Rabu, 05 September 2012

Re: [M_S] Catatan Diskusi dg Prof Thomas Djamaludin, 1 September 19.00 Uhamka

 

untuk point 3 kritria WH matahari tenggelam lebih dulu dari bulan memang perlu penjelasan lebih lanjut dari Muhammadiyah
seperti yang telah saya sampaikan dalam forum di dompet duafa Jakarta ketika diskusi bersama pak Thomas dan pak Moedjie, secara praktis sebenarnya hisab Muhammadiyah tentang ketinggian hilal sudah sama dengan yang lain (Persis dan NU) 
bisa dicek ketika masingg ngumumkan hasil hisab ketinggian hilal
tapi entah mengapa kok ditulis piringan atas untuk ketinggian hilal, jika ini yang dihitung maka hilal versi Muhammadiyah untuk kasus awal Ramadlan 1433 menjadi bukan 1,7 derajat tetapi 2,2 derajat
saya juga tidak tahu mengapa Muhammadiyah tidak segera klarifikasi, yang mana yang bener>
saya juga tidak tahu mengapa pak Thomas masih menyoal ini? maksud saya, praksisnya khan dihitung piringan bawah tapi mengapa tidak dijelaskan hal ini dan tetap berasumsi seolahh Muhammadiyah ngitung piringan atas

Salam


Agus Purwanto
LaFTiFA ITS
http://purwanto-laftifa.blogspot.com
http://ayatayatsemesta.wordpress.com

--- On Tue, 9/4/12, pranoto hidaya rusmin <pranotohr@yahoo.com.sg> wrote:

From: pranoto hidaya rusmin <pranotohr@yahoo.com.sg>
Subject: [M_S] Catatan Diskusi dg Prof Thomas Djamaludin, 1 September 19.00 Uhamka
To: "Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com" <Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com>, "syamsanw@yahoo.com" <syamsanw@yahoo.com>, "t_djamal@bdg.lapan.go.id" <t_djamal@bdg.lapan.go.id>, "t_djamal@yahoo.com" <t_djamal@yahoo.com>
Date: Tuesday, September 4, 2012, 7:45 PM

 


Betul Prof. Tono, memang serasa waktu sangat pendek.  Baru mulai saling mengkritisi dan menjawab, ternyata waktunya sudah habis.
Kita mulai dari sekitar jam 19.30 an, dipandu oleh Ki Ageng (Dr.  A.F. Wibisono)
Dari Prof. Syamsul dulu menyampaikan argumentasi Muhammadiyah menggunakan hisab untuk menentukan awal bulan. Intinya, hadits rukyatul hilal memiliki konteks untuk memenuhi  kebutuhan pada jaman itu, yang sebagian besar masih belum dapat menghitung, yang diungkap pada hadits umat yang ummi.
Poin penting lainnya, bagaimana umat islam memiliki kalender dengan satu hari satu tanggal. Prof. Syamsul juga sempat menyampaikan 4 usulan konsep kalender internasional. Dengan satu hari satu tanggal dimungkinkan akan terjadi kesamaan di seluruh dunia.
Disinggung juga mengenai Al Baqarah 189 di mana terdapat penjelasan mengenai ahillah sbg tanda-tanda waktu bagi manusia dan haji. Dari petunjuk ini dapat disimpulkan bahwa kalender yang sekarang sedang diusahakan untuk disepakati bersama secara internasional, dapat digunakan untuk seluruh aktivitas manusia, baik muamalah maupun ibadah.
 
Disusul Prof. Thomas, yang duduk di sebelah kiri Prof. Syamsul. Beberapa hal penting yang dijelaskan oleh Prof. Thomas, adalah
Kalau dari sisi dalil, Prof. Thomas tidak berkeberatan  krn juga mengusung hisab.
Kemudian menjelaskan mengenai imkanur rukyat.
Disinggung mengenai hisab Wujudul hilal, yang dari sisi Prof. Thomas mrp metode yang usang (saya coba memahami dari sisi positifnya, Prof. Thomas  berpendapat metode WH mrp metode yang sederhana, yang belum dikembangkan dengan melibatkan faktor2 astronomis lainnya).
Lebih jauh lagi, Prof. Thomas menjelaskan dari 3 kriteria WH, yang pertama & kedua, yaitu telah terjadi konjungsi dan konjungsi terjadi sebelum maghrib, tidak ada problem. Yang problem adalah kriteria matahari tenggelam duluan daripada bulan. Dikatakan problem karena kalau diperhatikan saat maghrib tsb, hilal tidak ada. Krn hilal itu ada di bagian bawah bulan, bukan di bagian atasnya.
 
Setelah itu, disusul oleh Prof. Tono, yang duduk di samping kiri Prof. Thomas dan di samping kanan Ki Ageng.
Prof. Tono langsung pada inti perbedaan dengan menunjukkan keberadaan hilal melalui simulasi terbentuknya hilal dengan 2 perangkat lunak. Juga ditunjukkan hasil penelitian dengan image processing, yg menghasilkan hilal 45 menit setelah terjadi konjungsi.
Beberapa hal penting lainnya, yang disampaikan Prof. Tono adalah (sy cuplik dari tulisan Prof. Tono sebelumnya).
  1. Wujudul hilal bukan kriteria usang, wong dipake oleh organisasi besar di dunia (FQNA, ISNA, MD, dll), sampe sekarang. Soal ketidakpastian kalender mengakibatkan tidak dapat mengajukan cuti hari raya.
  2. Sedih kalau mendengar MD kok dilecehkan padahal organisasi ini telah berjasa besar mencerdaskan bangsa Indonesia dg ribuan sekolah dan universitas, ratusan rumah sakit dan panti jompo, panti anak yatim, dll.
  3. Ya Sin 38-40 justru adl pendefinisian awal bulan Islam yg sangat akurat. Ya Sin 38 adalah pendefinisian gerakan semu Matahari dalam membicarakan ayat berikutnya (39 dan 40). Jadi bukan seperti anggapan Prof. Thomas yang gerakan Matahari di 38 itu adalah perjalanan Matahari mengelilingi pusat galaxi (meskipun ini benar juga)
  4. Soal hutang peradaban Islam, akibat tidak adanya Kalender Islam karena orang2 yg ngotot merukyah hilal (termasuk imkan-rukyah).


Bersambung............................................


=====================================
From: Tono Saksono <tsaksono@gmail.com>
To: Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 4 September 2012, 11:25
Subject: Re: Bls: [M_S] Diskusi dg Prof Thomas Djamaludin, 1 September 19.00 Uhamka

 

Makanya, setidaknya sy telah mencoba mengingatkan beliau tentang beberapa hal yang mungkin perlu dikoreksi, dan ini saya sampaikan secara lugas. Insya Allah TDj dapat menangkap message ini, di antaranya:

  1. Wujudul hilal bukan kriteria usang, wong dipake oleh organisasi besar di dunia (FQNA, ISNA, MD, dll), sampe sekarang.
  2. Saya katakan: "saya sedih kalau mendengar MD kok dilecehkan padahal organisasi ini telah berjasa besar mencerdaskan bangsa Indonesia dg ribuan sekolah dan universitas, ratusan rumah sakit dan panti jompo, panti anak yatim, dll."
  3. Ya Sin 38-40 justru adl pendefinisian awal bulan Islam yg sangat akurat.
  4. Soal hutang peradaban Islam yg saya cuplik dari hasil penelitian saya akibat tidak adanya Kalender Islam juga saya sampaikan itu adalah akibat orang2 yg ngotot merukyah hilal (termasuk imkan-rukyah).


Setelah acara diskusi malam itu, saya bertemu dengan seorang tamu Ketua Observatory Astronomi King Saud University di hotel Millennium, Tanah Abang. Dalam pertemuan itu kebetulan hadir juga 2 orang dari Lajnah Falakiyah NU. Sayangnya dua orang ini tidak hadir di Uhamka. Jadi ketika diskusi yang sama akan dimulai lagi, saya sudah enggak tertarik karena cuma ngomong tanpa ada power point. Bagi saya, diskusi begini hanya akan buang waktu krn susah menggambarkan data2 astronomi cuma dg kata2 tanpa ada visualisasi. 

Salah seorang di antaranya malah sudah kirim email, tertarik mendiskusikan Kelnder Islam. Makanya, bila ada kesempatan, saya ingin juga menghadiri diskusi dg Lajnah Falakiyah NU, asal forumnya mirip dengan apa yg telah dilakukan oleh Uhamka, syukur bisa lebih baik.

Sampai di rumah saya hampir jam 3 pagi, nyupir setengah ngantuk. Padahal jam 7 harus ke Cengkareng, kejar flight jam 9.30 ke Johor. All in all, diskusi awal yang memuaskan. Mudah2 an Pa Agus, Bung Pranoto dll dapat meramaikan sebagai panel pada seri diskusi selanjutnya.

Wassalam,
TS






__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar