Sabtu, 15 September 2012

[anti-imf] PAK AKMAL – Lanjutan-2: SIAPA YANG DISEMBELIH

 


SIAPAKAH YANG DISEMBELIH?

 

DOWNLOAD DISINI:

 

https://www.dropbox.com/s/jvtbi23tbvts4yx/Lanjutan-2%20-%20SIAPAKAH%20YANG%20DISEMBELIH.rar

 

 

JAWABAN SAYA:

 

4. Hagar dan Ismael orang baik;

 

    Setuju sekali. Saya tidak melihat adanya kesalahan pada Hagar maupun Ismael. Justru anak-

     anak Yakub-lah yang amburadul. Tapi masalah ini bukan tentang baik dan tidak baiknya orang,

     pak, melainkan tentang rencana TUHAN yang harus dilaksanakan.

 

     Sama seperti kalau pemerintah punya rencana membangun jalan toll. Penggusuran rumah

     tinggal harus dilaksanakan, bukan oleh sebab mereka bersalah pada pemerintah, tapi karena

     pemerintah punya gagasan besar untuk kepentingan yang lebih luas.

 

     Sama juga seperti kita mempunyai anak-anak yang nakal. Apakah karena anak-anak kita nakal,

     sehingga kita membatalkan mereka sebagai anak kita? Demikian halnya dengan anak-anak

     Yakub. ALLAH tidak mungkin membatalkan FirmanNYA.

 

5. Ismael sebagai anak Abraham;

 

    Saya tidak keberatan tentang Ismael sebagai anak Abraham. Itu sesuatu yang nyata sekali, koq.

    Itu tertulis dengan jelas, bahwa Abraham meniduri Hagar, lalu lahirlah Ismael.

 

    >> Kejadian 16:4      Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika

                                      Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan

                                      nyonyanya itu.

 

     Tidak ada orang Kristen yang menyangkali bahwa Ismael adalah anak Abraham. Tapi Alkitab

     juga menuliskan bahwa Ismael diusir, Ismael tidak menerima warisan, dan acara perjanjian itu

     dengan Ishak.

 

      >> Keluaran  3:6     Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan

                                       Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang

                                       Allah.

 

      Alkitab tidak memuat satu kalipun "ALLAH Ismael." Dan ini bisa anda buktikan sendiri dari

      kenyataan bangsa Arab tak pernah punya ALLAH sejak zaman penciptaan, sejak zamannya

      Hagar dan Ismael, hingga ke zaman Muhammad barulah ada allah.

 

      Sekalipun saya tahu bahwa semua manusia adalah ciptaan ALLAH, termasuk Ismael. Kalau

      bukan ALLAH yang menciptakan, tak mungkin ada Ismael, tak mungkin ada saya maupun

      anda. Tapi keterangan status Ishak dan status Ismael itu terbukti sekarang ini sangat kita

      perlukan, oleh sebab munculnya Muhammad yang mengaku sebagai nabi dan berasal dari

      allah. Maka dengan adanya keterangan itu orang-orang Kristen terlindungi dari penyesatan

      nabi-nabi palsu. Kita harus kritis terhadap munculnya Muhammad. Dari mana nabi ini berasal?

 

      Sebab Firman ALLAH katakan:

 

       >> Yesaya 54:10    Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi

                                        kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku

                                        tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.  

 

         Itulah janji setia ALLAH. Bahwa biarpun bumi gonjang-ganjing, ALLAH tetap bersama Israel.

         Jika Israel durhaka, ALLAH akan hajar mereka. Bukannya meninggalkan mereka lalu

         berpindah ke bangsa Arab. Ini sangat tidak mungkin.

 

6. Ishak dan Ismael sebagai sesama anak Abraham.

 

    Saya setuju sekali bahwa antara Ishak dan Ismael adalah sama-sama anaknya Abraham. Tapi

    saya melihat bahwa TUHAN telah membedakan mereka.

 

     >> ALLAH memisahkan antara Ismael dengan Ishak. Ini saudara beda ibu.

 

     >> ALLAH memisahkan antara Esau dengan Yakub. Ini saudara kembar, satu ibu.

 

     >> ALLAH memisahkan juga 10 suku Israel Utara dengan 2 suku Israel Selatan.

 

     Saya menggunakan ketaatan pada Firman TUHAN, bukan berpedoman pada logika. Kalau

     berpedoman pada logika, saya harus berdiri melawan ALLAH, sebab terlihat ALLAH tidak adil.

 

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWABAN SAYA:

 

Salam, kabar saya baik, pak.

 

1. Ismael dengan Sara;

 

    Sebenarnya, kalau Sara tidak melahirkan anak sendiri, Ishak, Ismael itu akan diadopsi Sara

    sebagai anaknya. Jadi, Ismael bukan anaknya Hagar. Hagar hanya dipinjam rahimnya saja.

    Zaman dulu, budak itu dibeli, sehingga ia adalah hak milik tuannya. Dia sendiri tidak

    mempunyai hak apapun atas dirinya sendiri.

 

     >> Kejadian 16:2     Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku

                                      melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh

                                      dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan

                                      perkataan Sarai.

 

     Catatan: Kalau Ismael diterima ALLAH, seharusnya tidak perlu lahir Ismael. Sebab Abraham

      punya budak bernama: Eliezer, dan itu sudah pernah ditawarkan Abraham kepada ALLAH,

      namun ditolak. Jadi, posisi Ismael sebenarnya sama dengan posisi Eliezer.

 

      >> Kejadian  15:2   Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan

                                       kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan

                                       yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."

                           15:3   Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan,

                                       sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

                           15:4   Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak

                                       akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan

                                       menjadi ahli warismu."

 

2. Antara Ismael dengan Ishak;

 

    >> Kejadian  17:17    Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya:

                                      "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang

                                       anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu

                                       melahirkan seorang anak?"

                          17:18  Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan

                                       hidup di hadapan-Mu!"

                          17:19  Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan

                                       melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan

                                       Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang

                                       kekal untuk keturunannya.

                          17:20  Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan

                                       Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan

                                       memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi

                                       bangsa yang besar.

                           17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan

                                       Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."

 

     a. ALLAH menyetujui pengusiran Hagar dan Ismael. Ini artinya mereka harus dikeluarkan dari

         keluarga Abraham.

 

     b. Perjanjian ALLAH dibuat dengan Ishak, bukan dengan Ismael.

 

     c. Berkat ALLAH untuk bangsa Arab telah nyata yaitu minyak, bukan dalam hal keagamaan.

         Keagamaan dibuat dengan Ishak, dengan tanda-tanda:

 

         >> Para nabi dari bangsa Israel.

 

         >> Bangsa yang selain bangsa Israel disebut: kafir.

 

         >> Bait TUHAN di Yerusalem.

 

         >> Kota TUHAN di Yerusalem.

 

         >> Nama TUHAN adalah ALLAH Israel.

 

         >> TUHAN YESUS lahir di Israel.

 

         >> TUHAN YESUS diutus untuk bangsa Israel.

 

         >> Mukjizat-mukjizat besar terjadi di Israel.

 

     d. Berkat untuk Ismael adalah berkat duniawi; minyak. Berkat untuk Israel adalah berkat rohani.

        

     >> Kejadian  21:12   Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena

                                       hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu,

                                       haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut

                                       keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

 

      Yang disebut anak Abraham adalah Ishak.

 

      Zaman Abraham adalah tahun 2000 Sebelum Masehi. Dari saat itu hingga kelahiran YESUS,

      ALLAH tiada henti-hentinya datang dan mengurusi bangsa Israel. ALLAH seperti BAPA yang

      setiap hari pulang ke rumahnya. Berbeda dengan terhadap Ismael. Dari zaman itu hingga ke

      zaman Muhammad, ada 2500 tahun lamanya tak ada berita ALLAH di negeri Arab. Bahkan Al

      Qur'an tak mempunyai data tentang Firman ALLAH kepada Siti Hajar maupun kepada Ismael.

      Padahal catatan tentang Firman ALLAH kepada nabi-nabi Yahudi, ada. Tapi Firman ALLAH

      untuk Hajar dan Ismael tak ada sama sekali.

 

      Yang berbicara dengan Muhammad adalah malaikat, bukan ALLAH. Itupun hanya selama 13

      tahun saja. Selewat itu tak ada kabar berita ALLAH sama sekali.

 

3. Antara budak Sara dengan budak Yakub.

 

    Mengapa kalau budaknya Sara, yaitu Hagar, anaknya tidak boleh dihitung, sementara anak-anak

    Yakub dari budak-budaknya diperhitungkan?

 

     Sebab ALLAH mempunyai rencana untuk membuat suatu bangsa yang disebut sebagai anak-

     anak ALLAH. Karena itu benihnya dari sorga, yaitu Ishak. Ishak adalah benih sorga, bukan

     benih dunia. Itulah sebabnya Hagar dan Ismael disingkirkan, supaya benih Ishak steril dari

     bangsa-bangsa lain. Yang ALLAH pegang adalah laki-lakinya. Perempuan tak diperhitungkan.

 

     Laki-laki Yahudi diperbolehkan kawin dengan perempuan bangsa apa saja, dan anak-anaknya

     disebut sebagai anak-anak Yahudi. Tapi perempuan Yahudi tidak diperbolehkan kawin dengan

     laki-laki bangsa lain. Itulah yang disebut perkawinan campur yang dilarang oleh ALLAH. Jadi,

     yang disebut perkawinan campur adalah perkawinan perempuan Yahudi dengan laki-laki

     bangsa lain.

 

      >> Kejadian  34:14     berkatalah mereka kepada kedua orang itu: "Kami tidak dapat berbuat

                                          demikian, memberikan adik kami kepada seorang laki-laki yang tidak

                                          bersunat, sebab hal itu aib bagi kami.

 

      Karena itu untuk anak-anak Yakub dengan budaknya tetap merupakan anak-anak Yakub.

      Berbeda masalahnya dengan budak Sara, Hagar. Hagar harus dijauhkan dari Abraham oleh

      sebab ALLAH punya rencana sendiri. Jadi, seandainya Hagar dikawin oleh Yakub dan

      melahirkan Ismael, maka Ismael boleh disebut sebagai anak Yakub. Ismael akan menjadi orang

      Israel. Tak pernah menjadi bangsa Arab, seandainya kawin dengan Yakub.

 

 

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWAB PAK AKMAL:

 

Wah, diskusi dengan apakah Pak Rudy ternyata repot ya?  Bapak hanya gemar membombardir milis dengan argumentasi berulang-ulang untuk satu thread yang sama, tapi MENGHINDAR untuk menjawab pertanyaan lawan diskusi (saya) yang terstruktur dan berbasis dari penjelasan Alkitab sendiri. 

 

Bacalah dulu dengan cermat jawaban lawan diskusi Anda kalau Anda memang bersungguh-sungguh ingin mencari kebenaran, Pak Rudy. Jangan bersikap seperti orang-orang Farisi yang gemar membombardir Yesus dengan berbagai pertanyaan dan kasus, bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk memuaskan ego memenangkan diskusi dan mempermalukan lawan diskusi saja. 

 

Maaf, saya harus packing untuk keluar kota, jika Allah mengizinkan kita akan kembali berdiskusi secepatnya. Sementara itu, tolong jawab baca dulu dengan tenang posting saya dalam "Ismail dan Ishak (1)" dan jawablah ke-5 pertanyaan saya di sana.

 

Salam,

 

Akmal Nasery Basral

 

Sent from my iPad2

 

 

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWAB PAK AKMAL:

 

Pak Rudyanto, apa kabar?

Sebenarnya sudah beberapa hari ini saya ingin mengomentari beberapa posting di milis ini, khususnya thread "Nabi Seperti Musa", Pendeta Walean (dan "Islam Hanif") serta soal siapa yang dikorbankan Ibrahim sebenarnya: Ismail atau Ishak. Namun karena kesibukan saya yang sering sampai larut malam, yang sempat saya komentari agak panjang hanya posting dari Bu Djuwita Marpaung tentang urutan Surah AL Qur'an, perbedaan antara turun wahyu dan versi cetakan.

 

Karena waktu saya agak sempit, besok sebelum Subuh saya harus terbang ke Medan, lalu Lhokseumawe Semauwe, Banda Aceh, Padang, Solok, dan Bukittinggi sebelum kembali ke Jakarta akhir September, saya mohon izin untuk menjawab beberapa topik sekaligus dalam satu email ini dimulai dari thread Pak Rudy soal "Teka-teki Besar Sudah Terpecahkan" ini.

 

Jika kita bersungguh-sungguh ingin mencari kebenaran Alkitabiyah, Alquraniyyah, serta mempelajarinya lebih cermat dengan semangat pencarian terhadap kebenaran sejati, semoga Allah Tuhan Seru Sekalian Alam akan memudahkan kita dalam memahami sebagian kecil dari rahasia kerasulan keluarga Ibrahim/Abraham dengan dua anak mereka yang luar biasa, Ismail dan Ishak. Tak ada hal yang mustahil bagi Allah, apalagi dalam mengilhamkan pengetahuan dan kebenaran sejati bagi setiap umatNya yang mencari dengan sungguh-sungguh.

 

Baiklah saya mulai dengan FAKTA PERTAMA: Soal Umur Ismail dan Ishak

 

1. Ismail dilahirkan lebih dulu, Ishak belakangan, dari dua ibu berbeda. Beda usia Ismail dan Ishak sekitar 14 tahun karena Ismail dilahirkan saat Ibrahim berusia 86 tahun, tertulis dalam Kejadian 16: 15-16 sbb:

 

-----

Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

-------

 

2. Ishak lahir saat Ibrahim berusia 100 tahun, seperti tercantum dalam Kejadian 21: 5.

 

-------

Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.

-------

 

(Note: bagi anggota milis yang asing dengan perubahan nama Abram menjadi Abraham, khususnya muslim yang hanya mengenal satu nama yakni Ibrahim, penjelasan perubahan nama Abram menjadi Abraham ada pada Kejadian 17: 5. Namun karena tidak terlalu relevan untuk thread ini, tidak akan kita bahas lebih jauh -- ANB).

 

FAKTA KEDUA: Tentang nama Ismail dan Ishak

 

3. Ismail ("Tuhan telah Mendengar") adalah nama yang diberikan Tuhan sendiri kepada bayi yang akan dilahirkan Siti Hajar (Hagar dalam sebutan rabbinik). Simak Kejadian 16: 10-11 sbb:

 

------

Kata malaikat Tuhan itu kepadanya (Hagar): "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Selanjutnya kata malaikat Tuhan kepadanya (Hagar): "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN TELAH MENDENGAR tentang penindasan atasmu itu."

-----

 

Apa maksud "penindasan atasmu" di atas? Yaitu penindasan terhadap Hagar oleh Sarai/Sara, yang dalam Islam disebut sebagai Siti Sarah.

 

(Note: Penyebutan nama Siti terhadap Siti Sarah, Siti Hajar, juga Siti Hawa (Eve) istri Adam,  Siti Maryam (Maria) ibunda Yesus, dan nama-nama perempuan mulia lainnya dalam Islam seperti Siti Khadijah, Siti Aisyah, dll, berasal dari kata SAYYIDATI, "Putri", "Perempuan yang Dimuliakan" yang dalam tradisi kolokial/sehari-hari menjadi SITI. Jadi kata "Siti" lebih merupakan predikat, bentuk penghormatan, bukan nama asli seperti belakangan menjadi tradisi orang Jawa, umpamanya, yang menamakan anak perempuan mereka dengan Siti Aisyah, di mana kata Siti sudah melebur menjadi bagian dari nama panjang).

 

4. Nama Ishak ("Tertawa") pun diberikan Tuhan seperti diungkapkan dalam Kejadian 21: 3

 

------

Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.

------

 

Terjemahan dalam bahasa Inggris untuk Kejadian 21: 3 adalah sbb:

 

------

Abraham named his son whom Sara bore to him Isaac (Laughter)

------

 

Kenapa "Tertawa" menjadi faktor penting dalam menamakan Ishak? Penjelasannya pada ayat-ayat selanjutnya, kami Kejadian 21: 6

 

------

Berkatalah Sara, "Allah telah membuatku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena."

-------

 

Menurut Sara, melahirkan dalam usia tua adalah kemustahilan, sehingga ketika malaikat menyampaikan bahwa dia akan mengandung dan melahirkan seorang bayi di usia tuanya, maka tertawalah Sarah mendengar kabar gembira itu.

 

PERTANYAAN #1 BUAT PAK RUDY:

Sampai di sini, dengan semua penjelasan dari Perjanjian Lama, apakah Pak Rudy sudah sepakat dengan saya tentang beda umur dan ihwal pemberian nama Ismail dan Ishak? Sejauh ini saya tak menggunakan argumentasi dari ayat Qur'an mana pun, kecuali PL. Jika Pak Rudy masih punya ketidaksetujuan terhadap 4 poin di atas, silakan bapak komentari dengan basis penjelasan Alkitab juga.

 

Tapi jika Pak Rudy setuju dengan penjelasan saya di atas, dan seharusnya begitu, mari kita lanjutkan pembahasan ini lebih dalam sambil tetap meminta agar Allah membimbing kita, dan mendengarkan pesan-pesanNya secara cermat, tidak tercemar oleh hawa nafsu. Semoga Allah Yang Maha Benar akan menuntun kita dalam kesabaran untuk menemukan telaga kebenaran yang benar-benar meneduhkan, bukan oase semu yang hanya fatamorgana.

 

FAKTA KETIGA: Apakah Ismail bukan anak (sah) Ibrahim? Hanya Ishak yang sah?

 

5. Salah satu argumen (sebagian) kalangan Kristen sejak berabad-abad silam yang tak mengakui Ismail sebagai anak Ibrahim, adalah karena Ismael lahir dari rahim Hagar, budak Sarah. Artinya, Ismael bukan anak dari istri resmi, melainkan anak selir. Betul bukan, Pak Rudy?

 

Well, pendapat di atas sesungguhnya langsung tertolak dengan dua alasan sederhana yang sangat Alkitabiyah yakni:

 

5.1. Allah sendiri mengakui Ismael adalah ANAK dari Ibrahim yang DIBERKATI, dan akan dimuliakannya di antara umat manusia sebagai bangsa yang besar. Bacalah dengan seksama Firman Tuhan dalam Kejadian 17: 20

 

----

Tentang Ismael, AKU telah mendengarkan permintaanmu. Ia akan Ku-BEKATI, kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan DUA BELAS RAJA, dan Aku akan membuatnya menjadi BANGSA YANG BESAR. 

-----

 

Jika orang-orang Yahudi, atau Kristiani yang tetap tak bisa menerima Ismael/Ismail disebut sebagai anak Ibrahim, maka sesungguhnya yang ditentang adalah bukan Ismael atau keyakinan Islam terhadap Ismail, melainkan PENENTANGAN LANGSUNG TERHADAP TUHAN, Pak Rudy!

 

Apakah sudah pernah bapak baca Kejadian 17: 20 itu sebelumnya dengan seksama? 

 

Mulai saat ini JANGAN PERNAH LAGI Pak Rudy bilang bahwa Tuhan tak pernah menganggap Ismail sebagai anak Ibrahim (hanya karena lahir bukan dari istri resmi, Sara). Sudah saya sampaikan ayat kebenaran itu kepada Bapak, firman yang terungkap gamblang dan jelas dalam segala bahasa apa pun di dunia yang bapak mau baca.

 

Apakah setelah ini Pak Rudy akan tetap bersikap seperti orang-orang yang sudah ditunjukkan kebenaran oleh Tuhan di depan mata mereka, tapi kemudian berbalik memunggungi karena fakta yang disajikan Tuhan tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu yang diembus-embusan Setan?

 

5.2. Ibrahim MENGAKUI bahwa Ismael adalah anaknya, seperti termaktub dalam Kejadian 17: 23-26 sbb:

 

----

Setelah itu Abraham memanggil Ismael, ANAKNYA, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu Ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.  Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya. Dan Ismael, ANAKNYA, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. Pada hari itu juga, Abraham dan Ismael, ANAKNYA, disunat.

-----

 

Pak Rudy tentu masih ingat pada usia Abraham ke berapa saat Ishak lahir? Betul, saat Ibrahim berumur 100 tahun (lihat No. 2). Itu artinya, Ishak lahir setahun setelah peristiwa khatan Ibrahim dan Ismael.

 

Itu artinya: Ismael pernah SELAMA 13 TAHUN  menjadi ANAK TUNGGAL sebelum kelahiran adiknya, Ishak, setahun kemudian. 

 

PERTANYAAN #2 BUAT PAK RUDY:

 

Apakah dengan penjelasan tekstual yang sangat gamblang oleh Alkitab sendiri seperti di atas, Pak Rudy masih tetap berkukuh pada pendapat, dan menjadi bagian dari, orang-orang yang berkeras pada keyakinan bahwa Ismael tak pernah dianggap sebagai anak oleh Ibrahim sang ayah, apalagi oleh Allah Tuhan Semesta Alam?

 

Saya yakin Pak Rudy orang yang sangat cerdas, dan mampu memikirkan secara serius posisi bapak sekarang dalam melihat masalah ini. 

 

Kita lanjutkan ya Pak Rudy.

 

5.3. Argumen absurd: Anak Ibrahim dan Anak Yakub.

 

Salah satu argumen paling absurd dan konyol dari mereka yang mengabaikan fakta keras bahwa Ismail adalah anak yang sah dari Ibrahim, adalah karena dengan sengaja mereka MEMICINGKAN MATA terhadap fakta anak-anak Ya'kub anak Ishak anak Ibrahim. Mari kita petakan dengan jelas genealoginya sbb berikut:

 

BANI IBRAHIM (ANAK-ANAK IBRAHIM)

1. Ismail, putra Hagar (hamba sahaya Sara).

2. Ishak, putra Sarah (atasan Hagar yang menindas, seperti dalam Kejadian 16: 10-11 (Lihat poin 3).

 

Di sini, Yahudi dan (sebagian) Nasrani berpandangan bahwa anak Ibrahim hanya Ishak, sedangkan Ismail "tidak dihitung". Sekarang kita lihat pembandingnya:

 

BANI ISRAEL (Anak-anak Yakub/Israel).

 

Yakub mempunyai 13 anak dari dua istri (Lea dan Rahel) serta 2 hamba sahaya (Bilha yang budak Rahel dan Zilpa yang budak Lea). Jadi seluruhnya, Yakub memiliki 4 istri yang memiliki jumlah anak sebagai berikut:

 

- 7 anak dari Lea (Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon, dan Dina)

- 2 anak dari Bilha ( Dan dan Naftali).

- 2 anak dari Zilpa (Gad dan Asyer)

- 2 anak dari Rahel (Yusuf dan Benyamin)

 

Jadi total ada 13 orang anak Israel. Dengan tidak menghitung Dina (anak perempuan) maka yang disebut Bani Israel adalah 12 nama anak-anak di atas (Nanti Musa merupakan keturunan Lewi, sedangkan Yesus merupakan keturunan Yehuda. Tapi akan kita bicarakan dalam thread lain, ya Pak Rudy).

 

PERTANYAAN #3 BUAT PAK RUDY:

 

Dengan membandingkan struktur dua keluarga itu (Bani Ibrahim dan Bani Israel), pertanyaannya adalah:

 

MENGAPA JIKA UNTUK ISMAIL YANG ANAK HAGAR (BUDAK SARA) ADA AHLI KITAB YANG TAK MENGHITUNGNYA SEBAGAI ANAK IBRAHIM, SEMENTARA UNTUK ANAK-ANAK BILHA DAN ZILPA, YANG ADALAH BUDAK LEA DAN RAHEL, TETAP DIHITUNG SEBAGAI ANAK-ANAK YA'KUB/ISRAEL?

 

Padahal beda Ismael dengan beberapa anak Israel sangat jelas, yaitu:

 

- Ismael adalah orang yang berakhlak BERSIH DAN MULIA, tak ada keterangan buruk tentangnya di Alkitab.

 

- Bandingkan dengan Ruben anak sulung Ya'kub yang meniduri ibu tirinya Bilha, budak Rahel (Kejadian 35: 22) atau Yehuda, anak keempat Ya'kub yang meniduri Tamar, menantunya sendiri, sehingga melahirkan anak kembar Peres dan Zerah ( Kejadian 38: 15-30).

 

PERTANYAAN #4 BUAT PAK RUDY:

 

Si kembar Perez dan Zerah itu statusnya bagaimana: ANAK YEHUDA atau CUCU Yehuda, karena Tamar adalah istri dari dua anak lelakinya, Er dan Onan, yang berturut-turut mati (Kejadian 38: 1-10), dan karena itu Yehuda menyiapkan anak lelaki ketiganya yang masih kecil, Syela, sebagai calon suami Tamar sesuai dengan tradisi masyarakat saat itu. Bacalah (Kejadian 38: 11).

 

(Note: Jika Pak Rudy mau, bisa kita diskusikan lagi Injil Matius yang menjelaskan garis keturunan Yesus sampai ke PERES, anak hasil hubungan lancung Yehuda, sang bapak mertua, dengan menantunya, Tamar. Tapi nanti saja untuk thread berbeda).

 

Jika dengan anak-anak seperti Ruben dan Yehuda yang berakhlak buruk seperti itu, mereka pun masih dihitung sebagai bani Israel, anak-anak Yakub, sekaligus sebagai cicit Ibrahim/Abraham, maka atas alasan logis apakah Ismail tak bisa dianggap sebagai anak Ibrahim?

 

Setiap jiwa yang berpikir waras, dan hati yang tunduk menyerahkan diri kepada Allah untuk mencari kebenaran, sudah pasti akan sulit menerapkan STANDAR GANDA dalam melihat problem genealogi kedua keluarga itu.

 

Hanya orang-orang munafik dan fasik sajalah yang tak akan mau menerima kebenaran yang sudah begitu terang benderang dinyalakan Tuhan di depan mata mereka.

 

PERTANYAAN #5 BUAT PAK RUDY (TERAKHIR UNTUK BAGIAN INI) 

 

Dengan seluruh penjelasan saya di atas, yang seluruhnya berasal dari Alkitab sendiri, masihkah Pak Rudy mau dengan senang hati berada dalam golongan orang-orang yang menolak menerima kebenaran tentang posisi Ismael dan Ishak sebagai sesama anak Ibrahim?

 

Jika bapak sudah bisa melihat hal ini seperti yang dijelaskan Alkitab sendiri (bukan penjelasan turun temurun dari kaum Yahudi, dll, yang membetoni hati mereka dari sinar Iahi), maka akan saya lanjutkan posting saya tentang posisi Ismail dan Ishak dari perspektif Islam, dan siapa yang menjadi obyek dalam peristiwa kurban yang fenomenal itu.

 

Pada bagian kedua nanti akan saya paparkan penjelasan mengenai "Si Sabar" dan "Si Saleh" yang menurut Pak Rudy hanya merupakan utak-atik para penafsir Qur'an, padahal sesungguhnya sudah dijelaskan dalam AL Qur'an sendiri.

 

KESIMPULAN:

 

Jadi, judul thread ini "TEKA-TEKI BESAR SUDAH TERPECAHKAN" yang Pak Rudy berikan sungguh tepat sekali bahwa: 

 

TEKA-TEKI BESAR TENTANG POSISI ISMAIL DAN ISHAK DALAM ALKITAB SUDAH TERPECAHKAN,  YAKNI OLEH SIAPA PUN YANG MAU MEMBACA ALKITAB DENGAN OBYEKTIF DAN HATI TUNDUK BERSERAH MENGHARAP TUNTUNAN ALLAH, SANG MAHA PEMBIMBING. 

 

(Bersambung ...)

 

Salam,

 

Akmal Nasery Basral

 

Sent from my iPad2

 

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

TEKA-TEKI BESAR SUDAH TERPECAHKAN

 

 

Tentang siapa anak yang disembelih oleh Ibrahim, kini, hari ini sudah terpecahkan. Ternyata letak kekacauannya adalah keterangan para juru tafsir yang membelokkan percakapan dengan membedakan antara saleh dengan sabar. 

 

QS. 37:100 sampai 112 merupakan satu cerita yang utuh, dan hanya menyebutkan 1 nama saja, yaitu : Ishaq. Para juru tafsir menunggangi ayat 101 yang memakai istilah "sabar" sebagai istilah lain dari "saleh" pada doa Ibrahim di ayat 100, untuk menunjuk pada Ismail. Ini jelas merupakan penyesatan dan pembodohan yang amat sangat nyata. Padahal Al Qur'an tidak sedang menceritakan Ismail. Mari kita simak baik-baik ayat-ayat itu:

 

>> QS. 37:100         Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang

                                   termasuk orang-orang yang saleh.

                    101.        Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

                    102.        Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup) berusaha bersama-sama

                                   Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi

                                   bahwa Aku me-nyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapat mu!" ia menjawab:

                                   "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada-mu; insya Allah kamu

                                    akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

                  103.         Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas

                                   pelipis (nya),(nyatalah kesabaran keduanya)

                  104.        Dan kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,

                  105.        Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah

                                  kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

                  106.        Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

                  107.        Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

                  108.        Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang

                                  datang kemudian

                  109.        (yaitu) " Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

                   110.       Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

                   111.      Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman.

                   112.      Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang

                                  termasuk orang-orang yang saleh.

                   113.      Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq dan diantara anak cucunya ada

                                 yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

1. Siapa bilang Al Qur'an tidak menunjukkan anak yang disembelih?

 

    >> QS. 37:100  Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang

                                yang saleh.

 

    >> QS. 37:112 Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang

                              termasuk orang-orang yang saleh.

 

    Di ayat 100 nabi Ibrahim berdoa, sedangkan ALLAH menjawab doa nabi Ibrahim tersebut di ayat

    112, yaitu Ishaq. Karena itu seluruh isi percakapan dari ayat 101 sampai 111 adalah tentang Ishaq,

    bukan tentang Ismail. Yang memberikan keterangan bahwa itu Ismail adalah para juru tafsir,

    dalam keterangan nomor 1284.

 

    >> Keterangan 1284:  Yang dimaksud ialah Nabi Ismail a.s.

 

    Nah, kuat mana antara Al Qur'an dengan keterangan para juru tafsir? Kuat mana antara QS.

    37:112 dengan keterangan nomor 1284?

 

    Al Qur'an menyebut Ishaq sebagai orang yang saleh dan yang sabar;

 

    >> QS.  37:101 Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

 

    Ayat 101: sabar, sedangkan ayat 112: saleh. Para juru tafsir berusaha membedakan antara "sabar"

    dengan "saleh." Sabar untuk Ismail, sedangkan saleh untuk Ishaq. 

 

    Saleh itu menunjuk pada orang yang bersungguh-sungguh ibadahnya. Nah, orang yang sungguh-

    sungguh ibadahnya, sudah pasti dia itu sabar. Tapi orang yang sabar, belum tentu saleh. Banyak

    orang atheis yang sabar. Jadi, kalau Ishaq disebut saleh, sudah pasti bisa juga disebut sabar.

 

    Karena itu anak yang disembelih oleh nabi Ibrahim berdasarkan keterangan Jibril yang diterima

    oleh Muhammad adalah Ishaq. Sedangkan kalau berdasarkan para juru tafsir yang ngawur dan

    menyesatkan adalah Ismail. Bener, nggak?! Ayo, kita diskusikan sampai tuntas QS. 37:100-112 ini,

    antara orang saleh dengan orang sabar, antara Ishaq dengan Ismail.

 

    Doa saya, biasanya selalu dikabulkan oleh YESUS: "Ya, TUHAN YESUS KRISTUS,

    buatlah orang-orang Islam yang ada di milis ini tidak bisa membantah keterangan

     saya ini. Amien."

 

    Dikabulkan, nggak ya?!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TULIS BUNG HENDRIKUS:

Yuuk, kita kupas tuntas.....tas....tas......

 

Menurut keimanan Kristen dan Yahudi putra yang dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ishaq, tetapi menurut keimanan Islam putra yang dikorbankan adalah Ismail. Perbedaan dua keimanan ini tidak mungkin benar kedua-duanya, pasti salah-satunya saja yang benar, karena

 

Memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah, namun kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar, terutama bagi orang-orang Kristen dan Yahudi, pasalnya kebenaran ini berhubungan langsung dengan keakuratan kitab suci dalam mengisahkan kejadian yang sesungguhnya.

Alqur'an menyatakan secara tidak langsung bahwa putra nabi Ibrahim as yang dikorbankan adalah Ismail, sementara menurut Talmud dan Bible yaitu kitab agama Yahudi dan Kristen, menyebutkan secara langsung dan tegas bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ishaq.

 

Kajian secara teliti dan jujur, baik berdasarkan Alqur'an, Bible dan Talmud akan diperoleh kesimpulan yang sama bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ismail as bukan Ishaq as seperti yang diaku-aku oleh orang-orang Yahudi dan Kristen selama ini. Penyebutan nama Ishaq dalam Bible dan Talmud secara tata bahasa berkualitas sebagai sisipan para penulis kitab karena kedengkiannya, mari kita kaji secara ilmiah dan obyektif.

 

MENURUT AL-QUR'AN

ayat 100-113 Surat Ash-Shaffat

1.                               100.    Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

2.                              101.    Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

3.                              102.    Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku me-nyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapat mu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada-mu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

4.                              103.    Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya),(nyatalah kesabaran keduanya)

5.                              104.    Dan kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,

6.                              105.    Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

7.                              106.    Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

8.                              107.    Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

9.                              108.    Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian

10.                          109.    (yaitu) " Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

11.                           110.    Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

12.                           111.    Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman.

13.                           112.    Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

14.                           113.    Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

Ayat ini tidak mencantumkan nama anak yang dikorbankan Ibrahim as. namun bukan berarti tidak bisa diketahui siapa anak tersebut.

Inilah ketinggian sastra Alqur'an, walaupun nama tak disebut, namun makna yang hakiki tetap bisa diketahui.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena inilah kalimat kunci agar kita bisa mengetahui bahwa anak  Nabi Ibrahim adalah Nabi Ismail :

1. Pada ayat ke 112 Allah berfirman :

Di dalam ayat ini terdapat huruf   و (wauw) 'Athf  litartibi wa litisholi, maknanya, huruf wauw yang menghubungkan dua peristiwa yang berbeda, secara berurutan sesuai tertib/urutan waktunya, yaitu peristiwa pertama tentang penyembelihan anak Nabi Ibrahim as yang telah dewasa yaitu Nabi Ismail as dan dilanjutkan dengan peristiwa kedua, yaitu kelahiran Ishaq as.

2. Dasar yang menetapkan bahwa anak itu Ismail as. adalah kalimat  عليه di ayat 113

kata  عليه  di sini adalah milik Nabi Ismail  dan bukan Nabi Ibrahim, mengapa demikian, karena pada kelanjutan ayat Allah berfirman : Dzurriyati hima

dhamir هِـمَا adalah milik Ismail dan Ishaq, karena mereka adalah saudara seayah, sehingga anak cucu mereka yang disebut Allah, bukan anak cucu Ibrahim dan Ishaq, karena keduanya adalah bapak beranak, jadi yang tepat adalah anak cucu Ibrahim dari putra beliau Ismail dan Ishaq.

Coba perhatikan jawaban anak Nabi Ibrahim yang hendak dikorbankan itu pada ayat 102:

Ia menjawab: "Wahai ayah, lakukanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, Insya Allah ayah akan mendapatiku sebagai anak yang sabar ( من الصبرين )

 

Dalam ayat-ayat selanjutnya mengisahkan dialog antara nabi Ibrahim dengan Ismail tentang perintah penyembelihan Ismail, dan beliau berdua berhasil melalui ujian yang nyata tersebut dengan amat sabar, dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar .

Setelah al-Qur'an mengisahkan kisah antara nabi Ibrahim dengan putranya Ismail, dalam ayat selanjutnya yaitu QS. As-Shaffat:112 Al-Qur'an mengisahkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kabar baik akan datangnya seorang anak lagi yang bernama Ishaq :

"Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh". (QS. As-Shaffat:112)

 

Ayat tersebut memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kabar gembira akan lahirnya Ishaq adalah setelah kisah kabar gembira akan lahirnya Ismail dan kisah perintah penyembelihannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa al-Qur'an menyatakan Ismail-lah yang akan disembelih bukan Ishaq.

 

MENURUT BIBLE

Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah adalah dari bangsa yang sama, Sarah mempunyai budak bernama Hajar dari Mesir. Dalam pernikahannya dengan Sarah nabi Ibrahim belum dikaruniai anak padahal umur mereka sudah mencapai sekitar 80 tahun.

Akhirnya Sarah memutuskan agar Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar.

"Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hamba-nya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isteri-nya." (Kejadian 16:1-3)

Bersama Hajar nabi Ibrahim mempunyai anak yang kemudian dinamainya Ismail, ketika itu nabi Ibrahim berumur 86 tahun :

Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. (Kejadian 16:16)

Dan ketika nabi Ibrahim berumur 99 tahun, Allah SWT menjanjikan seorang anak lagi namun dari pihak Sarah :

 "Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram" ( Kejadian 17:1)

Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."(Kejadian 17:16)

 

Dan setahun kemudian lahirlah anak dari Sarah yang diberi nama Ishaq, dua tahun ke-mudian nabi Ibrahim mengadakan perjamuan besar untuk menyapih Ishak, sehingga ketika Ishaq berumur 2 tahun Ismail berumur 16 tahun, namun Sarab berubah pikiran setelah mempunyai anak, ia menyuruh nabi Ibrahim untuk mengusir Hajar dan Ismail dari rumah-nya, maka Hajar dan Ismail meninggalkan rumah Sarah.

Setelah itu Allah berfirman kepada nabi Ibrahim :

Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kejadian 22:2)

Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible mengisahkan Ishaqlah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.

 

Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam Kejadian 22:2.

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq" . (Kejadian 22:2)

Setelah dikaji, kalimat " yakni Ishaq" dalam ayat tersebut mempunyai kejanggalan yang teramat serius, alasannya :

Pertama : kalimat "yakni Ishaq" pada susunan tersebut adalah mubazir, karena kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa "yakni Ishaq" :

Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,

Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut sebagai anak tunggal yang dikasihinya. Apa mungkin seorang ayah tidak tahu siapa anak tunggalnya?

Kedua : Kalimat "yakni Ishaq"  kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang menyatakan :

Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi

Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.

"Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu." (Kejadian 25:12)

Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti mengingkari ayat-ayat dalam Bible itu sendiri.

 

ISHAQ ANAK TUNGGAL ?

Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi" (Kejadian 22:2)

Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut bila bukan Ishaq ?

Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq, Ishaq bisa disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak per-tama telah meninggal, tetapi kenyataannya Is-mail belum meninggal. Ismail bisa disebut se-bagai anak tunggal bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang paling mungkin.

Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa peristiwa perintah penyembelihan terhadap Ismail adalah sebelum Allah  memberikan kabar gembira yang kedua kalinya kepada nabi Ibrahim akan lahirnya seorang anak lagi yaitu Ishaq, seperti disebutkan dalam QS. 37:101-11.

Al-Qur'an menyatakan bahwa :

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, , Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu" (QS.As-Shaffat:102)

Yang dimaksud pada umur sanggup adalah ketika seseorang sudah bisa untuk mencari kayu bakar, mengembala kambing, mencari air dan lain-lain, dan ketika Ismail mencapai pada umur sanggup Ishaq belumlah lahir, jadi ketika itu Ismail adalah anak tunggal nabi Ibrahim.

Kisah ini jika kita kembalikan pada kitab Kejadian, sangat bersesuaian, dimana pada usia Ismail yang sudah lebih dari 10 tahun itu, beliau sudah cukup mengerti untuk berpikir dan tengah meranjak menuju kepada fase kekedewasan.

Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah itu, melakukan dialog tukar pikiran dengan putranya mengenai pengorbanan yang diminta oleh Allah terhadap diri anaknya ini. Lalu bagaimana dengan penuturan Taurat, kita lihat dibawah ini :

Kejadian 22:2

"Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Dari sini saja kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa Kitab Kejadian 22:2 sudah mengalami distorsi dengan penyebutan anak tunggal itu adalah Ishak (Isaac).

Kejadian 16:16

"Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya."

Kejadian 21:5

"Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya."

Berdasarkan kedua ayat itu, maka anak Ibrahim yang lahir lebih dahulu ialah Ismail; Jika Kejadian 22:2 menerangkan bahwa firman Tuhan kepada Ibrahim untuk mengorbankan "anak tunggal", jelas pada waktu itu anak Ibrahim baru satu orang. Lalu kemana anak yang satunya lagi ? Padahal kedua anak tersebut masih sama-sama hidup !

Jadi seharusnya ayat yang menerangkan kelahiran Ishaq itu letaknya sesudah ayat pengorbanan. Jadi setelah ayat yang menceritakan pengorbanan barulah diikuti oleh ayat kelahiran Ishak. Inilah yang disebut dengan "tahrif" oleh al-Qur'an, yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat lain sebagaimana yang disitir oleh QS An Nisa' ayat 46 :

QS An-Nisa 46

"Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari tempatnya…"

Dengan begitu semakin jelas saja bahwa Taurat memang mengandung tahrif (pengubahan, penambahan, pengurangan dsb), dan jelas pula bahwa kitab yang sudah diubah-ubah itu tidak dapat dikatakan otentik dari Tuhan melainkan merupakan kitab yang terdistorsi oleh ulah tangan-tangan manusia.

Orang Kristen berargumen bahwa penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Ibrahim tidak lain karena Ismail terlahir dari budak dan merupakan anak tidak sah….. menurut saya pendapat ini konyol dan tidak beralasan… sebab Kitab Kejadian 16:3 secara jelas menyebutkan bahwa sebelum Hajar melahirkan Ismail, ia telah di nikahi secara sah oleh Ibrahim.

Kejadian 16:3

"Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, —yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan—,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya."

Adapula orang Kristen yang membantah dengan merujuk Kejadian 21:12 bahwa yang dimaksud dengan keturunan Ibrahim adalah yang berasal dari benih Sarah :

"Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak". (Kejadian 21:12)

Tetapi pernyataan ini tertolak sendiri dengan ayat berikutnya yaitu Kejadian 21:13

Kejadian 21:13

"Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu"

Sehingga yang dimaksud oleh ayat Kejadian 21:13 bukan soal "Ishak adalah anak asli keturunan Ibrahim dan menjadi anak tunggalnya" namun karena masalah warisan Ibrahim sebagaimana isi dari ayat Kejadian 21:9-10

Kejadian 21:9-10

"Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."

Seandainya Kristen berargumentasi bahwa Ismail diusir Ibrahim, atau karena Ibrahim membenci Ismail….. jawaban saya atas pernyataan tersebut adalah "itu adalah kedustaan para pendeta Yahudi yang mengedit Taurat"!…. Ibrahim tidaklah mengusir Hajar (Kejadian 21:11 itu ayat editan Yahudi saja)…. Bahkan sebenarnya hubungan antara Ibrahim, Ismail, dan Ishak sangat erat. Taurat mencatat setelah Ibrahim wafat, anak-anaknya (termasuk Ismail) menguburkan ayahnya bersama-sama. Ini menandakan hubungan keakraban mereka.

Kejadian 25:7-9

"Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal…..Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela….."

Bila memang benar Sarah cemburu dan mengusir mereka, itu adalah masalah lain. Namun yang terpenting adalah Ibrahim, Ismail, dan Ishak saling mencintai satu sama lain. Kita bisa sama-sama melihat hubungan antara Ishak dan Ismail yang sangat akrab, melalui pernikahan antara anak Ishak (Esau bin Ishak) dan anak Ismail (Mahalat bin Ismail dan Basmat bin Ismail).

Kejadian 28: 8-9

"maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya. Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot."

Kejadian 36:2-3

"Esau mengambil….. Basmat, anak Ismael, adik Nebayot."

 

Kejadian 21:8-10 kontradiksi dengan Kejadian 21:14-21

Kejadian 21:14-21

14. Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

15. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,

16. dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.

17. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

18. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."

19. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

20. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

21. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Kejadian 21:8-10 menceritakan Ismail sudah dewasa (berumur 14 tahun lebih) dan bermain dengan Ishak yang masih balita, hal ini membuat Sarah marah dan mengusir Ismail.

Keesokan harinya….nah inilah yang aneh…. cerita Kejadian 21:14-21 justru menceritakan hal yang bertentangan dengan ayat yang sebelumnya diceritakan.

 

Kenapa bertentangan ?

Karena dalam Kejadian 21:14-21 digambarkan seolah-olah Ismail masih seorang bayi yang digendong dibahu ibunya, kemudian Ismail yang menurut kitab Kejadian sendiri saat itu sudah berusia 16 tahun yang notabene sudah cukup dewasa kembali digambarkan bagai anak kecil yang mesti dibaringkan dibawah semak-semak (Kejadian 21:15) lalu diperintahkan untuk diangkat, digendong (Kejadian 21:18).

Masa iya sih Hagar harus menggendong seorang anak laki-laki "dewasa" yang berusia 16 tahun, apa tidak terbalik seharusnya Ismail yang menggendong Hagar ?

Kemudian disambung pada Kejadian 21:20 seolah Ismail masih sangat belia sekali sehingga dikatakan "…Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah".

Jadi dari sini saja sudah kelihatan telah terjadi kerusakan dan manipulasi sejarah dan fakta yang ada pada ayat-ayat Taurat, jelas sudah Taurat adalah kitab suci editan para pendeta Yahudi.

QS An-Nisa 46

"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya….."

Dalam satu perdiskusian agama dimilis Islamic Network beberapa tahun yang lampau, seorang rekan Kristen membantah kalimat "untuk diangkat, digendong… " yang termuat didalam kitab Kejadian ini adalah dalam bentuk kiasan, jadi disana jangan diartikan secara harfiah, karena maksud yang ada pada ayat itu bahwa nasib hidup dan makan dari Ismail ada dipundak Hagar.

Padahal jika kita mau melihat kedalam konteks ayat-ayat aslinya, akan nyatalah bahwa apa yang dimaksudkan dengan bentuk kiasan tersebut sama sekali tidak menunjukkan seperti itu.

Mari kita kupas :

Kejadian 21:14 (Alkitab LAI 1974)

"Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Tidak lupa saya akan mengutip juga beberapa terjemahan ayat diatas didalam beberapa versi alkitab yakni Douay Rheims Bible (DRB), English Standard Version (ESV), dan King James Version (KJV) :

(DRB) So Abraham rose up in the morning, and taking bread and a bottle of water, put it upon her shoulder, and delivered the boy, and sent her away. And she departed, and wandered in the wilderness of Bersabee.

(ESV) So Abraham rose early in the morning and took bread and a skin of water and gave it to Hagar, putting it on her shoulder, along with the child, and sent her away. And she departed and wandered in the wilderness of Beersheba.

(KJV) And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, and sent her away: and she departed, and wandered in the wilderness of Beersheba.

Jadi menurut Taurat, Ibraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi

Lihat kalimat bahasa Inggris tidak menyebutkan Hagar dan Ismail tetapi hanya menyebutkan kata "…and sent HER away: and SHE departed, and wandered"[1]

Jadi jelas yang diusir dan berjalan disana adalah Hagar sendirian, sebab Ismail ada dalam gendongan Hagar. Mustahil anak berusia 16 tahun digendong!!

Lalu kita lanjutkan pada kalimat berikutnya :

Kejadian 21:15 Alkitab LAI 1974

"Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,"

(DRB) And when the water in the bottle was spent, she cast the boy under one of the trees that were there.

(ESV) When the water in the skin was gone, she put the child under one of the bushes.

(KJV) And the water was spent in the bottle, and she cast the child under one of the shrubs.

Jadi semakin jelas, ketika bekal air didalam kirbat sudah habis, lalu Ismail (yang secara jelas disebut sebagai THE CHILD dan THE BOY) yang digendong itu diturunkan dari tubuhnya dan dibaringkan dibawah pohon.

Apakah masih mau bersikeras dengan mengatakan kalau kata "menggendong atau memikul" THE CHILD disana bukan dalam arti yang sebenarnya ?

Lalu kita lihat sendiri pada ayat-ayat berikutnya dimana Hagar akhirnya mendapatkan mata air dan memberi minum kepada anaknya (THE CHILD) yang menangis kehausan lalu anak tersebut dibawah bimbingan Tuhan meranjak dewasa, jadi anak itu pada masa tersebut belumlah dewasa, padahal usianya kala itu sudah hampir 17 tahun.

Lelucon Kejadian pasal 22

Ada 3 poin utama yang harus di perhatikan mengenai lokasi tempat tinggal :

# Hajar dan Ismail melewati Bersyeba (kejadian 21:14), kemudian tiba dan berdomisili di Paran (Kejadian 21:21)

# Ibrahim sedang berada di Bersyeba (Kejadian 21:33)

# Sarah dan Ishak berdomisili di Hebron, Sarah wafat di Hebron (kejadian 23:2)

Pada pasal 22,

langsung disebutkan bahwa nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anak tunggalnya. Artinya Ibrahim masih berada di Bersyeba.

Kejadian pasal 22

1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."

2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

 

3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

4. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

6. Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

7. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"

8. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

 

10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."

12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

18. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

19. Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Bila kita simak dengan seksama, maka Kejadian pasal 22 memiliki dua keganjilan yakni :

 

Kejanggalan pertama

Kejadian pasal 22 ini mengisahkan seolah-olah Ishak berada di Bersyeba. Padahal tidak ada anak Ibrahim yang berdomisili di Bersyeba. Ishak dan ibunya justru tinggal di Hebron.

 

Kejanggalan Kedua

Setelah selesai ritual, pada Kejadaian 22:19 Ibrahim dan Ishak pulang ke Bersyeba. Jadi seolah-olah Sarah berdomisili di Bersyeba. Padahal Taurat mencatat Sarah berdomisili di Hebron hingga wafatnya (Kejadian 23:1-2).

 

 

 

Kesimpulannya :

Seandainya Ishak yang disembelih, seharusnya Kejadian pasal 22 menceritakan kepulangan Ibrahim ke Hebron, tempat tinggal Sarah, untuk membawa Ishak yang hendak dikurbankan. Kemudian setelah acara ritual pengurbanan selesai, mestinya Ibrahim mengembalikan Ishak kepada ibunya di Hebron. BUKAN DI BERSYEBA. Kedengkian pendeta Yahudi mengedit taurat sudah terlalu jelas didepan mata. Pendeta Yahudi mengedit nama tempat Paran (lokasi tempat tinggal Ismail) menjadi nama tempat tinggal Ishak. Namun pendeta Yahudi terburu-buru mengedit Paran menjadi Bersyeba, padahal harusnya Hebron. Serapat-rapatnya menutupi kebenaran akhirnya ketahuan juga, itulah perumpamaan untuk pengedit Taurat.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

BENTENG PERTAHANAN KRISTEN – 1,02 Mb

 

https://www.dropbox.com/sh/cyfibr7vffor5ku/miwKR_UdbR/16.%20BENTENG%20PERTAHANAN%20KRISTEN.rar

 

PAK AKMAL – Lanjutan-2: SIAPA YANG DISEMBELIH





xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Computer mania Avatars

                                                                                                                   




>>Surat-menyurat :   hakekathidupku@yahoo.co.id,

                                   hakekatku_00@yahoo.co.id,

                                   hakekatku_05@yahoo.co.id,

                                   hakekathidup_h5@yahoo.co.id,

                                   hakekathidupku_nolnol@yahoo.co.id,

                                   newhakekatku@yahoo.co.id,

 

>>Milis Group :         hakekatku_00@yahoogroups.com,

                                    http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/

 

                                    newhakekatku@yahoogroups.com,

                                    http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/

 

 

>> Bl o g :                  http://bloghakekatku.blogspot.com

__._,_.___
Recent Activity:
Milist ANTI-IMF dikelola oleh Aliansi Nasional Tolak IMF. Dengan program tuntutan ANTI adalah dihentikannya program-program IMF di Indonesia
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar