Sabtu, 08 September 2012

Re: Bls: [M_S] Re: Bls: Analisis Diskusi dg Prof Thomas Djamaludin, 1 September 19.00 Uhamka

 

Selamat datang Pak Thomas, terima kasih sudah bersedia berdialog dalam milis ini.

 

Mari kita setujui sementara definisi berikut unt sekedar memudahkan klasifikasi skala spatial system yg kita gunakan.

1.   Langit 1: Sistem sub-solar yang meliputi Bumi, Bulan, dan Matahari;

2.   Langit 2: Sistem solar yang meliputi Matahari sebagai pusat sistem dan planet2 nya;

3.   Langit 3: Sistem galaxy dimana Matahari bergerak dalam galaxy;

4.   Langit 4: Sistem kosmos dimana galaxy beredar pada sebuah pusat galaxy clusters, dst.

 

Dan kita berhenti saja dalam spatial domain ini.

 

Dalam 36:39 pada fenomena astronomis terbentuknya al-urjun, maka dapat dipastikan bahwa ini berada pada domain Langit-1. Akan sangat sulit membuat korelasi terbentuknya al-'urjun dengan planet lain dalam domain Langit-2. Jadi meskipun yg antum sampaikan di UHAMKA lalu memang Matahari bergerak dalam domain Langit-3, tapi terait dg 36:39, maka pergerakan Matahari di sini akan lebih tepat adalah dalam domain Langit-1.

 

Dalam 36:40 pun, ini adalah penjelasan fenomena astronomis untuk pendefinisian akhir manzilah dari orbit Bulan di Langit-1, dimana dikatakan pada manzilah terakhir ini, Matahari tidak akan mengejar Bulan. Artinya, jika suatu saat Matahari telah dapat mendapatkan Bulan (ijtima'), itulah titik NOL dari perpindahan antara manzilah terakhir ke manzilah pertama siklus bulan berikutnya.

 

Disimpulkan, awal manzilah baru Bulan itu ditandai saat Matahari telah dapat melampaui Bulan (tenggelam) sebagai tanda awal bulan qomariyah. Bahwa di ayat ini juga menjelaskan fenomena gerakan Matahari di Langit-3, Langit-4 dst, memang betul. Artinya, meskipun tampak Matahari "menabrak"  Bulan (i.e. dalam kasus khusus gerhana), dua benda ini berada pada dimensi (space dan size) yang berbeda.


Dalam astronomi, sudah sangat umum untuk melakukan perhitungan posisi benda2 langit (termasuk satelit buatan) dilakukan dg memproyeksikan benda langit tsb ke sebuah celestial sphere raksasa dengan diameter tak terhingga. Jadi semua benda langit itu dianggap menempel (dan bergerak) pada bola langit ini. Dengan melakukan ini, perhitungan dapat dilakukan dengan akurasi tertinggi. Analoginya adalah spt seorang artis yang menggambar biasanya dalam skala 2-3 kali lebih besar daripada gambar aslinya yang nanti ketika dicetak, sehingga setiap detil dapat digambar lebih akurat. Itulah penjelasan 36:40 di atas. Jadi meskpun tampak Matahari mendahului Bulan dalam bola angit di atas, sebetulnya mereka berada dalam spatial domain yang berbeda. Inilah yang saya sampaikan dalam diskusi di Uhamka: jika antum tidak menggunakan prinsip bola langit raksasa ini, gimana penganut imkan-rukyat mengukur sudut elongasi Matahari-Bulan?


Untuk menjelaskan fenomena pergantian manzilah dan konsep wujudul hilal ini, saya telah buatkan animasi yang dapat dilihat di alamat

http://www.youtube.com/watch?v=Z7dWgl_hGgw&feature=plcp


Namun, yang lebih penting adalah: Ya-Sin 38-40 bukanlah satu2 nya dasar bagi Muhammdaiyah dalam mengadopsi wujudul hilal sebagai kriteria menentukan awal bulan qomariyah (catatan: silahkan Ki Ageng, Pak Syamsul, Pak Agus koreksi saya CMIIW). Muhammadiyah juga mengimani hadis "summu lirukyatihi" dan hadis2 sejenis tentang hilal. Hanya, Muhammadiyah (dan khususnya saya pribadi) tidak menganggap bahwa "rukyah" di sini harus dimaknai dengan melihat hilal secara fisik dengan mata (apalagi dg naked eyes), karena itu adalah kriteria bagi kaum yang ummiy yang belum memiliki cara lain untuk memastikan kehadiran hilal. Animasi di atas juga menjelaskan ini. Makanya, kami menganut hisab murni dengan kriteria wujudul hilal.

 

Untuk sementara itu dulu. 

Wassalam,

Tono Saksono (Remote Sensing, UTHM-Malaysia)



2012/9/8 pranoto hidaya rusmin <pranotohr@yahoo.com.sg>
 

Baik Pak Tono.
Pak Thomas juga sedang di Salman ITB. Semoga hari ini juga dapat memberikan komentar.
Karena ini diskusi di milis, jadi ada kemungkinan tidak dpt segera dibalas, ketika ada kesibukan lain dg prioritas lebih tinggi. 

Bagus juga usulan Pak Tono (Remote Sensing, Malaysia).
Sy, Pranoto (Control System, ITB-Indonesia).

Mungkin hanya di saat pertama kali memberikan komentarnya saja.
Biar dapat lebih mengenal dengan bidang keahliannya masing2.
Ini dapat menjadi basis data sendiri bagi MS.

Salam



From: Tono Saksono <tsaksono@gmail.com>
To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Sent: Saturday, 8 September 2012, 11:44

Subject: Re: Bls: [M_S] Re: Bls: Analisis Diskusi dg Prof Thomas Djamaludin, 1 September 19.00 Uhamka

 
Saya akan mulai repost email saya lalu dg beberapa adjustment agar lebih clear.
Siang ini kebetulan ada undangan syawalan (lontong sayur), jadi akan saya repost sore/malam nanti.
Saya usul, peserta diskusi mencantumkan statusnya (enggak usah pake gelar2 an lah), Cukup Tono Saksono (Remote Sensing, Malaysia), supaya audience tahu bidang kepakarannya, dan tahu dari mana saja di seluruh dunia pserta diskusi ini. Begitu?

Wassalam,
Tono Saksono 




--
htt://cis-saksono.blogspot.com

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar