Senin, 10 September 2012

Re: [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 

Mengenai pembahasan Yasin 39-40 ini terdapat paling tidak 2 hal yg kita akan dalami, yaitu terkait perspektif dalam memandang fenomena "matahari bertemu/mendapatkan/mengejar bulan", apakah ini dari bumi, yg berarti terkait dg siklus semu harian mthr atau seperti pemahaman Pak Thomas mrp gerak masing2 saja.

Dalam pemahaman tsb, terdapat juga problem ketepatan makna kata "an tudrika", apakah dipahami sebagai to get, to reach, to attain yg dipahami sbg mendapatkan-mencapai, atau to overtake, yang berarti mengejar. Mencapai-mendapatkan berbeda dg mengejar.
Misal saya mencapai Pak Amir, berbeda dengan saya mengejar Pak Amir.

Kedua hal tsb akan diperjelas dengan penjelasan dari para panelis, yg memang menguasai bidang2 tertentu, yg terkait dg problem di atas. Ketika memang gerak  mthr dalam Yasin 40 mrp gerak semu harian mthr dan makna an tudrika yg tepat adl mengejar, kita semua menyadari memang dapat menjadi sebagian syarat dari konsep WH. namun demikian, diskusi ini masih awal, baru sebagian panelis yang mengungkapkan pemikirannya.

Hal yang utama di sini, kita perlu memperjelas setiap kata2 yg memiliki kemungkinan makna lebih dari satu, kmd memastikan keseluruhan pemahaman ayat-ayat. Kita coba menghilangkan keraguan atas tafsir ayat2 tsb.
Ketika pada diskusi ini kita mampu memastikan pemahaman yasin 39-40, sudah mrp tahap yang sangat penting.

Mari kita usahakan bersama untuk itu.





From: Amir Udin <ustadz_millennia@yahoo.com>
To: "Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com" <Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com>
Sent: Monday, 10 September 2012, 14:10
Subject: Re: [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 
Salam

Maaf Pak Yusron, yang mengatakan ini siapa ya:
Ada yang mengatakan begini:
Kalau matahari terbit, maka rembulan tidak mungkin bersinar. Jika rembulan bersinar, maka tidak mungkin matahari bersinar. Ini kalau dilihat dari satu titik tempat.
Karena pada kenyataannya, kita tetap bisa melihat rembulan di siang hari, pada beberapa hari sekitar pertengahan bulan misalnya. Sinar matahari dari arah barat menyinari permukaan rembulan di sebelah timurnya, sehingga bulan menjadi kelihatan. Atau pada beberapa hari menjelang akhir bulan, sinar matahari di sebelah timur menyinari permukaan rembulan di sebelah baratnya, sehingga bulan menjadi kelihatan. Silakan dicek.

Salam
Amir (sampai saat ini saya tidak tahu, keahlian saya di bidang apa, jadi maaf tidak bisa menyebut, he-he)



From: M Yusron <myusronas@yahoo.com>
To: "Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com" <Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, September 9, 2012 8:21 PM
Subject: Re: [M_S] Validitas QS 36:39-40 sebagai dasar WH

 
Sekedar penjelasan yang dibikin sederhana

AN  TUDRIKA  YAASIIN 40
 
لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ [يس : 40]
 
36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
 
(أَن تُدْرِكَ) Overtake  attain  reach
 
Karena garis edarnya sangat berjauhan maka tidak mungkin matahari dan bulan akan saling "bertemu" di satu tempat. Mata kita saja yang berkhayal bahwa matahari ketemu bulan pada saat gerhana. Bertemu bagaimana, jaraknya saja sangat, sangat, sangat berjauhan.
 
Ada yang mengatakan begini:
Kalau matahari terbit, maka rembulan tidak mungkin bersinar. Jika rembulan bersinar, maka tidak mungkin matahari bersinar. Ini kalau dilihat dari satu titik tempat.

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar