Minggu, 29 Juli 2012

[lsm-lsm] Kesehatan untuk Keluarga Miskin

 

Indeks Pembangunan Manusia Jakarta naik, dari 76,6 menjadi 78.


VIVAnews – Pemerataan kualitas pelayanan bagi keluarga miskin dan kurang mampu merupakan target utama pembangunan kesehatan di Jakarta. Meski angka kemiskinan di Jakarta mengalami penurunan secara signifikan, namun mahalnya kesehatan membuat masih banyak warga yang membutuhkan bantuan atau subsidi.

Sejak 2008 lalu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov DKI termasuk meningkatkan alokasi dana APBD dan pembangunan bidang kesehatan yang telah menjadi komitmennya.

Selain untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, sebagian dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan kesehatan keluarga miskin atau kurang mampu yaitu, melalui program Jaminan Pemeliharaan Keluarga Miskin (JPK-Gakin). Sebagai gambaran, alokasi dana JPK-Gakin naik lebih dari 2 kali lipat dalam periode 2007 – 2012 yaitu dari Rp250 Miliar menjadi Rp600 Miliar.

Dalam bidang sarana dan prasarana, pembangunan layanan kesehatan terutama bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya tampung rumah sakit daerah (RSD) dan Puskesmas. Perbaikan manajemen layanan menjadi salah satu target utama agar sesuai dengan standard ISO 9001:2008.

Dari berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut ada beberapa hal yang telah dicapai diantaranya, menangani 2,7 juta kasus penyakit pemegang kartu Gakin dan KTM, termasuk rawat inap untuk sekitar 650 ribu orang.

Meningkatkan kualitas pengelolaan RSUD dan Puskesmas sehingga kini 3 RSUD, 44 Puskesmas Kecamatan dan 126 dari 295 Puskesmas Kelurahan telah mendapat sertifikat ISO 9001:2008 serta menjadi percontohan bagi banyak daerah, termasuk dari luar negeri.

Selain itu, meningkatkan kapasitas rawat inap kelas III di RSUD dari 567 tempat tidur menjadi 1.050 tempat tidur, menekan biaya untuk pengobatan umum menjadi Rp2.000 dan pengobatan gigi hanya dikenakan Rp5.000 ini menjadi termurah di Indonesia.

Dalam kasus DBD, angkanya menurun dari 31.836 di tahun 2007 menjadi 18.006 di tahun 2011 melalui Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sementara Indeks Pembangunan Manusia Jakarta (IPM) Jakarta naik, dari 76,6 menjadi 78,0 merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Selanjutnya, angka kematian bayi menurun dari 8,4/10.00 kelahiran pada 2007 menjadi 7,0/10.00 pada 2011, serta angka harapan hidup meningkat dari 75,8 di tahun 2007, menjadi 76,20 di tahun 2011. Maka jika melihat berbagai upaya tersebut tidak salah jika komitmen Pemprov DKI dalam meningkatkan bidang kesehatan sudah semakin lebih baik. (WEBTORIAL)

http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/337832-kesehatan-untuk-gakinhttp://metro.news.viva.co.id/news/read/337832-kesehatan-untuk-gakin


Berbagi berita untuk semua

http://goo.gl/KKHti

http://goo.gl/fIWzb

__._,_.___
Recent Activity:
==========================================================

MILIS LSM INDONESIA
Powered by : http://www.GagasMedia.com
GagasMedia.Com Komunitas Penulis Indonesia
Publish Tulisan Anda Disini !

Khusus Iklan Jual-Beli HP/PDA
Ratusan Game/Software HP Gratis
http://www.mallponsel.com

==========================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar