Selasa, 11 September 2012

Bls: Re: Re: [M_S] Muhammadiyah tidak Menyesatkan Syiah. Benarkah? (Fwd)

 

maaf, tambahan terakhir....sebelum fokus ke main thread/topic terkait unifikasi kalender hijriah sebagaimana seruan moderator.


ini link dan petikan dari website Muhammadiyah yg menyinggung tentang syi'ah :

"Dalam kehidupan beragama ini terjadi kemerosotan ruhul Ishmi, jika dilihat dari ajaran Islam yang bersumber pada Quran dan Sunnah Rasulullah. Pengamalan ajaran Islam bercampur dengan bid'ah, khurafat, dan syi'ah. Di samping itu, pemikiran umat Islam juga terbelenggu oleh otoritas mazhab dan taqlid kepada para ulama sehingga ijtihad tidak dilakukan lagi. Dalam pengajaran agama Islam, secara umum Qur'an yang menjadi sumber ajaran hanya diajarkan pada tingkat bacaan, sedangkan terjamahan dan tafsir hanya boleh dipelajari oleh orang-orang tertentu saja. Sementara itu, pertentangan yang bersumber pada masalah khilafiyah dan firu'iyah sering muncul dalam masyarakat Muslim, akibatnya muncul berbagai firqah dan pertentangan yang bersifat laten". 

ini info dari salah seorang rekan di milis Eramuslim (http://groups.yahoo.com/group/eramuslim/message/45889).

jadi disimpulkan bahwa Syiah harus dibenahi.
hanya saja Muhammadiyah tdk pernah memerintahkan melakukan kekerasan fisik kpd penganut aliran sesat mana pun, termasuk Syiah.
Muhammadiyah fokus kpd membenahi dan membina, bukan membinasakan.

mohon maaf bila kurang berkenan.
Walloohu a'lam bis-showab.
Wassalam - Nugon

--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, "nugon19" <nugon19@...> wrote:
>
> tidak ada fatwa yg tegas dari Muhammadiyah thd Syiah.yang ada hanya utk
> Ahmadiyah.
> utk fatwa yg "nyerempet", sudah pernah diposting di
> http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/40752
> <http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/40752> oleh
> saya sendiri.
> fatwa tsb dinukil juga di link
> berikut:http://meleksyiah.wordpress.com/2012/05/04/muhammadiyah-menolak-\
> konsep-imam-mahdi-versi-syiah/
> <http://meleksyiah.wordpress.com/2012/05/04/muhammadiyah-menolak-konsep-\
> imam-mahdi-versi-syiah/>
> sbb:
> =============
> Muhammadiyah Menolak Konsep Imam Mahdi Versi Syiah
> Mei 4, 2012 oleh leftshia
> <http://meleksyiah.wordpress.com/author/leftshia/>
>
> Pertanyaan tentang Imam Mahdi pernah ditanyakan kepada Majlis Tarjih dan
> Tajdid Muhammadiyah (http://tarjih.muhammadiyah.or.id/). Pertanyaan
> tentang imam mahdi ini disertai dengan 2 pertanyaan lain, namun admin
> hanya mengutip pertanyaan dan jawabannya tentang Imam mahdi. Jika
> pembaca ingin membaca secara lengkap dapat diunduh di sini
> <http://blog.umy.ac.id/mfabdullah/files/2011/12/Fatwa_Tarjih_Muhammadiya\
> h_Itiqad_Muhammadiyah_tentang_Kiamat_dan_Imam_Mahdi-tarjihmuhammadiyah.b\
> logspot.com_.doc> .
>
> Pertanyaan:
>
> Bagaimana i'tiqad Muhammadiyah mengenai Imam Mahdi yang akan muncul
> bersamaan dengan turunnya Nabi Isa a.s.?
>
> Jawaban:
>
> Kami menegaskan keyakinan Muhammadiyah terhadap Imam Mahdi yang akan
> muncul pada akhir zaman, perlu anda ketahui bahwa paham tentang adanya
> Imam Mahdi berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah
> Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari
> keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan
> berkuasa di seluruh dunia Islam.
>
> Paham tentang Imam Mahdi pada mulanya termasuk rekayasa dan
> strategiSyiah Imamiyah untuk mengimbangi kerajaan Bani Umayyah yang
> memerintah dengan penuh penindasan kepada pengikut Ali bin Abi Thalib
> pada waktu itu. Sementara menunggu munculnya Imam Mahdi, maka dunia ini
> dipimpin oleh tokoh-tokoh spiritual Syiah yang kasat mata (rijalul
> qhaib) yang susunannya terdiri dari seorang Quthub atau Qhaus yang
> diberi nama Insan Kamil, empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang
> Abdal, dua belas orang Nukaba' dan tiga ratus orang Nujaba.
>
> Dengan mudah dapat dibantah bahwa kerajaan batin itu yang dikendalikan
> oleh orang-orang kasat mata tersebut (rijalul qhaib) pada hakikatnya
> tidak ada, itu hanya imajinasi orang Syiah, tidak bisa diterima oleh
> akal dan naql (Syara). Begitu pula dengan Imam Mahdi yang dalam
> masyarakat Jawa disebut Ratu Adil. Muhammadiyah tidak meyakini adanya
> Imam Mahdi, karena tidak berdasar kepada dalil-dalil yang mutawatir.
>
> Menurut Ibnu Khaldun, bahwa cerita tentang Imam Mahdi sangat simpang
> siur sumbernya dari golongan Syiah, tidak jelas ujung pangkalnya. Soal
> Imam Mahdi oleh musuh-musuh Islam dipakai sebagai senjata untuk merusak
> Islam, seperti adanya klaim dari Mirza Ghulam, di samping sebagai Nabi
> juga sebagai Mahdi.
>
> Memang terdapat beberapa riwayat yang dinilai bertolakbelakang dan
> ternilaidhaif dengan kebanyakan riwayat yang membicarakan seputar
> masalah ini. Riwayat-riwayat yang lemah dan bertolakbelakang dengan
> riwayat-riwayat yang kuat itu di antaranya:
>
> عَن�' ثَو�'بَانَ قَالَ:
> قَالَ رَسُولُ اللهِ
> صَلَ�`ى اللهُ عَلَي�'هِ
> وَسَلَ�`مَ: إِذَا
> رَأَي�'تُمُ الرَ�`ايَاتِ
> السُ�`و�'دِ قَد�' جَاءَت�'
> من قِبَلِ خُرَاسَانَ
> فَأ�'تُوهَا فَإِنَ�`
> فِي�'هَا خَلِي�'فَةُ
> اللهِ ا�'لمَه�'دِيِ�`. [رواه
> أحمد]
>
> Artinya: "Diriwayatkan dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah saw
> bersabda: Apabila kalian melihat panji-panji hitam datang dari Khurasan
> maka datangilah meskipun dengan merangkak di atas es, karena di dalamnya
> ada khalifah Allah, (yaitu) al-Mahdi." [HR. Ahmad]
>
> Dalam sanad riwayat ini terdapat Ali bin Zaid yang dinilai oleh para
> ulama kritikus hadits sebagai dha'if. Bahkan ia banyak memiliki
> riwayat munkar yang hanya diriwayatkan olehnya. Jadi keseluruhan
> periwayatannya tidak bisa dijadikan argumen. Hadits ini juga digunakan
> oleh Bani Abbas (Dinasti Abbasiyah) sebagai justifikasi bahwa al-Mahdi
> akan muncul dari kelompok mereka, di mana keyakinan mereka ini
> bertentangan dengan banyak riwayat yang lebih kuat bahwa al-Mahdi yang
> sebenarnya akan muncul dari keturunan Nabi (ahlu bait) yang mempunyai
> nama yang sama dengan Nabi dan nama bapak Nabi, Muhammad bin Abdullah.
>
> Namun demikian, jika ditelisik lebih seksama ternyata banyak ulama
> seperti al-Hafizh Abu Hasan al-Abiri dan Imam asy-Syaukani juga Ibnu
> Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayim al-Jauziyah berpendapat bahwa
> hadits-hadits yang membicarakan tema ini memang mayoritas derajatnya
> ahad. Tetapi jika ditinjau secara menyeluruh akan ditemukan kandungan
> satu hadits mendukung hadits lain. Baik kandungan khusus (seperti hadits
> yang menceritakan ciri-ciri fisik al-Mahdi) maupun kandungan umum.
> Terkadang ada hadits yang membicarakan asal usulnya (al-Mahdi) dari
> keturunan Nabi saw, lalu ada hadits lain yang menerangkan kondisi
> kehidupan saat al-Mahdi memimpin. Jika kita urutkan, maka kita akan
> dapati semacam keselarasan yang sama-sama menerangkan bahwa al-Mahdi
> akan keluar di akhir zaman (kandungan umum). Dengan demikian dari segi
> kandungan khusus, maka hadits semisal yang menerangkan ciri fisik
> al-Mahdi berstatus ahad, namun dari segi kandungan umum, maka hadits ini
> adalah mutawatir ma'nawi. Dan derajat mutawatir ma'nawi ini
> telah menjadi ijmak ulama untuk menerimanya.
>
> Di antara beberapa riwayat mutawatir ma'nawi itu ialah;
>
> عَن�' أُمِ�` سَلَمَةَ
> قالَت�': سَمِع�'تُ رَسُولَ
> الله صَلَ�`ى اللهُ
> عَلَي�'هِ وَسَلَ�`مَ
> يَقُولُ: �المَه�'دِيُ�`
> مِن�' عِت�'رَتِي مِن�'
> وَلَدِ فَاطِمَةَ. [رواه
> أبو داوود]
>
> Artinya: "Diriwayatkan dari Ummu Salamah, ia berkata: Aku mendengar
> Rasulullah saw bersabda: Al-Mahdi berasal dari keluargaku dari anak
> Fatimah." [HR. Abu Dawud]
>
> عَن�' عَب�'دِ اللهِ عَنِ
> النَ�`بِيِ�` صَلَ�`ى اللهُ
> عَلَي�'هِ وَسَلَ�`مَ
> قَالَ لَو�' لَم�' يَب�'قَ
> مِنَ الدُ�`ن�'يَا إلاَ�`
> يَو�'مٌ لَطَوَ�`لَ اللهُ
> ذَلِكَ ال�'يَو�'مَ ثُمَ�`
> اتَ�`فَقُوا حَتَ�`ى
> يَب�'عَثَ رَجُلاً مِنِ�`ي
> أو�' مِن�' أه�'لِ بَي�'تِي
> يُوَاطِىءُ اس�'مُهُ
> اس�'مِي وَاس�'مُ أبِيهِ
> اس�'مَ أبِي. [رواه أبو
> داوود]
>
> Artinya: "Diriwayatkan dari Abdullah, dari Nabi saw, beliau
> bersabda: Seandainya dunia hanya tinggal sehari, Allah pasti akan
> memanjangkan hari itu sampai Allah mengutus seorang laki-laki dariku,
> atau dari keluargaku, yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya
> sama dengan nama ayahku." [HR. Abu Dawud]
>
> Imam asy-Syaukani berpendapat; "Hadits-hadits mengenai kedatangan
> al-Mahdi al-Muntazhar yang bisa diteliti sebanyak lima puluh. Di
> antaranya ada yang shahih, hasan, dan dha'if. Riwayat-riwayat ini
> mutawatir tanpa ada keraguan dan kerancuan di dalamnya." (Shadiq
> Hasan Khan dalam al-Idza'ah: 113-114 menukil dari al-Taudhih fi
> Tawatur Ma Ja'a fi al-Mahdi al-Muntazhar wa al-Dajjal wa al-Masih
> oleh Imam asy-Syaukani).
>
> Berdasarkan keterangan di atas, kami berpendapat bahwa keyakinan
> terhadap al-Mahdi merupakan bagian dari keyakinan terhadap hal-hal ghaib
> adalah benar menurut hadis-hadis mutawatir ma'nawi. Akan tetapi,
> terkait dengan fenomena munculnya klaim-klaim dari pihak-pihak tertentu
> yang mengaku-aku sebagai al-Mahdi, maka kami menyarankan agar umat Islam
> berhati-hati dan tidak mudah percaya pada klaim-klaim seperti tersebut
> di atas yang tidak jelas kebenarannya. Umat Islam hendaknya bersikap
> kritis dan terus mengkaji persoalan-persoalan seperti ini melalui
> sumber-sumber yang jelas, yakni al-Qur'an dan as-Sunnah.
> ==============
> namun pendapat banyak tokoh ulama Muhammadiyah secara pribadi, termasuk
> yg di Majelis Tarjih, kebanyakan menyatakan Syiah jelas sesat. namun
> tidak dikafirkan. dan tidak ada fatwa dari Muhammadiyah yg menghalalkan
> kekerasan fisik thd penganut aliran sesat mana pun termasuk Syiah.
> ini contoh Tokoh Ulama Muhammadiyah yg menyatakan Syiah sesat:
> http://www.syiahindonesia.com/index.php/sajian-umum/seminar-a-diskusi/69\
> 0-muhammadiyah-bekasi-akan-kupas-tuntas-kesesatan-syiah
> <http://www.syiahindonesia.com/index.php/sajian-umum/seminar-a-diskusi/6\
> 90-muhammadiyah-bekasi-akan-kupas-tuntas-kesesatan-syiah>
>
> http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/10/17694/fatwa-kesesat\
> an-syiah-mestinya-muhammadiyah-lebih-berani-daripada-nu/
> <http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/10/17694/fatwa-kesesa\
> tan-syiah-mestinya-muhammadiyah-lebih-berani-daripada-nu/>
>
> utk link terakhir, memang ada yg meminta Muhammadiyah lebih tegas.
> setegas pendiri NU, ini
> contohnya:http://meleksyiah.wordpress.com/2012/04/28/kh-hasyim-asyari-pe\
> ndiri-nu-kecam-syiah/
> <http://meleksyiah.wordpress.com/2012/04/28/kh-hasyim-asyari-pendiri-nu-\
> kecam-syiah/>
> terlebih statement personal Pak Dien Syamsuddin yg terkesan membela
> Syiah,
> contoh:http://jogja.tribunnews.com/2012/08/29/dien-syamsudin-minta-ulama\
> -tak-keluarkan-fatwa-sesat-syiah
> <http://jogja.tribunnews.com/2012/08/29/dien-syamsudin-minta-ulama-tak-k\
> eluarkan-fatwa-sesat-syiah>
> http://nasional.kompas.com/read/2012/09/07/09330267/Din.Muhammadiyah.Keb\
> eratan.Fatwa.Sesat.Syiah
> <http://nasional.kompas.com/read/2012/09/07/09330267/Din.Muhammadiyah.Ke\
> beratan.Fatwa.Sesat.Syiah>
> http://www.gemaislam.com/index.php/berita/indonesia-news-menuitem/435-se\
> lisihi-ulama-seluruh-dunia-din-syamsudin-anggap-syi-ah-bukan-aliran-sesa\
> t
> <http://www.gemaislam.com/index.php/berita/indonesia-news-menuitem/435-s\
> elisihi-ulama-seluruh-dunia-din-syamsudin-anggap-syi-ah-bukan-aliran-ses\
> at>
> jadi amunisi utk mendiskreditkan Pak Dien secara pribadi, mau pun thd
> Muhammadiyah.
> namun kalau diperhatikan beritanya, ini mirip yg Mas Widya katakan,
> karena pertimbangan maslahat, dan watak orang di Indonesia yg umumnya
> mudah terpancing emosi dan tersulut utk anarkis. Terlepas dari tepat
> atau tidaknya statement tsb.
> seolah ada kesan tertanam dlm benak, bahwa fatwa sesat = fatwa
> menghalalkan darah = izin langsung utk melakukan kekerasan thd penganut
> aliran sesat.
> padahal jelas dlm kajian fiqih, fatwa sesat bukan dasar/dalil melakukan
> kekerasan/penindakan thd aliran sesat. yg berwenang utk eksekusi adalah
> umaro/pemerintah.
> makanya di era salaf, lumrah banyak fatwa sesat thd Syiah, bahkan fatwa
> kafir thd aliran Syiah tertentu. Namun tdk ada ulama yg serta-merta
> langsung menyerbu Syiah, memberantas Syiah dgn peperangan fisik. Karena
> penindakan langsung adalah wewenang pemerintah.
> ini yg kurang disadari di Indonesia.
> dan saya pribadi yakin , bahwa tokoh Muhammadiyah yg terkesan membela
> Syiah, jika ditanya secara personal bagaimana status/hukum orang yg
> meyakini ada tahrif pd Al-Quran, mencaci maki dan mengkafirkan sejumlah
> sahabat serta istri Nabi, serta meyakini derajat Imam lebih tinggi
> daripada Nabi......yg biasanya ini diasosiasikan dgn Syiah...
> saya yakin, jawaban mereka sama dgn mayoritas Haba-ib (yg biasanya dicap
> Syiah oleh sebagian orang awam dan sebagian Salafi Radikal....seolah
> Habib = Ahlul Bait = Syiah. pdhal hanya segelintir Habib yg Syiah, tapi
> diekspose besar-besaran).
> akan dijawab bahwa utk kasus tersebut, status atau hukumnya tidak jauh
> dari: kafir, atau sesat, atau fasik.
> cuma mereka memegang adab....tdk gampang tunjuk personal atau pihak
> tertentu. dan terlepas dari dianggap tepat atau tidak....mereka ingin
> fatwa tsb bukan jadi amunisi utk menindas, tapi jadi amunisi utk
> menobatkan orang, mengembalikan orang ke jalan yg lurus.
> mereka paham hikmah/fiqih hadits Nabi Muhammad saw, bahwa orang yg
> mendapat hidayah kpd Islam...hal ini lebih berharga dari mendapat Unta
> Merah (unta terbaik dan termahal di era Arab kuno).
> Walloohu a'lam bis-showab.Wassalam - Nugon
> --- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, "Noval Akt" noval_akt@
> wrote:
> >
> > Kenapa disayangkan kalau pak Thohir Luth (ketua PWM Jatim) menyesatkan
> syiah? Lagi pula judul berita itu menyesatkan. Saya gak tahu kalau
> prosedur di NU, tapi kalau di Muhammadiyah urusan fatwa termasuk fatwa
> sesat adalah urusan majelis Tarjih, bukan urusan orang per orang. Jadi
> berbeda dengan organisasi2 lain yang mengacu pada individu seperti
> salafi yang selalu mengacu pada Syeikh Utsaimin, Muhammadiyah selalu
> mengadakan musyawarah atau diskusi dulu sebelum mengeluarkan fatwa.
> > Nah bagaimana fatwa dari majelis tarjih mengenai syiah ini?
> >
> >
> > --- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, "M. Supriadi" msupriadi@
> wrote:
> > >
> > > Sepakat.
> > >
> > > Sayangnya, saya peroleh info, ketua PWM Jatim saat ini justru
> ikut2an menyesatkan Syiah.
> > >
> > > Salam,
> > >
> > > MAARIF Institute for Culture and Humanity
> > > Jl. Tebet Barat Dalam II No.6, Jakarta Selatan 12810
> > > Telp.021-83794554 Fax.021-83795758
> > > Email: maarif@
> > > Powered by Telkomsel BlackBerry�
> > >
>

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar