> yang dapat melakukan sprint kurang dari 10 detik unt jarak 100 meter, atau
> astronot Amerika akan mampu menginjak Bulan.
>
> Persoalannya, sudut elongasi itu pada umumnya diberikan oleh pendukung
> imkan-rukyat untuk memprediksi bahwa hilal itu dapat dilihat dengan mata,
> yang asal-usulnya diambil dari hasil penelitian astronom Perancis, Danjon.
>
> Padahal, ketika Danjon mempublikasikan hasil penelitiannya pada tahun 1930,
> saya yakin, it has nothing to do with Islam. Orang Islam sendiri pada saat
> itu umumnya masih berjuang untuk merdeka dari penjajahan, boro-boro mikir
> sudut elongasi. Jadi rasanya, susah juga dipercaya bahwa Danjon
> melakukannya atas pesanan orang Islam.
>
> Moh. Ilyas, pada tahun 1984, malah mengkoreksi kriteria Danjon ini menjadi
> 10.2 derajat. MABIMS kemudian mengadopsi syarat 4 derajat, dan kemudian
> diturunkan menjadi kriteria 2-3-8 itu. Pak Thomas, kemudian mengusulkan
> menaikkan lagi sudut elongasi 6.4 derajat dan ketinggian hilal 4 derajat
> (kalau enggak salah). Pokoknya. . . . . . mumet.
>
> Berapapun kriterianya, khusunya formula 2-3-8 yang sudah saya teliti (2
> derajat tinggi hilal, 3 derajat sudur elongasi, dan 8 jam umur Bulan)
> kriteria imkan-rukyat itu scientifically odd karena membuat ambigu. Nah,
> untuk membuktikan itu, silahkan lihat animasi yang telah saya buat:
>
> http://www.youtube.com/watch?v=xddqf2VNhs0&feature=plcp
>
> Wallahu a'lam,
>
> Tono Saksono
> (umur hampir 61, merasa masih 40)
>
>
>
> 2012/9/14 Rois <royfathoni@...>
>
> > **

> >
> >
> > Terima kasih, Pak Tono.
> >
> > Untuk panggilan, baiklah, saya setuju.
> >
> > Untuk gambar, saya berasumsi bahwa gambar yang dimaksud Pak ono adalah
> > gambar foto hilal Elsaaser dan Legault.
> >
> > Baiklah, mari kita lihat foto hilal-nya Legault yang direferensikan Pak
> > Tono.
> >
> > http://legault.perso.sfr.fr/new_moon_2010april14.html
> >
> > Di situ ada penjelasan bhw umur bulan waktu itu adalah nol; alias saat
> > terjadinya konjungsi. Artinya, bahkan pada saat terjadinya konjungsi pun,
> > hilal itu sudah "wujud" dan dibuktikan dengan foto tsb. "...It is the
> > youngest possible crescent, the age of the Moon at this instant being
> > exactly zero."
> >
> > Akan tetapi kalau kita lihat ilustrasi posisi rembulan dan matahari di
> > bawahnya, di situ ada penjelasan bhw pada saat konjungsi tsb, jarak antara
> > rembulan dan matahari adalah 4.55 derajat, atau kira kira sembilan kali
> > diameter matahari.
> >
> > Nah, jarak antara rembulan dan matahari ini justru lebih penting dijadikan
> > sebagai syarat terwujudnya hilal daripada umur bulan, sebab kalau konjungsi
> > terjadi bertepatan dengan gerhana matahari, mustahil hilal "wujud" sebab
> > keduanya masih berimpit atau beririsan.
> >
> > Di sinilah saya sampaikan kembali pentingnya definisi hilal. Tampaknya
> > sudah ada kesamaan antara Pak Djamal dan Pak Tono bhw hilal adalah
> > "crescent"; yaitu bagian dari rembulan yang TAMPAK seperti sabit. Kita
> > kesampingkan dulu mengenai apakah TAMPAK-nya itu harus dengan mata atau
> > tidak, tetapi kita tekankan dulu bhw hilal secara astronomis bukanlah
> > semata mata POSISI REMBULAN, tetapi adalah FENOMENA ASTRONOMIS berupa citra
> > bagian dari rembulan yang memantulkan sinar matahari sehingga
> > tampak/berwujud sabit (bukan lingkaran penuh seperti bulan purnama).
> >
> > Begitukah ? CMIIW.
> >
> > Salam,
> > Rois (umur: 38 thn)
> >




--
htt://cis-saksono.blogspot.com


__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar