Senin, 10 September 2012

Re: [M_S] tanggapan terkait pendapat bhw Nabi Muhammad saw tidak ummiy

 


--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, "Abdul Mu'iz" <muizof@...> wrote:
>
> Tambahan dari saya :
>
> (1) Riwayat yang menyebutkan nabi ketika didekap malaikat jibril dan disampaikan wahyu pertama, perintah iqra', direspons belian (nabi Muhammad), dengan ucapan "maa ana bi qaari'" artinya "saya bukan pembaca" kalau "saya tidak dapat membaca" itu redaksi bahasa arabnya, "ana laa atathii'u an aqra'a".


[awal tanggapan Nugon]
ane tanya pd ustadz yg faham dan mahir Bhs Arab.
Maa ana biqorii itu dimaknai/diartikan saya tdk sanggup membaca.
kalau Mas Muiz berpendapat demikian, silahkan informasikan referensinya, terutama dari ilmu nahwu shorof dkk. nanti ada kesempatan, saya escalate ke yg mumpuni.

tapi aneh sih, orang-orang Arab zaman Nabi dan ulama-ulama kita di era klasik/salaf, tdk menyatakan redaksi seharusnya seperti yg Mas Mu'iz sampaikan. ini sebatas saya mengaji, membaca, sampai googling.
[akhir tanggapan Nugon]  

> (2) Irshad Manji dan para orientalist juga menafsirkan "ummiy" dalam qur'an sebaga buta huruf dan tidak dapat membaca. Ini berpotensi kalangan non muslim dan atheist makin melecehkan umat islam, karena nabinya (sebagai utswatun hasanah) saja buta huruf apalagi umatnya.
>
[awal tanggapan Nugon]
makna Ummiy pd Nabi Muhammad saw adalah tdk dapat membaca tulis.
dan karena tdk dapat membaca tulis, maka tdk pernah membaca kitab umat agama lain.

dan memang orang Arab secara umum, tdk mempelajari ajaran agama lain.

jadi 2 makna ummiy tercakupi, dan yg sangat utama adalah makna ummiy berupa tdk bisa baca tulis.
dalil Al-Quran dan sirohnya jelas sekali.

lalu soal ummiy bila ditafsirkan tdk baca-tulis berpotensi melecehkan...
saya yakin tidak. terlebih jaminannya adalah ayat Al-Quran, terutama surat Al-Ankabut tsb. terjemahan harfiyahnya sangat jelas.

dan kalau ada yg berpendapat demikian, berarti ini kemungkinan punya penyakit inferior (rasa rendah hati).

ini mirip dgn "Kyai" yg marah dan menolak ayat Isa punya julukan Ruhullaah. katanya berpotensi jadi celah serangan umat Kristiani.
pdhal di Al-Quran dan Hadits jelas ditulis/dijelaskan demikian.

atau bahkan lebih ekstrim lagi, ada orang yg menolak Nabi Isa dan Nabi Musa, karena Nabinya umat Kristen dan umat Yahudi. kata orang tsb, Nabi umat Islam cuma Nabi Muhammad saw.

yakinlah, ke-ummiy-an Nabi Muhammad saw dlm artian tdk bisa baca tulis, justru bukti kebenaran Nabi Muhammad saw. 
bukti Nabi Muhammad saw bukan plagiat ajaran agama lain, sebgm tuduhan Orientalisme dan Missionarisme.

banyak hikmahnya terkait jawaban "Maa ana biqori". salah satunya bisa baca di http://www.dakwatuna.com/2011/12/17262/membaca-itu-bukan-hobi/ .

dan ummiy nya Nabi Muhammad saw juga bertepatan dgn  nubuatan di Bible, terutama di Perjanjian Lama. 

lagian Nabi Muhammad saw ummiy, tetapi ayat pertama Al-Quran, dan banyaknya tuntunan al-Quran serta hadits, serta kajian siroh terutama terkait tawanan perang yg ingin memerdekakan diri....justru mendorong umat ini jadi pembelajar sejati, dari buaian/bayi sampai ke liang lahat.

[akhir tanggapan Nugon] 

> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Abdul Mu'iz" muizof@...
> Sender: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Date: Mon, 10 Sep 2012 05:27:42
> To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com; muhbib_123@...
> Reply-To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Subject: Re: [M_S] tanggapan terkait pendapat bhw Nabi Muhammad saw tidak ummiy
>
> Thanks mas Nugon atas tanggapannya. Tentang makna "ummiy" saya menyampaikan ada dua makna, pertama bisa buta huruf (tidak bisa baca huruf) atau kedua bisa berupa kondisi kaum yang hampa kenabian dan kitab suci. Dan saya condong memaknai nabi muhammad ummiy adalah dalam makna kedua, sementara mas Nugon lebih condong kepada makna pertama yaitu buta huruf.
>
> Saya amat gembira telah hadir sebagai membermillist di sini, mas DR Muhbib Wahhab pasti lebih kompeten dalam memberikan pencerahan tentang makna "ummiy" dalam Qur'an, beliau adalah alumnus S1, S2, dan S3 dari IAIN/UIN Jakarta dengan bidang yang ditekuni adalah bahasa Arab dan Kajian Islam. Monggo mas Muhbib Wahhab, semoga berkenan nimbrung
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "nugon19" nugon19@...
> Sender: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Date: Mon, 10 Sep 2012 04:56:20
> To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Reply-To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Subject: [M_S] tanggapan terkait pendapat bhw Nabi Muhammad saw tidak ummiy
>
> terkait pesan di
> http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/46362
> <http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/46362>
> sbb:
> Re: [M_S] Penentuan Awal Bulan dan PersalinanPosted By: [Offline]
> <ymsgr:sendIM?muizof>
> * muizof <http://profiles.yahoo.com/muizof>
> * <http://profiles.yahoo.com/muizof>
> * [Offline] <ymsgr:sendIM?muizof>
> * [Send Email]
> <http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/post?postID=TJ0trbDm\
> AYnsiCIyeE5u3RyHoMTwpK-k4WHvy134NXx8arD5ifRc40EZcED5kgKRn8zH_os7EdOveXNO\
> IVh1R5pvU2Y5ILX9rg>
>
> Sun Sep 9, 2012 2:35 pm |
> * Options
> *
> <http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/46362?source\
> =1&var=1&l=1>
>
> *
> <http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/46362?var=0&\
> l=1>
>
> *
> <http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/46362?unwrap\
> =1&var=1&l=1>
>
>
> Pak Tono and all yang dirahmati Allah,
>
> Tentang ummiy, sebenarnya ada dua makna tentang ummiy, yaitu pertama
> adalah buta huruf, tidak bisa baca tulis. Namun ada makna kedua yaitu
> kaum yang lama tidak diturunkan para nabi dan kita suci.
>
> Nah benarkah Nabi Muhammad itu buta huruf sebagaimana redaksi "ummiy" di
> QS al a'raf 7:157 dan QS al Jumu'ah 62:2 ? Menurut hemat saya kata
> "ummiy" pada ayat tsb bukan makna pertama yaitu buta huruf (Irshad Manji
> paling suka menafsirkan Nabi Muhammad adalah buta huruf) tetapi lebih
> bermakna kedua yakni kaum Arab merupakan kaum yang lama tidak diturunkan
> para nabi dan juga otomatis tidak dibawa naungan kitab suci. Ini sesuai
> fakta bahwa arab yang merupakan keturunan nabi Isma'el lama sekali tidak
> menerima kenabian, sampai kemudian Nabi Muhammad. Nah orang Yahudi dan
> Nasrani yang sudah lama hidup berdambingan dengan orang arab, tentu saja
> tidak disebut kaum yang ummiy, karena memang keturunan nabi Ishak alias
> bani Isra'el paling banyak diturunkan nabi, juga kitab suci taurat,
> zabur dan injil.
>
> Mengapa nabi Muhammad dan kaumnya bukan ummiy dalam artian buta huruf,
> ini ada beberapa alasan :
>
> (1) Bertentangan dengan fakta, bahwa orang-orang Arab pada zaman Nabi
> Muhammad diceritakan dalam buku sejarah, berada pada tahap tinggi dalam
> kesusasteraan dengan karya-karya sastera yang berkualitas dipamer dan
> ditempelkan di dinding Kakbah. Tentu itu tidak menggambarkan orang Arab
> jahiliah ketika itu berada dalam keadaan buta huruf.
>
> (2) Banyak ayat di dalam Alquran yang mengisahkan nabi diperintahkan
> supaya membaca ayat-ayat-Nya kepada orang-orang yang berada di
> sekelilingnya. Hal ini menunjukkan nabi pandai membaca.
>
> Contoh ayat dimaksud antara lain; "Katakanlah (Muhammad),
> `Marilah, aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu…."
> (QS 6:151). Atau, "Demikianlah Kami mengutus kamu (Muhammad) kepada
> satu umat yang sebelumnya beberapa umat telah berlalu, agar engkau
> bacakan kepada mereka (Alquran) yang Kami wahyukan kepadamu.…" (QS
> 13:30). Atau, : "Dia yang mengutus kepada kaum yang ummi (orang
> Arab) seorang rasul (Muhammad) di kalangan mereka untuk membacakan
> ayat-ayat-Nya kepada mereka," (QS 62:2). Baca juga dalam QS 5:27, QS
> 17:106, QS 27:91-92, QS 33:33-34, QS 39:71.
>
> (3) sulit menerima hakikat bahwa seorang Nabi pilihan-Nya tidak tahu
> membaca padahal ayat yang diturunkan pertama kali adalah perintah
> membaca, "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan"
> (QS 96:1). Ayat Alquran yang pertama turun ini memang ada riwayat nabi
> ketika diperintah membaca oleh Malaikat Jibril beliau berkata, maa ana
> bi qaari' yang artinya saya bukan pembaca, namun setelah turun surat ini
> beliau adalah seorang pembelajar sejati sehingga Nabi Muhammad tidak
> buta huruf. Sebab, sebuah kesia-siaan saja bila Allah menyapa Nabi
> Muhammad dengan perintah untuk membaca (kalau beliau dianggap
> buta-huruf), adalah mustahil beliau menyampaikan iqra' kepada umat,
> sedangkan membiarkan diri beliau tetap buta huruf.
>
> Karenanya, bagi Syekh Al-Maqdisi, penulis buku Nabi Muhammad, Buta Huruf
> atau Genius? (Mengungkap Misteri "Keummian" Rasulullah)
> jawabannya jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas
> Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber
> dari kekeliruan kita dalam menerjamahkan kata "ummi" dalam
> Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan
> "buta huruf".
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> saya hanya mau menanggapi sekilas, karena ada meeting maraton sampai
> jumat, jadi jarang aktif di milis.
> saya tanya ustadz dan orang yg mahir bhs Arab, dari berbagai komunitas,
> semuanyanya menyatakan bahwa ummiy yg dimaksud kpd Nabi Muhammad saw dan
> bangsa Arab pd masa tsb, adalah ummiy dlm artian tidak bisa baca tulis.
> mayoritas orang Arab pd masa itu tdk bisa baca tulis.
> namun tdk menciderai level kecerdasan orang di masa tsb. Terlebih
> tradisi oral/lisan, dikombinasikan dgn daya ingat orang Arab yg relatif
> lebih bagus dibanding komunitas lainnya pd saat itu...menyebabkan proses
> belajar-mengajar yg meningkatkan kecerdasan orang pd masa tsb, tetap
> bisa berjalan dgn baik.
> agak janggal bila dilihat dari konteks masa sekarang, tapi begitulah
> konteks sejarah pd masa tsb.
> dan dalil terkuat adalah Hadits turunnya wahyu pertama, jawaban Nabi
> Muhammad saw tatkala diminta Malaikat Jibril, beliau saw menjawab, "Maa
> ana bi-qori". Saya tidak bisa membaca.
> dalil pendukung lainnya adalah di Al-Quran (maaf tdk sempat mencari
> referensinya secara detail), ada beberapa ayat menyinggung kata ummiy yg
> dimaknai buta huruf, baik thd umat non Arab - Ahli Kitab terutama
> Yahudi, mau pun thd Nabi Muhammad saw.
> yaitu:
> QS 2:78 (Surat al-Baqorohayat 78):"Dan diantara mereka ada yang buta
> huruf, tidakmengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohongbelaka
> dan mereka hanya menduga-duga"
> Dalam lafal Arab:"Wa minhum ummiyyyuuna laa ya'lamuunal kitaaba
> illaaamaaniyya wa in hum illaa yadzhun-nuun"
>
> dan QS 29:48 (Surat Al-ankabuut ayat 48) tertulis sbb:"Dan kamu tidak
> pernah membaca sebelumnya (Al Quran)sesuatu Kitabpun dan kamu tidak
> (pernah) menulis suatuKitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu
> pernahmembaca dan menulis), benar-benar ragulah orang
> yangmengingkari(mu)."
> Dlm Bhs Arab-nya bahkan jelas tertulis:"Wa <<maa kunta>> tatluu min
> qolbihi <<min kitaabin>>wa laa <<takhut-thuhuu>> biyamiinika
> idzaal-lartaabaalmubthiluuun."
> maa kunta artinya tdk pernah ada kamu. Kunta merupakanderivasi dari kata
> Kaana, artinya telah ada. Jikadipadukan dgn Maa yg bersifat Nafi
> (meniadakan)berarti tidak pernah ada dan selalu tidak ada.
> min kitaabin artinya dari segala kitab/buku. Contoh ygmendekati adalah
> from books (bhs Inggris), dimanabooks atau buku adalah umum.
>
> utk Syeikh al-Maqdisi ini, banyak yg mencurigai kredibilitasnya, karena
> biografinya relatif majhul, tdk terkenal.
> dan yg saya pernah baca (tdk sempat copas linknya)....perdebatan ummiy
> ada di konteks, apakah Nabi Muhammad saw setelah mendapat wahyu pertama,
> tetap ummiy.....atau menjadi tidak ummiy setelah mendapat wahyu
> pertama. sebelum wahyu pertama didapat, semua sepakat bahwa Nabi
> Muhammad saw adalah ummiy.
> demikian tanggapan dari ane.Walloohu a'lam bis-showab.Wassalam - Nugon
>

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar