Minggu, 09 September 2012

Re: [M_S] Penentuan Awal Bulan dan Persalinan

Saya sangat terpengaruh dg konklusi Karen Armstrong bahwa Nabi saw adalah seorang yang sangat kompromis. Demi kemaslahatan bersama, beliau tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bahkan di luar syariat pada masanya -- dus melahirkan syariat baru.

Kisah yang paling terkenal adalah memotong hewan qurban di Hudaibiyah, sementara Hudaibiyah bukanlah bagian dari tanah suci, padahal syariat yang ada saat itu memotong qurban harus di tanah suci, dan karenanya perintah Nabi saw untuk memotong qurban di tanah itu tidak dituruti para sahabat, hingga 3x perintah.

Dalam konteks sikap kompromis itulah saya menangkap pesan-pesan Nabi saw seputar penentuan awal bulan.

Nabi berkata, "Kalau tidak terlihat, genapkan saja!" Ini adalah kalimat yang, menurut saya, sangat kompromis. Kira-kira, kalau Gus Dur yang bilang, kalimat itu akan diakhiri dengan kalimat "gitu aja kok repot!"

Buat saya, kalimat itu memberi pemahaman, presisi bukanlah sesuatu yang urgent. Kalau presisi menjadi sebuah keharusan, Nabi saw tentu bisa meminta orang-orang Yahudi untuk menghisab awal bulan, karena mereka pada waktu itu sudah bisa melakukan hisab.

Lalu apa yang lebih penting? Kebersamaan! Ketenangan beribadah masyarakat luas karena kepastian dan kebersamaan lebih utama dibanding cara menentukan awal bulan itu sendiri.

***
Di era modern ini, kita jelas butuh penentuan kalender secara lebih pasti. Hanya dengan hisab, kepastian bisa didapat. Yang jadi masalah, kriteria hisab yang mana yang mau digunakan? Itulah gunanya dialog WH-IR agar ada kompromi.

IR sendiri, menurut saya, sudah menjalani sunnah Nabi saw untuk berkompromi: kompromi antara rukyah dan hisab.

:D


Sent from my Heart®
powered by Peace and Tranquility

------------------------------------

----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
(zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
(zakat) 00.91539400 - (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
( Zakat) 009.0033333 - (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
(zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
(Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
(zakat) 3001111110 - (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
(zakat) 2.700.002888 - (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
(zakat) 0230-01.001403.30-9 - (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
Muhammadiyah_Society-digest@yahoogroups.com
Muhammadiyah_Society-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Muhammadiyah_Society-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar