Rabu, 05 September 2012

Bls: [M_S] adab dan akhlak berkomunikasi Muhammadiyah

 

Pak Nugon, kesan saya terhadap Muhammadiyah sama dengan kesan Pak Nugon terhadap Muhammadiyah sebagai ormas yang berbudaya egaliter, progressif, anti issue SARA yg begitu kental di Muhammadiyah. Muhammadiyah hingga hari ini pernah dipimpin oleh tokoh yang berasal dari berbagai etnis; Jawa (Jogja, Jatim dan Jateng), Padang (Buya AR. Sutan Mansyur, Buya Syafi'i Ma'arif) dan NTB (PaK Din Syamsuddin). Muhammadiyah Jawa Timur dipimpin oleh tokoh yang berasal dan NTT, Pak Thohir Luth. Muhammadiyah Papua Barat dipimpin oleh tokoh dari dan asli Batak, Pak Nafrul Napitupulu. Bendahara Majlis Wakaf PP Muhammadiyah, Pak Syarif, berasal dari etnis Tionghoa. Saya mulai tertarik Muhammadiyah dan kemudian aktif di Muhammadiyah melalui IMM pada tahun 1982, di antaranya karena budaya egaliter, progressif, anti issue SARA yg begitu kental di Muhammadiyah. Karena itu saya minta Pak Nugon untuk tidak pernah berfikir meninggalkan Muhammadiyah Society ini.





Dari: nugon19 <nugon19@yahoo.com>
Kepada: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Dikirim: Rabu, 5 September 2012 13:38
Judul: [M_S] adab dan akhlak berkomunikasi Muhammadiyah

 
Wa 'alaikum salam wr. wb.,

Mas Widya dan moderator lainnya, mohon tegur saya juga, bila saya melanggar adab dan akhlak komunikasi, khususnya dlm ber-milis.

saya mau sharing, kenapa saya yg backgroundnya lintas komunitas,
dan dalam belajar agama lebih condong kpd atau akrab dengan ulama yg di luar ormas Muhammadiyah, walau secara pola pemikiran dan berorganisasi selalu cenderung ke Muhammadiyah.

Ini sering dipertanyakan banyak pihak, terlebih oleh rekan Koko ane yg mayoritas Nahdhiyyin, dan juga rekan-rekan di komunitas Haba-ib.

alasannya adalah ane sekolah...mendapat pendidikan di Muhammadiyah. Biar sebentar, tapi sangat berkesan.

Juga citra berikut: budaya egaliter, progressif, anti issue SARA yg begitu kental di Muhammadiyah.

sehingga selalu menjadikan komunitas Muhammadiyah sebagai salah satu "rumah" utk saya pribadi.

terlebih dlm membina muallaf secara terorganisir dan peka thd issue SARA....Muhammadiyahlah perintisnya.

PITI, Masjid Lautze/Karim Oei, itu semua lahir dari rahim Muhammadiyah secara de facto. salah satunya alm. Karim Oei, adalah tokoh Muhammadiyah.

dan karena Muhammadiyah melahirkan tokoh-tokoh yg bisa menembus sekat SARA, dan mewariskan kebijakan lintas generasi.

terutama bagi saya pribadi adalah sosok alm. Buya Hamka.

beliau punya kedekatan batin dgn etnis Tionghoa, bahkan walau yg bersangkutan adalah non-muslim, seperti Kakek dari jalur Mama Tiri saya (orang China Padang). 

dan alm. Buya Hamka adalah muhibbin, pencinta Ahlul Bait sejati dgn cara sejati. bukan macam gembar-gembor gol Syiah. 

beliau pun dihormati oleh haba-ib/'alawiyyin yg biasanya tdk sreg dgn Muhammadiyah atau tdk sreg dgn non Syafi'iyah. 

dan mencintai Ahlul Bait sesuai sunnah, adalah sesuatu yg prinsipil bagi saya.
saya bisa dgn tegas menyatakan bukan Nahdhiyyin walau belajar dgn kyai/ustadz dari Nahdhiyyin.
tetapi saya dgn tegas menyatakan saya Muhibbin, apa pun atribut saya yg lain (baik ormas Agama, orientasi harokah, dsb).

dan alm. Buya Hamka telah mencontohkannya dengan sangat baik.
dan alm. Buya Hamka adalah sosok yg terbentuk dari Muhammadiyah, dan mewarnai Muhammadiyah.

orang boleh menyatakan ormas lain, misal Nahdhiyyin bercitra tinggi dlm urusan pembelajaran agama, terlebih dgn basis pesantren dan sistem sanadnya.

orang boleh menyatakan bahwa citra dinamis ada pada gerakan tertentu, misal pd komunitas Tarbiyah.

tapi bagi saya, Muhammadiyah selalu menempati posisi unik yg tdk tergantikan...karena bukan sekedar citra, tetapi kenyataan yg telah terwujud...bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yg peka thd SARA, peduli thd kaum yg lemah dan terasing (muallaf), menjunjung tinggi pembelajaran dan pembentukan pribadi yg bijak.

jadi kalau ada statement bernuansa Rasis/SARA seperti yg dilontarkan Mas Dedi...jelas membuat saya kecewa dan marah. terlebih itu dilakukan di milis yg notabene adalah bagian dari komunitas Muhammadiyah.

dan itu juga alasan saya keluar dari milis Tauziyah, adalah karena issue rasisme seperti ini. dan moderatornya tdk tegas, bahkan mengambang, seolah membela pelaku pelontar statement rasisme.

kita umat Islam dituntut tegas dan keras thd issue kekufuran.
tapi bukan issue kesukuan.
kita dituntut cinta Sunnah dan benci Bid'ah.
tapi bukan cinta primordialisme dan benci gol di luar suku/parpol kita.

terima kasih banyak saya haturkan kpd Mas Widya dan moderator lain.
karena perhatian thd masalah seperti ini.
dan mohon maaf bila banyak prilaku saya yg tdk berkenan dan melanggar peraturan milis.
mohon ditegur bila jelas saya melanggar aturan tsb.

Wassalam - Nugon

--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, "N.A. Widyanahar" <widyanahar@...> wrote:
>
> Assalamualaikum, kalimat seperti ini memang tidak pas diucapkan oleh warga Muhammadiyah.
>
> Saya akan bantu, dg memoderasi netters yang berkali2 tidak mengindahkan adab dan akhlak berkomunikasi.
>
> Wassalam,
> moderator.
>
>
> "Gara2 Si Gusdur Yg Menghilangkan Istilah Non Pribumi, Skrg Orang Cina Sudah Berani Menjadi Calon Wakil Gubernur.. Tak Lama Lagi Mau Nyapres Mereka Itu.."
>
> N.A. Widyanahar
> information system helps you
>


__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar