Selasa, 04 September 2012

Re: [inti-net] Orang Kaya Masih Dapat Subsidi Listrik

 


Subject: [inti-net] Orang Kaya Masih Dapat Subsidi Listrik

Note : Kenapa REPOT2 DISUBSIDI LISTRIK ... DAN TIDAK
LANGSUNG SAJA "DILISTRIK " ....? ....Whahaaaaaa (Ironis sedikit kan boleh .
.yah ?)
ADA KOMENTAR LAIN ...?


-------Original Message-------

From: GELORA45
Date: 3.9.2012 20:49:56
To: GELORA_In
Subject: [inti-net] Orang Kaya Masih Dapat Subsidi Listrik


Orang Kaya Masih Dapat Subsidi Listrik Rp 400/Kwh
Rista Rama Dhany - detikfinance
Minggu, 19/08/2012 17:58 WIB

Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pemerintah tahun depan mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan
Tarif Tenaga Listrik (TTL) sekitar 10% dengan dicicil tiap 3 bulan. Ini
dilakukan, karena orang kaya masih menikmati subsidi listrik Rp 350-400 per
kWh.

Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kediamannya,
Kompleks Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (19/8/2012).

"Saat ini, dengan tarif listrik saat ini, negara masih mensubsidi semua
golongan termasuk orang kaya Rp 400 per kwh. Artinya dari harga jual listrik
dengan investasi membangkitkan listrik, masih selisih Rp 400 per kWh," ujar
Hatta.

Dikatakan Hatta, dengan kenaikan tarif listrik ini juga untuk memperbaiki
manajemen harga listrik. Tarif listrik naik, maka subsidi listrik dalam APBN
akan berkurang, selain itu juga meningkatkan kemampuan PLN dan pembangkit
listrik swasta memproduksi listrik.

"Pasalnya, dengan selisih harga listrik saat ini, terlampau jauh dari nilai
investasi yang dikeluarkan dengan tarif listrik sekarang," katanya.

Selain itu dengan naiknya tarif listrik, kata Hatta, angka elektrifikasi
listrik juga akan meningkat dari saat ini sekitar 70%.

"Dengan tarif listrik dinaikkan, timbul rangsangan PLN dan IPP (pembangkit
listrik milik swasta) untuk memproduksi listrik dan berefek pada peningkatan
elektrifikasi," ucapnya.

Namun harapan Hatta, tarif listrik yang naik 10% dalam setahun yang
diusulkan tersebut walau untuk semua golongan, namun masih dibedakan lagi
untuk golongan bawah dan menengah/atas.

"Jadi naiknya tarid listrik ini tidak memberatkan golongan bawah, mengurangi
subsidi golongan menengah dan menghapus subsidi listrik untuk golongan atas,
di mana usulan kita rata-rata kenaikan sekitar 10% tahun depan," jelasnya.

Dengan pengurangan subsidi listrik tersebut, ujar Hatta, penghematannya bisa
dialihkan untuk belanja modal yang diharapkan dapat mencapai Rp 200 triliun.

"Ini agar APBN 2013 kita berkualitas, belanja modal untuk meningkatkan
kemampuan infrastruktur negeri ini, tidak mungkin jika investasi terus
tumbuh namun infrastrukturnya tersendat," katanya.

Apalagi kata Hatta, pembangunan infrastruktur nantinya seperti pelabuhan,
jalan, bandara, dan lainnya tidak lagi berasal dari APBN, tetapi bisa juga
dibiayai langsung oleh BUMN.

"BUMN nantinya punya peranan besar dalam pembangunan infrasturktur, karena
tahun depan setiap pembangunan bandara, pelabuhan dan jalan tidak harus
menggunakan uang APBN, bisa cukup dari BUMN bahkan BUMN bisa juga
menggandeng swasta, jadi investasi BUMN masuk, swasta juga masuk," tegasnya.

(rrd/dnl)

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE !
http://profitclicking.com/?r=kQSQqbUGUh
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar